Kamis, 06 Maret 2008

Jangan Hanya Terpancing Emosi!!! Mulai Dari Yang Kecil....

Bagi Anda yang saat ini sedang atau akan menjalankan usaha sangat penting untuk mengukur kekuatan dan kemampuan Anda, terutama terkait dengan modal yang Anda miliki. Ini dibutuhkan agar Anda bisa memprediksi "daya tahan" dalam menghadapi hempasan yang menyakitkan.
Sah-sah saja Anda punya ambisi untuk melakukan ekspansi, namun Anda harus terlebih dahulu mengukur kemampuan. Ingat keinginan usaha cepat menjadi besar, pada dasarnya masih merupakan suatu harapan (dream) yang menuntut kerja keras dan sedikit keberuntungan.

Banyak perusahaan besar yang mengawali usaha dari skala sangat kecil. Kisah sukses para taipan memang bukan sekedar mitos. Mereka dulu juga sengsara, kemudian secara gradual mengembangkan bisnis sampai menjadi imperium yang memiliki omzet triliunan rupiah.

Barangkali Cuplikan yang saya ambil dari harian kompas edisi 1 Februari 1995 (dimana konglomerat Eka Tjipta Widjaja menceritakan pengalaman bisnisnya) bisa memotivasi Anda untuk gigih berjuang untuk mencapai kesuksesan usaha Anda. Di dekat markas tentara Jepang, pada waktu negeri Sakura ini masih menduduki Indonesia antara tahun 1942-1945, Eka merencanakan berjualan makanan. Pukul empat subuh ia sudah berada di lokasi, menyiapkan kaleng bekas minyak tanah untuk tempat air, tungku kecil, membawa kopi, gula dan bahan-bahan lainnya. Semua peralatan itu dipinjam dari ibunya. Enam ekor ayam dipinjam pula dari ayahnya. Ayam itu dimasak menjadi ayam putih gosok garam. Dari teman-temannya, Eka Tjipta yang masih miskin itu juga meminjam bahan-bahan lain seperti wiski, brendi dan anggur. Jam tujuh pagi, Eka siap berjualan. Sampai jam sembilan tidak ada pembeli satupun. Melihat kondisi tersebut Eka memutuskan untuk mendekati komandan tentara dan mentraktir sang Komandan untuk makan di warungnya. Setelah mencicipi seperempat ayam komplit dengan kecap cuka dan bawang putih, minum dua teguk wiski gratis, komandan itu mengucapkan terima kasih. Kemudian setelah itu, semua anak buah komandan dan tawanan perang diperbolehkan makan di warung Eka. Strategi marketing Eka Tjipta itupun berjalan dengan sukses.

Empat puluh tahun kemudian, Eka Tjipta tumbuh menjadi salah satu konglomerat besar di Indonesia. Ia membesarkan group Sinar Mas yang memproduksi minyak goreng dan menguasai ratusan ribu hektar perkebunan Kelapa Sawit. Tetapi tidak banyak yang paham kalau dulu sang konglomerat pernah berbisnis dengan ayam dan wiski pinjaman.

Intinya jangan memulai usaha dari skala yang besar, karena nasib banyak orang akan Anda pertaruhkan seandainya Anda mengambil risiko terlalu besar pada usaha baru Anda. Kecuali Anda sudah menggeluti bisnis itu beberapa waktu lamanya, sehingga Anda mengenali betul saat-saat yang paling tepat untuk ekspansi. Dan Anda sudah memahami seberapa besar pengaruh tambahan modal terhadap produktivitas usaha Anda.


Salam Sukses Selalu


Rabu, 05 Maret 2008

Jangan Pernah Putus Asa & Berkecil Hati!!!, Yang Penting Lihat Nanti.......

