Sabtu, 06 Juli 2013

5 Kebiasan Buruk Yang Bisa Menguras Keuangan Anda


http://images.detik.com/content/2013/07/05/4/080732_rupiahagain.jpeg

Jika ingin kondisi keuangan Anda sehat, jangan terlalu fokus kepada pengeluaran besar. Justru biasanya penyebab sakitnya kondisi keuangan Anda gara-gara pengeluaran kecil namun dilakukan terus-menerus.

Kebiasaan buruk seperti ini justru yang membuat pengeluaran menumpuk hingga menjadi pengeluaran besar. Seperti halnya dengan banyak kebiasaan buruk lainnya, Anda mungkin bahkan tidak akan menyadari hal-hal buruk itu sampai Anda pulang ke rumah dan termenung di malam harinya 

Jadi, pertimbangkan hal ini: Anda mungkin telah melakukan banyak hal bodoh dengan uang Anda dan kini saatnya membuat beberapa perubahan sebelum Anda benar-benar menguras rekening bank sendiri.

Setengah tahun sudah berjalan di 2013, mari kita mulai membebaskan diri dari kebiasaan-kebiasaan buruk yang bisa membahayakan kondisi keuangan. Berikut adalah kebiasaan-kebiasaan buruk soal pengeluaran uang yang sebaiknya dihindari seperti dikutip dari DailyFinance, Jumat (5/7/2013).


1. Terlalu Sering Makan di Luar

http://images.detik.com/content/2013/07/05/4/080808_boros001.jpg

Sedikitnya Anda makan tiga kali sehari, artinya dalam sebulan bisa sampai seratus kali kesempatan untuk makan di luar dan memungkinkan untuk menghabiskan banyak uang. Terlalu banyak orang menggunakan kesempatan itu dengan pergi keluar untuk makan atau memesan makanan.

Makan siang, misalnya. Jika Anda makan siang di Cafe, tentu biaya yang dikeluarkan cukup besar. Hal ini bisa dikurangi dengan makan siang di warteg atau warung padang yang tentunya jauh lebih murah.

Tapi, alangkah lebih baiknya lagi jika Anda membawa bekal dari rumah sehingga biaya makan Anda sudah termasuk dalam daftar belanja bulanan dan tidak perlu mengeluarkan uang lagi.

Pergi keluar untuk makan malam bahkan lebih buruk lagi. Setidaknya satu orang bisa menghabiskan uang sekitar Rp 50.000 sampai Rp 100.000 untuk sekali makan. Belum lagi jika ingin beli cemilan untuk dimakan di rumah sebelum tidur.

Bahkan sarapan di luar juga masuk dalam pengeluaran yang menguras anggaran. Membeli sekotak sereal di awal pekan atau roti tentunya akan lebih murah ketimbang harus membeli bubur atau nasi kuning di dekat kantor setiap pagi.


2. Gila Diskon


http://images.detik.com/content/2013/07/05/4/080815_boros002.jpg

Ada banyak cara perusahaan menarik konsumen. Salah satunya adalah dengan memberikan diskon, apalagi jika potongan harga itu berlaku dalam jangka waktu yang pendek.

Penjual selalu pandai memikat pembeli dengan memberikan diskon yang menjanjikan yang akan hilang jika Anda tidak segera membelinya. Contohnya, potongan 50% khusus hari ini saja, atau beli satu dapat dua jika membeli hari ini, dan lain-lain.

Program diskon seperti ini yang akan membuat Anda membeli barang yang sebenarnya tidak begitu diperlukan. Bahkan, konsumen bisa membelinya hanya karena diskon, padahal tidak butuh-butuh amat.


3. Sering Nonton Film Bioskop


http://images.detik.com/content/2013/07/05/4/080855_boros003.jpg

Bagi mereka yang berpenghasilan cukup tinggi, mungkin menonton film di bioskop bukan termasuk pemborosan. Tapi, lain halnya dengan mereka yang berpenghasilan menengah.

Ambil contoh, harga rata-rata tiket bioskop di Jakarta pada hari biasa sekitar Rp 25.000-40.000 per orang. Kita ambil sekitar Rp 40.000 untuk sekali nonton. Jika Anda punya pasangan, berarti jadi Rp 80.000.

Ditambah biaya popcorn dan minuman bisa jadi total sekitar Rp 120.000. Setelah nonton tidak langsung pulang dan ingin isi perut lagi, akhirnya makan di cafe atau restoran cepat saji, menu dua orang kira-kira Rp 100.000.

Hanya dalam waktu kurang dari enam jam, Anda sudah menghabiskan Rp 220.000. Masih terlihat kecil? Bulan ini memasuki musim panas di negeri barat, saatnya film-film box office bermunculan.

Dalam satu bulan Anda pergi menonton empat kali atau satu pekan sekali, total uang keluar Rp 880.000. Biaya yang cukup besar untuk dana hiburan, jika tidak dikurangi akan bahaya terhadap kondisi keuangan Anda.

Cara mengatasinya adalah dengan membatasi acara pergi nonton bioskop dan sedikit bersabar menunggu DVD nya keluar. Jika filmnya tidak bagus-bagus amat, lebih baik nunggu DVD-nya rilis atau bahkan tunggu sampai nongol di televisi swasta saja.