Sepenggal kisah yang mungkin bisa menjadi motivasi bagi Anda dalam menyikapi hidup bahwa jangan pernah pesimis serta berkecil hati dengan diri dan usaha Anda masing-masing walau sering diejek, dicemooh, dan dipandang sebelah mata oleh orang disekeliling Anda. Yang terpenting tetap yakin, mau berjuang, tidak pernah putus asa pasti kesuksesan akan tercapai.
  • Albert Einstein dikatakan, "Bolot, tidak suka bergaul, dan senantiasa hanyut dalam khayalan bodohnya.
  • Aristotle Onassis saat sekolah merupakan si tolol nomor satu dan biang kerok, sehingga pernah dikeluarkan dari beberapa sekolah. Akhirnya dia gagal dalam ujian dan tidak punya ijazah walau diploma sekalipun.
  • Guru Bethoven menyebut Beethoven sebagai komposer yang tidak mempunyai harapan.
  • Charles Darwin dianggap oleh semua gurunya (termasuk ayahnya sendiri) sebagai seorang budak biasa dan mempunyai tingkat kecerdasan di bawah normal.
  • Henry Ford 5 kali gagal dalam bisnis dan bankrut
  • Prestasi Isaac Newton amat lemah ketika di sekolah dasar
  • Leo Tolstoy, pengarang buku "War and Peace" pernah dikeluarkan dari akademi.
  • Semasa kuliah, Louis Pasteur adalah seorang mahasiswa sederhana dimana dia mendapat peringkat nomor 15 dari 22 orang mahasiswa lain dalam mata kuliah kimia.
  • Leon Uris, pengarang buku terlaris , "Exodus" pernah gagal dalam ujian bahasa inggris sebanyak 3 kali semasa di sekolah menengah.
  • Pendiri Fedex (Federal Express) pernah diberitahu bahwa idenya tidak masuk akal, dan diberi nilai merah (tidak lulus) oleh profesor di universitasnya. Tiga puluh tahun kemudian, Federal Express menjadi sebuah perusahaan ekspedisi ekspres yang terbesar di dunia dengan 128.000 orang karyawan dan mempunyai modal lebih dari US$7 milyar.
  • Guru Thomas Alfa Edison pernah mengatakan bahwa dia terlalu bodoh untuk belajar sesuatu.
  • Walt Disney pernah dipecat oleh seorang redaktur surat kabar karena kekurangan ide.
  • Winston Churchill pernah tidak naik kelas enam.
  • Semasa Silvester Stallone menjalani ujian di Universitas Dexel, dia diberitahu bahwa peluang masa depannya hanyalah sebagai seorang tukang reparasi elevator. Dengan demikian ayahnya yang sering memukul mengatakan bahwa dia adalah seorang anak yang tidak bisa diharapkan.
  • Woody Allen, seorang penulis, editor, dan penerbit yang telah mendapat anugerah Academy Award pernah gagal dalam ujian bahasa inggris dan gagal membuat film di Universitas New York.
  • Akio Morita, pendiri SONY corporation adalah murid yang bodoh. Ia menempati peringkat terakhir dari 180 murid di kelas ilmu pastinya.


Salam Sukses Selalu



Kamis, 21 Februari 2008

Jangan Hiraukan Suara-Suara Miring Yang Menakut-Nakuti

Untuk mengahadapi persaingan bisnis dan mengubahnya menjadi situasi yang menguntungkan, memang diperlukan kematangan dan kemandirian. Jangan dengarkan suara-suara miring dari siapapun yang mencoba menakut-nakuti tentang prospek perjalanan bisnis kita. Kenapa saya berkata begitu karena itu semua hanya membuat Anda menjadi pesimis yang ujung-ujungnya akan meruntuhkan keyakinan Anda untuk meraih kesuksesan bersama bisnis yang Anda rintis.

Pokoknya bila Anda sudah merasa betul-betul mantap dengan pilihan bisnis yang Anda jalani, laksanakan saja tanpa ragu-ragu. Namun jangan lupa untuk selalu belajar, belajar dan belajar. Banyak sekali ilmu-ilmu tentang kiat-kiat untuk meraih kesuksesan dalam bisnis yang bisa Anda pelajari, baik dari pengalaman sesama rekan yang telah mengalami jatuh bangunnya bisnis, belajar dari pesaing, atau dari buku-buku tentang motivasi&kewirausahaan yang semakin banyak terpajang di toko-toko buku. Jangan takut atau alergi untuk bertanya dan bertanya apakah cara Anda mengelola bisnis sudah benar (on the track), apakah pertumbuhan bisnis Anda sudah maksimal, atau apakah bisnis Anda masih bisa dikembangkan lagi.