4. Mengejar Poin dan Reward Kartu Kredit atau Debit


http://images.detik.com/content/2013/07/05/4/080916_boros004.jpg

Banyak orang terjebak dengan program ini, hanya demi mengejar poin atau reward di kartu kredit, akhirnya belanja kebablasan dan tidak pakai itungan, yang penting menang undian.

Pikirkan kembali tujuan awal Anda mengambil kartu kredit atau debit, apakah Anda melakukannya untuk mendapatkan poin dan reward? Itu tidak berarti bahwa Anda tidak harus mengubah kebiasaan belanja Anda demi mengejar poin. 

Jika Anda bisa mendapatkan bonus sangat signifikan dengan menghabiskan banyak uang dalam beberapa bulan pertama, maka Anda bisa belanja bulanan dengan menyetok barang-barang untuk bulan-bulan berikutnya. Sehingga, pengeluaran Anda besar di awal, dan dapat poin tentunya, dan di bulan-bulan berikutnya tidak perlu terlalu boros.


5. Malas Untuk Menghentikan Tagihan Berulang


http://images.detik.com/content/2013/07/05/4/080946_boros005.jpg

Tahun ini Anda berniat kurus dan kekar dengan cara ikutan jadi anggota salah satu pusat kebugaran alias gym. Gym ini bayarannya bulanan, Anda minta pembayaran dilakukan otomatis tiap bulan melalui kartu kredit.

Awalnya mungkin Anda semangat, namun seiring waktu berjalan, lama-lama Anda mulai malas ke gym atau bahkan lupa dan berhenti pergi sama sekali. Jika Anda tidak datang ke tempat gym dan membatalkan keanggotaan, bisa jadi tagihan kartu Anda akan terus ditarik setiap bulan untuk layanan yang sebenarnya tidak lagi Anda gunakan. 

Mungkin Anda sudah lupa jika biaya ini berulang, atau mungkin di dalam hati Anda masih berniat ingin pergi ke gym lagi karena tahun ini sudah berjanji ingin kurus dan kekar. Ini adalah salah satu kebiasaan buruk pengeluaran Anda. 

sumber : detikfinance

Ini Dia Para Pebisnis Muda The Next Mark Zuckerberg

http://images.detik.com/content/2013/07/01/68/cover.jpg












Jakarta - Anda pasti tahu pendiri Facebook Mark Zuckerberg dan pendiri Twitter Jack Dorsey, tapi ada lagi pengusaha lain yang juga berfokus pada ide-ide dan hal-hal besar.

Berikut adalah sejumlah pengusaha yang juga punya ide besar seperti dikutipdetikFinance dari CNN Money, Senin (1/7/2013).

Adam Neumann
http://images.detik.com/content/2013/07/01/68/081628_muda001.jpg
Adam Neumann ingin melakukan pekerjaannya menjadi lebih menyenangkan dan kolaboratif. Pada tahun 2010, pasangan pebisnis Neumann dan Miguel McKelvey ini meluncurkan WeWork, perusahaan yang bisa menyewakan ruangan untuk usaha kecil, pengusaha, dan jenis kreatif lainnya. Tujuannya untuk mendorong kolaborasi dan memberdayakan masyarakat untuk membangun perusahaan mereka sendiri.

Dengan US$ 600 per bulan, orang bisa menyewa ruang di salah satu perusahaan miliknya di 13 lokasi. Ruangan yang disewakan di perusahaan WeWork ini terbuat dari kaca, memungkinkan setiap orang untuk melihat satu sama lain. 

Kantor ini memiliki ruang umum di mana orang bisa chatting, dan punya ‘ruang khusus’ di setiap lantai untuk mendorong orang berinteraksi satu sama lain. Anggota WeWork juga memiliki akses ke jaringan sosial internal di mana anggotanya dapat memposting apa pun dari permohonan bantuan ke sebuah artikel menarik.

"Saya ingin bekerja untuk diri saya sendiri, saya ingin melakukan apa yang saya sukai, dan itu tipe orang yang kita sebut ‘We generation,'" kata Neumann kepada CNNMoney.

Dengan lebih dari 100 karyawan dan kantor di New York dan San Francisco, dan Los Angeles, perusahaan tersebut berkembang dengan cepat,  dan rencananya akan memperluas ke Boston, Chicago, dan Seattle.

Patrick dan John Collision
http://images.detik.com/content/2013/07/01/68/081652_muda002.jpg
Patrick dan John Collision adalah dua bersaudara dari Irlandia dan punya ide besar yaitu mengubah transaksi online.

Patrick yang berusia 24 tahun dan John 22 tahun memiliki teknologi bangunan yang memungkinkan usaha kecil untuk memproses pembayaran kartu kredit tanpa perlu membuat account merchant. Pengusaha muda ini punya konsep besar untuk pembayaran seperti PayPal, Google, dan Amazon. Diluncurkan pada tahun 2011, perusahaan ini sekarang memproses jutaan pembayaran setiap hari.