Anda perlu selalu bertanya apakah sistem dan mekanisme bisnis Anda masih bisa disempurnakan lagi karena kesempurnaan hanya bisa diperoleh dari perbaikan dan pembelajaran secara terus-menerus.



Senin, 18 Februari 2008

Jangan Buru-Buru Bicara Untung Dahulukan Kualitas!!!

Mendefinisikan visi dan misi dalam pendirian sebuah usaha merupakan salah satu kunci kesuksesan dalam memulai usaha. Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap orang yang berkeinginan membuka usaha pasti ingin meraih keuntungan dari usaha yang akan dijalankan. Kerap kali uang dalam nominalnya menjadi tolak ukur keberhasilan suatu usaha.
Berapa besar omzet hari ini dan berapa keuntungan perbulan kerap menjadi pertanyaan pemilik usaha kepada karyawan.
Tapi bagi yang ingin memulai usaha jangan menjadikan uang atau keuntungan menjadi satu-satunya tujuan, karena apabila kita memfokuskan kepada keuntungan maka kita akan lalai mendefinisikan tujuan-tujuan kecil lainnya yang justru sebagai jembatan menuju tujuan tersebut.
Sebagai contoh apabila kita memulai usaha dibidang makanan sebaiknya tujuan utamanya adalah memberikan citarasa dan pelayanan yang prima kepada pelanggan. Ingat bahwa pelanggan yang puas akan kembali lagi dengan mengajak teman-teman atau sanak saudara mereka.
Yang perlu diperhatikan untuk pebisnis yang baru memulai usaha adalah pengawasan usaha secara intensif pada awal-awal usaha dibuka. Selain itu juga mesti memiliki ide-ide kreatif untuk mempertahankan keuntungan usaha selama beberapa tahun ke depan. Strategi dan rencana yang matang disertai pengamatan pasar yang akurat setidaknya dapat mengurangi kagagalan serta kerugian.
Apapun usaha Anda bekerjalah dengan penuh keyakinan, bersungguh-sungguh agar pelanggan atau konsumen merasa puas atas produk atau jasa yang kita jual. Jika semua ini dilakukan dengan maksimal dan penuh keikhlasan maka tujuan yang ingin dicapai berupa pundi-pundi uang akan mengalir dengan sendirinya. Sebaliknya jika kita ingin mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dan meninggalkan tujuan-tujuan kecil dalam usaha maka bersiap-siaplah untuk gigit jari.

Senin, 04 Februari 2008

Bagaimana Kalau Tidak Punya Modal Sama Sekali????


Yah jawabannya Anda bisa mulai dengan menjadi broker atau perantara. Misalnya menjadi broker jual beli kendaraan, tanah atau rumah atau perantara bisnis persewaan kantor. Anda juga bisa menjadi perantara untuk mencarikan order bagi perusahaan lain seperti perusahaan percetakan, mencarikan peserta kursus atau pendidikan dan mencarikan order bagi siapa saja yang membutuhkan. Biasanya Anda tidak membutuhkan modal uang sepeserpun dan Anda akan mendapatkan penghasilan dari bisnis ini. Atau Anda juga bisa mendapatkan modal dengan cara ber-hutang. Kepada siapa ?. Yah, hutang yang paling enak adalah hutang kepada orang tua atau mertua, karena biasanya bersifat lunak dan tanpa bunga. Namun kita juga harus hati-hati dan tetap memegang komitmen untuk pengembalian atau bagi hasil tetap waktu. Ada beberapa prinsip dalam berhutang yang bisa saya sampikan kepada Anda, yaitu:
- Carilah hutang dari sumber-sumber yang mudah dan murah.
- Ber-hutanglah “hanya” untuk investasi yang produktif.
- Jika Anda harus membayar hutang, dahulukan hutang-hutang yang memiliki suku bunga paling tinggi.
- Janganlupakan perjanjian hutang piutang secara tertulis. Ini akan bisa melindungi kedua belah pihak dari kemungkinan perselisihan dikemudian hari.

Kamis, 24 Januari 2008

Yang Penting Jalan Dulu!!!! Tata Kemudian!!!!!