Dua bersaudara ini putus kuliah untuk fokus pada misi mereka dan dengan cepat menangkap peluang besar pada saat itu bahwa teknologi akan memudahkan segala sesuatu untuk saling berhubungan. IPad, misalnya, memungkinkan pedagang untuk mengontrol transaksi tanpa perlu menginstal perangkat lain.

Ketika Anda masih muda dan menjalankan sebuah perusahaan kecil, aturan ‘kuno’ soal bisnis tidak selalu berlaku. Stripe saat ini memiliki 50 karyawan dan struktur perusahaan yang unik. Patrick tidak merekrut manajer produk, namun mengontrol pekerjaan dari kejauhan dan menjalankan perusahaan dalam struktur hirarki. Sebagian besar email perusahaan adalah milik publik internal, yang berarti transparansi bagi karyawan.

Dengan tidak adanya manajer produk, Stripe memungkinkan para pekerjanya mengetahui konsep-konsep baru mereka sendiri dan menerapkannya.

"Kami sedang membangun untuk orang-orang seperti kita, tugas kita adalah untuk keluar dari jalan," kata Collision.


Alex Hawkinson

http://images.detik.com/content/2013/07/01/68/081722_muda003.jpg

Ketika Alex Hawkinson mengeluarkan ide untuk menciptakan ide membuat hub wireless dan sensor nirkabel pada crowdfunding platform untuk menghubungkan dua senar. Perangkat itu terjual lebih dari US$ 1,2 juta, perangkat yang memungkinkan penggunanya terhubung dengan beberapa item dalam rumah mereka melalui smartphone.

Perangkat itu tersambung ke Internet, sensor nirkabel dan colokan yang memungkinkan orang untuk mengendalikan segala sesuatu dari pendingin udara dengan smartphone mereka. Melalui aplikasi ini, orang bisa memantau segala sesuatu melalui sensor yang terhubung, orang bisa mematikan lampu mereka dan memantau apakah pintu atau jendela terbuka atau tertutup.

Hawkinson dapat ide membuat perangkat itu berasal dari pemadaman listrik di rumahnya saat liburan. Saat itu pipa bawah tanah meledak, dan tidak diketahui penyebabnya.

Atas kejadian itu, dia berharap dia punya layanan pemberitahuan, sesuatu yang mendasar seperti peringatan SMS. Sebuah bola lampu meledak, dari situ Hawkinson memutuskan untuk membuat perangkat tersebut sendiri.


Aaron Levie

http://images.detik.com/content/2013/07/01/68/081818_muda004.jpg
Sebagai investor, Aaron telah menurunkan pendanaannya untuk aplikasi konsumen dan lebih fokus pada perusahaan perangkat lunak miliknya, Box. Pendiri Box Aaron Levie dengan cepat menjadi bintang.

Di usia 28 tahun, delapan tahun lalu dengan temannya dari perguruan tinggi, Aaron memulai bisnis di perusahaannya, Box dengan layanan aman berbagi file untuk bisnis.

"Kami, Anda tahu, terus terang bosan dengan sekolah dan kami mencoba untuk menemukan semua hal-hal yang berbeda untuk dilakukan," kata Levie kepada CNN Money. "Kami semacam mendarat pada gagasan bahwa itu harus ada cara yang lebih mudah untuk berbagi informasi dari mana saja."

Akhirnya dua orang ini keluar dari perguruan tinggi untuk fokus pada layanan ini. Saat ini, perusahaannya telah memiliki lebih dari 700 karyawan dan memiliki aset miliar dolar. Perusahaan itu kini melayani 150.000 bisnis dan baru saja mengumumkan rencana untuk memperluas bisnisnya ke luar negeri.


Paul Berry

http://images.detik.com/content/2013/07/01/68/081838_muda005.jpg
Paul Berry membantu membangun Huffington Post dari awal tahun 2007, dan enam tahun kemudian, ia membantu orang membuat website mereka sendiri.

Situs RebelMouse memungkinkan orang untuk bisa menghubungkan situs sosial lainnya di Facebook, Twitter, Pinterest, yang dia sebut "halaman depan untuk media sosial apa pun dan untuk semua orang." Berry mengatakan, layanan ini dapat digunakan untuk membantu mencari dan menemukan konten dan untuk memungkinkan pengguna untuk mendapatkan visual pada Web dengan media sosial.

Berry mulai menciptakan situs RebelMouse saat mendengar keluhan dari pengguna HuffPo yang mengalami kesulitan mengakses konten mereka dan menciptakan sebuah platform.

"Orang-orang mulai menyadari kondisi situs Web mereka dan yakin bahwa mereka bisa mendapatkan yang lebih baik," kata Berry kepada CNN Money. "Mereka memberikan harapan untuk itu, dan itu bagian dari alasan mengapa saya menciptakan ini."

Situs RebelMouse ini mulai menarik beberapa nama besar, yaitu Yahoo dan Mashable yang telah teruji layanannya.