Teori bisnis mengatakan, bahwa sebelum memulai bisnis kita harus menata segalanya dan persiapkan serapi mungkin baru kemudian berjalan. Namun jika hal tersebut membuat Anda menjadi banyak berpikir dan banyak berhitung yang akibatnya menjadikan nyali bisnis Anda menciut, saya sarankan sebaiknya mulai dulu dan ditata kemudian. Artinya Anda harus memulai bisnis sebisa Anda (asal jalan dulu) setelah itu baru diatur manajemennya. Apa saja yang harus diatur ?
· Masalah Keuangan, jika disaat-saat awal Anda belum memiliki pembukuan yang bagus, segeralah dibuat pada saat usaha sudah berjalan. Jika perlu Anda bisa meminta bantuan praktisi akuntasi yang ada.
· Masalah SDM, segeralah atur hak dan kewajiban yang menyangkut karyawan. Ingatlah bahwa karyawan itu adalah asset yang harus dijaga.
· Masalah Produksi, seiring dengan makin banyaknya pesanan, Anda harus mulai mengatur proses produksi sebaik mungkin.
· Masalah Pemasaran, buatlah sistem pemasaran yang lebih baik (tertata rapi, terencana dan terukur).
· Masalah Perijinan, jika memungkinkan uruslah perijinan usaha sebelum usaha tersebut dijalankan, namun jika tidak memungkinkan bisa saja Anda jalan duluan dan kemudian mengurusnya kemudian. Setidaknya Anda harus memiliki dokumen-dokumen sebagai berikut:
a. Surat Keterangan Domisili yang bisa didapatkan di kelurahan setempat.
b. Akta Notaris untuk UD, CV, Firma atau PT yang Anda dirikan. Biasanya akta notaris juga dilegalisasi oleh Pengadilan Negeri Setempat.
c. Pengurusan Badan Hukum dari Menteri Hukum & Perundang-undangan.
d. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang bisa diurus di kantor pelayanan pajak setempat)
e. Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dari Departemen Perdagangan setempat
f. Jika diperlukan daftarkan perusahaan Anda ke asosiasi yang bisa mendukung kemajuan bisnis Anda, misalnya Asosiasi Waralaba Indonesia, Gabungan Penyelenggara Konstruksi Indonesia dan berbagai asosiasi yang lain.

Rabu, 23 Januari 2008

Apapun Rumusnya Kuncinya Cuma "Keberanian"

Jika ide bisnis sudah Anda dapatkan, tempat sudah tersedia dan rencana bisnis sudah ada. Maka segeralah mulai dijalankan. Karena se-brilian apapun ide Anda, se-strategis apapun tempat yang Anda miliki dan se-hebat apapun Business Plan yang Anda buat nggak akan ada gunanya jika Anda tidak segera memulainya. Banyak orang yang punya ide-ide dan gagasan besar, punya banyak uang dan punya perencanaan bisnis yang matang namun akhirnya gagal hanya karena tidak langsung memulainya. Makin lama dipikirkan, maka akan makin lama pula Anda memiliki keberanian untuk mulai. Menurut saya sih, langsung saja dimulai dari apa yang bisa Anda lakukan saat ini. Anda nggak perlu takut gagal, Anda nggak usah takut rugi dan Anda nggak usah takut tidak bisa. Yang penting jalan saja, gitu aja kok repot. Ibaratnya jika Anda ingin pandai berenang, maka Anda harus berani untuk masuk atau terjun kedalam air (kolam renang) tanpa harus menunggu Anda pintar berenang terlebih dahulu, jika Anda hanya maju-mundur (berani-tidak, berani-tidak, berani-tidak........) maka Anda nggak akan pernah bisa !, begitu juga dengan bisnis.