Karl Jacob

http://images.detik.com/content/2013/07/01/68/081859_muda006.jpg
Bagi Karl Jacob, tidak banyak hal untuk mengetahui apa yang teman Anda lakukan sekarang. "Apa yang terjadi sekarang hanya digunakan sedikit karena jumlah waktu yang harus Anda lakukan untuk sesuatu itu sangat terbatas," kata Jacob.

Itulah pemikiran di balik aplikasi barunya, Hangtime. Hangtime ini adalah mesin pencarian melalui grafik terbuka di Facebook dan sumber-sumber online lainnya untuk mencari apa yang teman Anda rencanakan untuk dilakukan di masa depan, dan kemudian Hangtime menciptakan kalender untuk Anda.

Hangtime menempati urutan peristiwa dengan seberapa populer mereka di antara teman-teman Anda, sehingga Anda dapat mengubah rencana Anda sesuai keinginan. Ini merupakan mesin pencarian "rekayasa sosial."


Nat Turner

http://images.detik.com/content/2013/07/01/68/081926_muda007.jpg
Ketika sepupu Nat Turner berusia tujuh tahun, dia didiagnosis mengidap leukemia, kemudian ia dan pendiri Flatiron, Zachary Weinberg mendapat inspirasi untuk menggunakan data besar untuk meningkatkan pengobatan kanker.

Flatiron tengah mencoba untuk membantu ahli onkologi dengan menggabungkan data pengobatan dari pusat kanker di seluruh negeri. Idenya adalah untuk memberikan dokter sebuah platform yang dapat mereka gunakan untuk membandingkan pengobatan untuk pasien dengan diagnosis yang sama.

"Jika Anda didiagnosis di Augusta, Georgia, sistem dapat memanfaatkan semua data yang berbeda dikumpulkan di seluruh Amerika Serikat untuk dibandingkan," kata Turner. "Kami baru saja kembali ke pusat untuk mengatakan, 'Apakah kau tahu dari empat atau lima perawatan ini telah bekerja lebih baik daripada yang Anda pikirkan, bahkan untuk pasien yang tidak ada harapan?"

Matthew Brimer
http://images.detik.com/content/2013/07/01/68/082001_muda008.jpg
Jika pendidikan perguruan tinggi Anda tidak cukup mempersiapkan Anda untuk bekerja di sebuah perusahaan teknologi, General Assembly mungkin bisa membantu. Perusahaan ini telah menciptakan sebuah jaringan kampus yang menawarkan kelas teknologi, bisnis dan desain.

"Pendidikan adalah membutuhkan beberapa inovasi nyata," kata pendiri Matius Brimer. "Ini merupakan industri yang tidak banyak berubah dalam berabad-abad, bisa dibilang, namun dunia berubah, teknologi berubah, pekerjaan yang tersedia, bagian ekonomi yang berkembang, semua itu berubah."

General Assembly menawarkan delapan minggu untuk membahas topik secara mendalam, seperti ilmu data dan desain. Ia juga menawarkan pelajaran singkat, termasuk kursus kilat tiga sesi dalam meningkatkan permodalan, diajarkan oleh partner di sebuah perusahaan.


Matt Galligan

http://images.detik.com/content/2013/07/01/68/082029_muda009.jpg
Pendiri Matt Galligan menjelaskan aplikasi barunya, Circa: Catatan Cliffs untuk berita. Aplikasi ini menyediakan fakta cepat pada cerita-cerita utama hari ini yang bisa dibuka pengguna melalui smartphone.

Aplikasi ini adalah pendekatan mobile pertama untuk meng-update berita. Pengguna dapat mengikuti cerita dan mendapatkan pemberitahuan ketika berita itu berkembang.

Galligan sendiri adalah seorang pengusaha serial dan mengatakan dia tidak akan berhenti dengan Circa.

"Otak gila saya berpikir tentang bagaimana reformasi pendidikan dalam 20 tahun dan hal-hal seperti itu," katanya. "Ide-ide besar adalah apa yang akan membuat negara dan dunia terus berkembang di beberapa beberapa tahun ke depan."


Dari Buruh Pabrik, Wanita Ini Sekarang Lebih Kaya dari Donald Trump dan Oprah

http://images.detik.com/content/2013/07/03/68/zhang.jpgFoto: Forbes
Jakarta - Zhang Xin tumbuh di dalam keluarga miskin, dan pada umur 14 tahun dia memulai pekerjaannya sebagai buruh di pabrik. Sekarang wanita ini lebih kaya dari Donald Trump, Steven Spielberg, dan Oprah Winfrey.

Saat ini, Zhang menjadi pengusaha pengembang properti di China, dan merupakan wanita terkaya nomor 7 di dunia dengan kekayaan US$ 3,6 miliar atau Rp 34,2 triliun menurut majalah Forbes. Zhang lebih kaya US$ 800 juta dari Oprah Winfrey.

Zhang berperan dalam mengubah wilayah pinggiran China menjadi modern dengan logo perusahaannya yaitu SOHO, yang terlihat di banyak gedung-gedung di Beijing.

Soho telah banyak membuat gedung-gedung dan properti di Beijing yang juga menjadi icon. Sekarang, SOHO berekspansi ke Shanghai dengan membangun 11 proyek properti.

Wanita yang saat ini berumur 47 tahun ini, lahir di Beijing sebelum masa revolusi Mao Zedong di keluarga miskin. "Saya lahir dan tumbuh saat kota sangat tenang. Tak ada mobil, toko-toko, lampu-lampu, mesin-mesin. Orang-orang hanya naik sepeda saja," ujar Zhang dikutip dari CNN, Rabu (3/7/2013).

Saat umur 14, Zhang dan ibunya pindah ke Hong Kong dan menghabiskan 5 tahun sebagai buruh pabrik bergaji rendah, mulai dari pabrik mainan, pakaian, dan elektronik. Keduanya terus menabung agar Zhang bisa sekolah di Inggris.

"Sebagai imigran baru di Hong Kong dan tidak berpendidikan, kami tidak bisa berbicara dengan dialek lokal. Saat ini merupakan masa-masa sulit bagi kami tinggal di Hong Kong," ujar Zhang.

Selama 5 tahun bekerja sebagai buruh pabrik, akhirnya Zhang berhasil membeli tiket ke London dan bisa belajar bahasa Inggris. Kemudian Zhang berhasil memperoleh beasiswa ke universitas untuk belajar ekonomi sampai memperoleh gelar master di Universitas Cambridge, dan akhirnya memperoleh pekerjaan pertama di Goldman Sachs New York.

Memperoleh hidup layak di Wall Street tak membuatnya puas, Zhang kembali ke Beijing lalu bertemu suaminya dan berdua memulai bisnis SOHO.

"Saat itu banyak ketertarikan orang berbicara soal mengubah China. Saya merasa negara ini benar-benar akan bertransisi, dan saya mau menjadi bagian dari perubahan ini," kata Zhang.

Sejak Zhang dan suaminya Pan Shiyi mendirikan SOHO China di 1995, perusahaan tersebut sekarang menjadi pengembang properti terbesar di China. Mempunyai 56 juta kaki persegi properti strategis di Beijing dan Shanghai.

Karena kisahnya yang sangat inspiratif, Zhang memiliki 5 juta pengikut (follower) di Weibo, sebuah media sosial China seperti Twitter.

Di samping kesuksesan dan kekayaannya, Zhang tak mau terjebak dalam harta dan kemewahan. Dia pun meminta anaknya yang berumur 14 tahun untuk mencari kerja di McDonald's atau KFC. "Tidak mudah menjadi anak saya karena kekayaan yang ada. Kami mencoba untuk memberi anak-anak kehidupan yang normal," kata Zhang.

Selasa, 19 Juni 2012

10 Ide Bisnis Gila Bernilai Triliunan Rupiah

img
Ada yang bilang kesempatan hanya datang sekali. Tapi bagi pemilik ide-ide bisnis brilian, kesempatan bisa datang berkali-kali. Pitching bisnis mudah diperoleh, tapi mewujudkan ide-ide brilian Anda menjadi nyata adalah sesuatu yang baru, beda dan susah-susah gampang.

Banyak pengusaha yang hanya bermula dari sebuah ide sederhana berhasil secara efektif menyulap 'khayalan' mereka jadi bisnis super menguntungkan. Nama-nama seperti Bill Gates, Larry Ellison dan Mark Zuckerberg biasanya langsung muncul di benak kita begitu memikirkan pebisnis yang kaya raya dari ide sederhana mereka.

Anda tidak harus tinggal di Silicon Valley atau Seattle untuk mengubah ide Anda jadi ratusan milyar rupiah. Jadi, apa yang harus kita lakukan? Mungkin cerita berikut ini bisa menjadi inspirasi Anda. Inilah sepuluh orang kaya yang berhasil mewujudkan idenya jadi bisnis bernilai ratusan milyar, dilansir dari CNBC, Selasa (19/6/2012):

1. Chris dan Robin Sorensen Firehouse Subs

img

Chris and Robin Sorensen masih bekerja sebagai pemadam kebakaran di Florida ketika mereka punya ide membuka kedai sandwich berdasarkan sejarah 200 tahun keluarganya memadamkan api. Pada 1994, mereka meminjam kartu kredit saudara ipar Robin dan membuka kedai pertamanya. Kedai ini didekorasi dengan peralatan pemadam api dan lukisan dinding buatan tangan sehingga mirip dengan suasana gedung pemadam kebakaran setempat.

Kini Firehouse Subs sudah jadi bisnis waralaba yang sangat populer dengan 514 lokasi outlet dan waralaba di seluruh AS. Pada 2011, Firehouse Subs meraup total penjualan US$ 284,9 juta (Rp 2,5 triliun).

2. Mary Ellen Sheets Two Men and a Truck

img

Mary Ellen Sheets tidak pernah membayangkan bahwa pekerjaan mengangkut sampah bisa jadi perusahaan bernilai ratusan juta dolar. Di awal 1980an, putra Sheet yakni Jon dan Brig Sorber mulai kerja serabutan di lingkungan tempat tinggalnya. Menggunakan truk pickup untuk mengangkut sampah, menyapu halaman orang dan memindahkan furnitur.