Senin, 21 Januari 2008

Pelajaran Berharga (Mengesampingkan Rasa Malu)

Barangkali kisah Milyader dari Thailand yang jatuh miskin dapat menjadi pendorong semangat bagi pewirausaha yang pernah atau sering mengalami kegagalan dari bisnis yang dijalankan. Milyader itu bukan saja menjadi miskin, melainkan kehilangan segala-galanya dalam krisis ekonomi yang terjadi di Asia pada tahun 1997. Dari semula seorang pialang saham dan pebisnis yang sukses, kini bangkrut. Hanya dalam sekejap mata, semua harta dan kekayaannya hilang disebabkan jatuhnya pasar properti di Thailand. Dia gagal mengembalikan pinjaman karena kondominium yang sudah dibangunnya tidak dapat dijual. Meskipun sudah dinyatakan bangkrut dan harus menanggung beban hutang yang besar, dia tetap gigih berusaha dan tabah membangun kembali kekaisaran bisnisnya yang sudah lenyap. Dia tidak mengambil jalan pintas dengan cara bunuh diri seperti yang mungkin dilakukan oleh pebisnis yang gagal. Sebaliknya, dia memulai bisnis secara kecil-kecilan, yaitu menjual sandwich (roti isi). Makanan itu dijajakan kemana-mana dengan berjalan kaki. Bagaimanakah perasaan kita jika harus melalui perjalanan hidup seperti yang dialami bekas milyader itu? Dari yang tadinya kaya raya menjadi miskin papa. Mungkin kita akan merasa malu dan tidak sanggup melakukan pekerjaan itu. Bukan seorang bekas milyader saja yang tidak akan sanggup melakukannya, bahkan anak muda yang mempunyai ijazah Sekolah Menengah Atas (SMA) pun tidak akan sanggup melakukan pekerjaan yang dianggap hina. Akan tetapi, tidak bagi bekas milyader tersebut, dia sanggup mengesampingkan perasaan malu, segan dan takut untuk memulai bisnis secara kecil-kecilan. Dia sadar, bisnis sandwich itu tidak memberikan jaminan kekayaan dan kesuksesan kepadanya. Namun jauh di sudut hatinya, tertanam sebuah keyakinan bahwa dengan ketekunan dan niat yang kuat, akan dapat bangkit kembali. Dalam waktu yang singkat, bekas milyader menjadi populer dan terkenal hingga diwawancarai oleh puluhan media cetak dan elektronik, baik dalam maupun luar negeri. Dia populer bukan karena sandwich yang dijualnya, melainkan semangat juangnya yang ingin keluar dari keadaan yang paling buruk.


Senin, 07 Januari 2008

Siapkan Diri Anda Untuk Menghadapi Keraguan


Keraguan untuk memulai Bisnis memang selalu ada, walau Anda sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan baik. Itu wajar sekali. Masalahnya adalah bagaimana agar keraguan itu tidak sampai menghentikan langkah Anda untuk bergerak lebih maju. Cara untuk menghilangkan keraguan adalah Anda harus memiliki seorang mentor atau pembimbing seorang pengusaha yang telah sukses. Sering-seringlah bergaul dalam komunitas pengusaha. Maka keraguan Anda pun akan hilang dengan sendirinya.


Selamat Mencoba dan Sukses Untuk Anda

Jumat, 28 Desember 2007

Menyikapi Kritik dan Cibiran Anggota Keluarga Anda


Siapkan diri Anda untuk menghadapi kritikan dan penolakan khususnya yang berasal dari lingkungan terdekat Anda (istri, orang tua, mertua atau anak).
Jangan dikira keputusan Anda untuk mencari penghasilan tambahan selalu mendapatkan dukungan keluarga, teman kantor, atasan atau orang-orang sekeliling Anda. Kalau pendapatan Anda saat ini relatif rendah, dukungan itu kemungkinan besar akan Anda dapatkan. Tetapi bila pendapatan Anda dinilai sudah cukup besar, Anda mungkin akan mendapatkan kritik atau cibiran. Dan Anda juga harus siap untuk menghadapi penolakan dari orang-orang terdekat Anda seperti anak, istri, suami, orang tua dan bahkan mertua. Biasanya mereka akan menolak keinginan Anda untuk berbisnis dengan berbagai alasan. Namun itu adalah tantangan dan ujian Anda. Yakinkan keluarga Anda bahwa dengana ber-bisnis maka potensi penghasilan tidak terbatas akan bisa didapatkan. Walaupun Andapun juga harus menyampaikan resikonya. “Wah, sulit pak, keluarga saya nggak ngerti-ngerti juga”, Oke kalau itu yang terjadi saya sarankan jangan diberi pengertian dengan ucapan lagi. Ajaklah keluarga Anda berkunjung dan berkenalan dengan para pengusaha sukses, saya yakin tanpa Anda jelaskan pun mereka akan termotivasi. Lebih-lebih jika keluarga Anda bisa bertatap muka langsung dengan pemilik bisnisnya.