Saat Jon dan Brig Sorber kuliah, panggilan telepon terus datang. Maka Mary Ellen mempekerjakan dua pria dan beli satu truk lagi seharga US$ 350. Pertamanya hanya hobi, tapi di akhir 1980an Mary Ellen memutuskan berhenti kerja untuk fokus mengurus bisnisnya. Dia juga nekat membuat waralaba.

Saat ini Two Men and a Truck punya 224 lokasi di 34 negara bagian. Brig telah menggantikan ibunya sebagai CEO namun Mary Ellen masih menjabat sebagai anggota direksi dan Jon sebagai eksekutif. Pada 2011, Two Men and a Truck meraup penjualan sebesar US$ 220 juta.

3. Bert dan John Jacobs Life is Good

img

Bert dan John Jacobs merancang kaus pertama mereka pada 1989 dan menjualnya di jalanan Boston serta kampus-kampus sepanjang East Coast/pesisir timur. Namun sudah lima tahun, kesuksesan tak kunjung menghampiri. Lalu pada 1994, mereka mendapat ide memakai desain tokoh kartun bernama Jake dan moto "Life is Good". Orang-orang sepertinya langsung terkesima dengan pesan sederhana tentang optimisme ini. Kaus "Life is Good" langsung laku keras di setiap pameran jalanan setempat dan peritel sangat tertarik dengan kaus ini.

Kini wajah Jake dan moto "Life is Good" tak hanya bisa dijumpai di atas kaus. Kita bisa menemukan Jake dan karakter lainnya tersenyum di berbagai produk. Mulai dari cangkir kopi hingga tali kekang anjing peliharaan. Kehidupan Bert dan John kini sekarang tentu sangat baik dengan meledaknya bisnis mereka yang meraup penjualan US$ 100 juta sepanjang 2011.

4. Geoff, Dave dan Catherine Cook myYearbook

img

Dua bersaudara Dave dan Catherine Cook baru saja pindah ke SMA baru ketika mendapat ide tentang buku tahunan online untuk bertemu teman-teman baru. Sebagai permulaan, mereka minta bantuan saudaranya, Geoff Cook yang sudah merintis dan menjual sebuah bisnis semasa kuliah. Pada 2005, Geoff jadi investor pertama dan CEO myYearbook. Hanya dalam 9 bulan pertama, situs ini punya satu juta pengguna. Seiring terus berkembangnya perusahan, myYearbook meninggalkan lingkungan sekolah dan menghubungkan orang-orang secara umum.

Pada November 2011, situs jejaring sosial Quepasa membeli myYearbook senilai US$ 100 juta dalam bentuk tunai dan saham. Pada Juni 2012, myYearbook melakukan rebranding sebagai MeetMe. Ketiga bersaudara Cook masih bekerja di perusahaan ini dengan Geoff sebagai CEO. Langkah besar berikutnya bagi MeetMe adalah merjer dengan Quepasa yang akan melipatgandakan jumlah pengguna dari 40 menjadi 80 juta orang, menurut Geoff Cook.

5. Jennifer Telfer Pillow Pets

img

Ide Pillow Pets muncul setelah Jennifer Telfer melihat putranya meremukkan boneka-boneka supaya bisa ditiduri seperti bantal. Dia kemudian menciptakan boneka hewan yang bisa dilipat menjadi bantal empuk. Jennifer dan suaminya memutuskan untuk menjual produk-produk ini pada 2003 melalui perusahaannya sendiri, CJ Company.

Mereka mulai menjajakannya di kios mal selama musim liburan. Di akhir tahun, Jennifer memperkenalkan Pillow Pets di sebuah acara dan nyaris semua dagangannya laris manis. Sejak itu, boneka empuk ini luar biasa populer dan mencatat penjualan US$ 300 juta pada 2010.

6. Tom dan Kate Chappell Tom's of Maine

img

Tom dan Kate Chappell pindah ke Maine pada 1968 dengan harapan menyederhanakan kehidupan mereka. Ketika mereka menyadari betapa sulitnya menemukan makanan dan produk natural tanpa proses pengawet atau tambahan bahan kimia, Tom dan Kate memutuskan membuat dan menjual barang-barang yang mereka cari untuk dirinya sendiri. Mereka meminjam US$ 5.000 untuk memulai Tom's of Maine pada 1970 dan menyalurkan shampo serta produk perawatan tubuh lainnya ke toko-toko makanan natural.

Terobosan mereka baru tiba lima tahun kemudian saat mereka meluncurkan produk andalannya, pasta gigi Tom's of Maine. Pada 1999, penjualan melampaui US$ 40 juta dan pada 2006, Colgate Palmolive membeli 84% kepemilikan Tom's of Maine seharga US$ 100 juta. Kini pasutri Chappell punya usaha baru, Rambler's Way Farm yang memproduksi garmen dari wol.

7. Jim Koch Boston Beer Company

img

Bir sudah mendarah daging dalam diri Jim Koch. Ayahnya merupakan brewer/ pembuat bir generasi kelima, namun Jim meninggalkan bisnis keluarganya ketika banyak pengusaha bir besar mengambil alih pasar. Jim kembali ke akarnya ketika dia melihat orang-orang menginginkan sesuatu yang berbeda. Lalu dia mengorek-ngorek resep lama sang kakek dan mulai meracik minuman di dapurnya.