Rabu, 19 Desember 2007

Jangan Tinggalkan Promosi


Besar atau kecil usaha Anda jangan tinggalkan Promosi!!!. Untuk mendongkrak penjualan, lakukanlah promosi. Promosi adalah suatu cara untuk mengenalkan usaha kita kepada khalayak ramai. Apapun usaha Anda promosi itu wajib hukumnya. Selain untuk mengenalkan usaha, promosi juga dilakukan agar orang tidak lupa dengan usaha Anda, dan menarik konsumen untuk membeli. Ingat berbisnis tanpa beriklan sama dengan mengedipkan mata pada seorang gadis dalam kegelapan.

Mengingat begitu pentingnya promosi maka biaya promosi perlu Anda masukkan dalam biaya rutin usaha Anda meski besaran jumlahnya tiap bulan bisa fleksibel.

Ada beberapa cara untuk melakukan promosi :


  1. Memasang iklan baris di koran umum, tabloid, atau koran khusus iklan. Saat ini banyak koran yang menawarkan beriklan dengan sistem paket sehingga jauh lebih murah. Pilihlah koran dengan mempertimbangkan luas jangkauannya dan apakah itu sesuai dengan pasar yang Anda tuju.

  2. Memasang iklan di internet. Biaya iklan di internet termasuk murah, malah ada yang gratis, misal http://www.iklanbaris.com/. Cuma perlu diingat bahwa pemakaian internet ini belum meluas sehingga pemakaiannya benar-benar harus disesuaikan dengan segmen pasar usaha Anda. Jika tepat sasaran hasilnya sungguh luar biasa.

  3. Membuat pamflet, brosur, atau spanduk. Meski tergolong promosi klasik, spanduk masih efektif untuk mengenalkan usaha Anda. Begitu juga dengan brosur dan pamflet. Anda bisa lebih detail menjelaskan usaha Anda. Ada cara penyebaran pamflet yang efektif, misalnya menaruh di Apotek, menyebarkan di jalan, mall, perkantoran, sekolah, atau menitipkan pada loper koran di perumahan yang menjadi target usaha Anda, dengan imbalan tertentu. Cara ini cukup efektif apalagi bila usaha Anda berhubungan dengan rumah tangga, seperti jasa katering, laundry, penitipan anak sekolah, penjualan barang elektronik, juga jasa servis elektronik.

  4. Membuat kartu nama. Desainlah kartu nama Anda semenarik mungkin sehingga orang selalu teringat pada bidang usaha Anda. Pilihlah nama usaha Anda yang mudah diingat dan unik. Bawalah selalu kartu nama di dompet sehingga begitu bertemu dengan seseorang, Anda selalu siap sedia mengenalkan diri sekaligus usaha Anda. Kartu nama juga dapat disebarluaskan sebagai pengganti pamflet. Misalnya untuk usaha katering pesta pernikahan, tempatkan kartu nama di meja yang paling strategis sehingga setiap tamu dapat mengambilnya.

  5. Mengikuti pameran. Pameran adalah salah satu promosi yang efektif dan efisien karena pengunjung yang datang ke pameran sudah terseleksi menurut minatnya sehingga Anda dapat mengenalkan produk tepat pada sasaran. Disini Anda juga dapat mengenali konsumen lebih dekat, membuka wawasan mereka tentang produk Anda, mengetahui selera konsumen dengan berinteraksi secara langsung. Pamflet, brosur atau kartu nama dapat disebarkan secara efektif. Berbeda bila menyebarkannya di jalan, akan lebih kecil kemungkinan mereka berminat. Banyak pengusaha yang merasa beruntung mengikuti pameran, sesuai ajang yang digelar, banyak order yang masuk, tidak hanya dalam negeri tetapi juga dari luar negeri. Mengikuti pameran terbukti juga mampu meraup keuntungan yang besar karena penjualan meningkat. Untuk desainer mode dan konveksi selain pameran juga dilakukan dengan menggelar fashion show, yang bisa diselenggarakan sendiri atau bekerjasama dengan orang lain