Ketika sampel minumannya sudah sempurna, Jim mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai konsultan manajemen dan keliling dari bar ke bar di Boston untuk menjual Samuel Adams Boston Beer Lager. Saat ini, perusahaan Jim merupakan produsen bir terbesar dengan lebih dari 30 gaya bir berbeda. Birnya masih menggunakan bahan-bahan alami seluruhnya yang dipilih sendiri oleh Jim dari berkeliling dunia. Bir ini diracik menggunakan metode pembuatan tradisional.

Kerja keras Jim berbuah manis. Perusahaan ini mengatakan, sudah memenangkan banyak penghargaan di kompetisi cicip bir lebih banyak daripada produsen bir lainnya di dunia. The Boston Beer Company membukukan pendapatan persih US$ 513 juta pada 2011.

8. Joel Glickman KNEX

img

Ini terjadi di sebuah resepsi pernikahan. Joel Glickman, pria berusia 50 tahun yang bekerja untuk usaha keluarganya di bidang plastik sedang duduk di meja dan mulai memotong lalu menyambungkan serangkaian sedotan menjadi satu. Ciptaannya ini memberi dia ide tentang mainan konstruksi plastik dan ide ini segera menjadi obsesi. Setelah ditolak Hasbro dan Mattel, Gickman memutuskan mengambilkan resiko besar dan mundur dari usaha plastik keluarganya untuk membuat mainannya sendiri.

Pada 1993, tak lama setelah K'NEX diluncurkan di pasar, pendiri Toys R Us' mengatakan produk Joel adalah hal terbaik yang pernah dilihatnya selama bertahun-tahun. Empat tahun kemudian, penjualan mainan K'NEX sudah berkembang hingga sekitar US$ 100 juta. Glickman pensiun, tapi ketika bisnis memburuk dia kembali bekerja dan bisnisnya meledak lagi. Perusahaan memperkirakan penjualan mereka mencapai US$ 100 juta pada 2012.

9. Jim McCann 1-800-FLOWERS.COM

img

Jim McCann adalah seorang bartender dan pekerja sosial yang mencari cara supaya ada tambahan penghasilan. Kemudian dia membeli sebuah toko bungan seharga US$ 10,000 pada 1976. Bisnisya pun segera berkembang hingga 13 outlet di area New York. Namun belum begitu meledak hingga Jim membeli nomor telepon 1-800-FLOWERS pada 1986. Perusahaan McCann merupakan yang pertama kalinya menggunakan nomor telepon seperti itu dan ide marketing sederhana ini membuktikan keampuhannya.

Jim juga memastikan tidak pernah ketinggalan teknologi sehingga dia termasuk orang pertama yang memanfaatkan internet sedini mungkin pada 1991. 1-800-FLOWERS go public dan menambahkan .com ke dalam namanya. Perusahaan yang berekspansi dengan mengakuisisi perusahaan seperti The Popcorn Factory dan Fannie May ini melaporkan total pendapatan US$ 689.8 juta di tahun keuangan 2011.






10. Sara Blakely Spanx

img

Suatu malam, Sara Blakely memotong ujung stokingnya dan dari sinilah ide Spanx lahir. Berbekal tabungan US$ 5.000, Blakely melakukan riset. menulis patennya untuk stoking tanpa kaki dan berkeliling North Carolina memohon para pemilik pabrik untuk membuatkan produknya. Sebagian besar mengatakan, produk Blakely tidak akan laku. Namun ada satu pemilik pabrik yang memutuskan untuk mencoba dan membantu Blakely mewujudkan ide gilanya.

Pada 2000, sampelnya sudah disempurnakan dan Blakely mulai mendekati pembeli department store kelas atas. Dalam tiga bulan pertama, Blakely menjual lebih dari 50,000 pasang stoking tanpa kaki hanya dari belakang apartemennya. Kini ide gila Blakely sudah berkembang menjadi serangkaian produk lengkap yang terjual di seluruh dunia. Pada Maret lalu, Blakely masuk dalam daftar Forbes World's Billionaires 2012 dengan perkiraan nilai perusahaannya nyaris mencapai US$ 250 juta.










Selasa, 05 Juni 2012

5 Cara LipatGandakan Investasi Anda

img
Jakarta - Mendengar kata 'melipatgandakan investasi' selalu terdengar menarik di telinga investor. Mungkin hal itu datang dari hati kecil setiap investor yang ingin investasinya tumbuh lebih cepat.

Banyak sumber yang bisa Anda ikuti dalam melipatgandakan investasi, bisa itu dari ngobrol-ngobrol bersama teman, info dari orang dalam sampai tips dari perencana keuangan yang andal.

Semuanya bisa Anda ikuti sesuai dengan cara yang dirasa paling tepat dan efektif. Tetapi perhatikan dan targetkan investasi Anda, jangan sampai serakah dan tidak punya batas, yang seperti ini ujung-ujungnya malah bisa hilangnya investasi Anda.