Selamat mencoba dan selalu berpromosi


Salam Sukses





Selasa, 11 Desember 2007

Gunakan Strategi Memukul Rumput dan Menakuti Ular


Untuk memulai sebuah bisnis baru dan bila Anda masih bingung bisnis apa yang pas dengan kebutuhan pasar dan kemampuan , maka sepatutnya Anda perlu mencoba strategi yang selalu saya gunakan yaitu : "strategi Memukul Rumput dan Menakuti Ular"

Setiap mendapat ide gagasan bisnis baru, yang pertama Anda lakukan adalah memahami kebutuhan, ekspektasi, perilaku konsumen dan seberapa besar peluang di pasar paling tidak untuk memperkecil risiko kegagalan. Hal ini perlu lakukan karena Anda tidak tahu pasti kebutuhan dan kekuatan pasar (ibaratkan Anda menerabas padang rumput yang lebat dan tinggi). Disini Anda perlu mencoba membuat tester, melakukan studi kelayakan usaha, survey lokasi, analisa dan riset pasar. Nah langkah-langkah ini yang disebut dengan strategi "Memukul Rumput". Setelah Anda mengetahui kondisi pasar atau konsumen (gerakan ular) barulah Anda mengambil tindakan (Take Action) atau keputusan strategi apa yang harus Anda lakukan untuk menguasai pasar dan konsumen.

Strategi tersebut saya rasakan efektif dan bisa meminimalkan risiko karena paling tidak saya telah mengantisipasi segala kemungkinan yang bakal terjadi.

Beberapa hal lain yang harus diperhatikan agar produk tidak gagal saat pertama kali diluncurkan ialah dengan :

1. Menetapkan segmentasi, targeting, dan positioning yang tepat
2. Menawarkan produk yang bisa memberikan manfaat, nilai lebih atau ada keseimbangan antara janji dan kenyataan. Tentukan harga yang masuk akal sesuaikan dengan daya beli masyarakat sekitar, distribusi yang merata sehingga mudah dijangkau, dan promosi yang bisa menciptakan awareness dan loyalitas.
3. Harus pintar, cerdik dan tajam melihat tren pasar dan momentum yang tepat. Ingat naluri bisnis sangat penting dalam hal ini.



Kamis, 06 Desember 2007

Mau Sukses Jangan One Man Show!!!


Banyak sekali jenis bisnis yang mengandalkan pada gagasan atau ide. Banyak pula jenis bisnis yang bersifat jaringan/relasi, dimana berkumpul orang-orang yang punya uang tapi tidak punya waktu. Ada juga yang punya waktu luang cukup banyak, tetapi tidak punya gagasan bisnis. Juga banyak orang yang punya waktu serta gagasan, tetapi tidak punya uang.

Kalau mereka bergerak sendiri dengan apa yang ada di dalam diri mereka, sulit bagi mereka untuk berhasil. Yang diperlukan adalah kerjasama dan sinergi. Mereka bersinergi dan membentuk bisnis yang berhasil, memanfaatkan modal yang ada pada diri masing-masing.

Saat ini semakin sedikit pelaku bisnis yang sukses dengan pendekatan One Man Show. Yang lebih berhasil adalah mereka yang bisa mengonsolidasikan sumber-sumber daya untuk mencapai tujuan bisnis tanpa meninggalkan dan melupakan Kepercayaan. Karena bisnis adalah sistem yang dibangun atas dasar Kepercayaan. Tidak ada artinya sinergi yang dibangun dengan susah apabila Kepercayaan sudah dilanggar/dirusak. Ingat Kepercayaan lebih tinggi nilainya daripada uang!!!


Rabu, 05 Desember 2007

Pentingnya Etos Wirausaha


Kebanyakan orang gagal mendirikan usaha dikarenakan tidak memiliki etos. Lho kenapa bisa demikian?! ya karena kebanyakan mereka hanya bertujuan mencari duit, bukan membangun bisnis. Ya itu sih tidak salah karena uang adalah salah satu tujuan bisnis, khususnya dalam jangka pendek. Namun perlu diingat bahwa itu bukanlah satu-satunya tujuan.

Bila seorang pengusaha hanya memikirkan duit melulu, mungkin ia akan lupa membangun daya saing bisnisnya dalam jangka panjang. Pengusaha semacam itu bisa diumpamakan seperti seorang pilot dengan jarak pandang yang terbatas. Jadi sekali lagi perlu diingat bahwa Etos Wirausaha merupakan "Ruh" dari sebuah bisnis.

Ada 4 hal yang sangat penting untuk membentuk Etos Wirausaha, yaitu :

1. Cara Berpikir
Cara seorang pengusaha sejati berpikir, jelas berbeda dengan orang kebanyakan. Seorang pengusaha biasanya berpikir praktis, simpel, dan berorientasi pada nilai guna. Pengusaha sejati tidak pernah membuang uang atau sumber daya apapun. Ketika tahu ada keran bocor, ia akan segera memperbaikinya. Jika memiliki sejumlah uang, seorang pengusaha akan berpikir bagaimana menggunakannya untuk usaha-usaha produktif. Ia akan membuatnya lebih banyak lagi. Sedangkan orang awam pasti sibuk membayangkan apa yang bisa dibeli dengan uang yang ada di tangannya. Lebih buruk lagi adalah orang yang sibuk menghabiskan uang investor yang belum menjadi miliknya untuk kepentingan pribadi.

2.Cara Memandang
Seorang pengusaha sejati memandang risiko dan keuntungan adalah sesuatu yang wajar dan berkorelasi secara linier. Sedangkan orang awam sering melupakannya. Kadang-kadang orang awam memandang sesuatu terlalu dari sisi negatifnya, yaitu risiko. Akibatnya, mereka tidak pernah memulai bisnis yang diinginkannya. Atau sebaliknya, mereka justru terlalu banyak memandang dari sisi positifnya, yaitu keuntungan tinggi dan risiko rendah. Tak heran bila banyak diantara mereka yang tertipu tawaran investasi "bodong"

3. Cara Bekerja
Seorang pengusaha sejati atau profesional yang berdedikasi, selalu menikmati dan menyempurnakan cara kerja mereka. Di sisi lain, banyak orang awam yang sudah sangat jenuh dengan pekerjaannya. Mereka justru menganggap pekerjaan sebagai siksaan yang tiada henti. Cara bekerja seorang pengusaha akan selalu berkembang, mereka menemukan gagasan, mengambil risiko dari gagasannya kemudian menduplikasikannya. Mereka mendapat nominal laba berlipat, karena berhasil membuat produk massal dan akan selalu menyempurnakan segalanya.

4. Cara Belajar
Menjadi seorang pengusaha adalah "cara belajar hidup" yang paling mengagumkan. Keberhasilan dan kegagalan akan diganjar secara adil oleh mekanisme pasar. Sebuah kesalahan dalam bisnis seringkali harus mendapat ganjaran yang tak kenal belas kasihan, yaitu rugi secara finansial, atau bahkan kebangkrutan. Kebanyakan akan mundur setelah mengalami hal tersebut (kehilangan fighting spirit dan tidak punya kemampuan membalikkan keadaan). Yang paling ditakuti oleh pengusaha sejati adalah hilangnya mental bertarung serta menguapnya etos kewirausahaan mereka. Bagi mereka kerugian finansial adalah learning cost yang harus dibayar untuk mencapai keberhasilan di masa mendatang.

Selasa, 04 Desember 2007

Asah Instink Bisnis Anda


Gagasan Adalah modal yang paling penting dalam bisnis. Inovasi dan kreativitas adalah kunci keberhasilan bisnis. Namun, mencari gagasan bisnis yang tepat kadang-kadang sangat sulit, malah seringkali gagasan/ide muncul begitu mendadak. Dapat diartikan bahwa kita tidak bisa menciptakan bisnis sekehendak kita sendiri. Yang bisa dilakukan adalah menciptakan prakondisi untuk siap menerima ide-ide cemerlang. Karena itu setiap saat kita harus membuka mata dan telinga untuk mencermati setiap informasi dan jangan buru-buru skeptis terhadap apapun juga. Ingat segala hal adalah mungkin dalam bisnis, dengan cara demikian Anda sudah mengasah instink bisnis Anda. Sehingga ketika momentumnya tepat, Anda bisa memanfaatkan peluang sekecil apapun.