Berikut ini adalah pola dan cara yang bisa anda jadikan pakem untuk memberi nilai tambah dalam investasi Anda, seperti dikutip dari Investopedia, Selasa (5/6/2012).

1. Cara kuno, bersabar

img

Investor kawakan yang sudah puluhan tahun berinvestasi biasanya memilih cara klasik ini, karena mereka merasa tidak perlu tergesa-gesa dan pertumbuhan investasi itu butuh waktu.

Jika Anda merasa cara ini cocok, maka Anda bisa mulai mencari saham-saham bluechip yang masih murah atau surat utang alias obligasi perusahaan yang sedang naik daun. Meski nilai investasi Anda tidak akan berlipat ganda hanya dalam setahun, tapi secara perlahan tapi pasti menuju ke arah sana.

Anggaplah saham bluechip Anda tumbuh 10% per tahun dan imbal hasil obligasi 6%, maka dalam jangka waktu sekitar 8-10 tahun investasi Anda akan mulai berlipat ganda.

2. Cara berpikir terbalik

img

Ketika orang lain panik jual saat pasar saham jatuh, sebenarnya ini kesempatan bagi mereka yang berpikir terbalik untuk mulai mengkoleksi saham dengan harga yang murah. Cara berpikir terbalik seperti ini tidak hanya bisa diterapkan di pasar saham. Mencari instrumen investasi di saat belum ngetrend juga termasuk hal yang sama.

Ketika Anda menemukan saham perusahaan yang punya potensi tinggi tiba-tiba terkena koreksi tajam, inilah kesempatan Anda memiliki saham bagus di harga murah, akan Anda harus lakukan riset terlebih dahulu dan jangan sembarang beli.

Cara paling klasik untuk mengetahui apakah saham itu sudah murah adalah melalui rasio price-to-earnings (PER) dan nilai buku perusahaan itu sendiri. Ketika harga sahamnya sudah turun di bawah garis historis tersebut, investor pintar punya kesempatan untuk melipatgandakan uangnya.

3. Cara aman

img

Bagi Anda yang merasa nyaman hanya dengan investasi yang biasa-biasa saja, risiko kecil dan imbal hasil yang standar, cara amanlah yang harus ditempuh. Salah satunya melalui tabungan dana pensiun atau surat utang pemerintah.

Kedua instrumen itu punya imbal hasil yang tidak terlalu besar tetapi relatif lebih aman. Uang anda akan berlipat ganda, tapi perlu waktu, tidak bisa tergesa-gesa.

4. Cara spekulatif

img

Cara lambat dan perlahan mungkin cocok bagi kebanyakan investor, tapi jangan salah, segelintir investor akan bosan dan tertidur di tengah jalan jika memakai cara ini. Jenis investor seperti ini adalah yang menyukai tantangan.

Mereka suka berinvestasi jangka pendek dengan imbal hasil yang cepat didapat meski tidak besar. Jika Anda merasa cara ini cocok, ada beberapa instrumen investasi yang cocok, salah satunya adalah saham di pasar modal.

Dengan berinevstasi di pasar modal, Anda bisa banyak melakukan spekulasi, terutama untuk trading harian. Beli pagi hari di harga murah, berharap sore nanti harganya naik.

5. Cara terbaik

img

Cara yang terbaik bagi beberapa investor bukan berarti cocok bagi orang lain. Tapi setidaknya ada cara yang dianggap paling baik diantara investasi yang lain. Salah satunya adalah menabung di dana pensiun.

Memang hasilnya tidak akan tinggi seperti saham atau obligasi, tapi mengumpulkan uang di dana pensiun sudah terbukti aman dan banyak digunakan orang dalam melipatgandakan uangnya.





Negara Dengan Jumlah Milyuner Terbanyak

Jakarta - Nilai kekayaan global di 2011 tumbuh 1,9% menjadi US$ 122,8 triliun, terbesar dikuasai para milyuner. Negara mana saja yang paling banyak memiliki milyuner di dunia?

Lembaga Bolton Consulting Group (BCG) dalam laporannya menyatakan, kenaikan kekayaan global di 2011 melambat dibandingkan 2010 yang naik 6,8%. Perlambatan tersebut terutama karena ketidakpastian ekonomi global.

"Total jumlah rumah tangga milyuner di 2011 mencapai 12,6 juta di seluruh dunia, naik sekitar 0,9%," demikian isi laporan BCG yang dikutip, Senin (4/6/2012).

Berikut jumlah negara dengan rumah tangga milyuner terbanyak:
  1. AS jumlahnya 5,134 juta, turun dari 2010 sebesar 5,263 juta
  2. Jepang jumlahnya 1,587 juta, turun dari 2010 sebesar 1,640 juta
  3. China jumlahnya 1,432 juta, naik dari 2010 sebesar 1,239 juta
  4. Inggris jumlahnya 411 ribu, sama dengan 2010
  5. Jerman jumlahnya 345 ribu, naik dari 2010 sebesar 320 ribu
  6. Swiss jumlahnya 322 ribu, naik dari 2010 sebesar 317 ribu
  7. Italia jumlahnya 270 ribu, turun dari 2010 sebesar 274 ribu
  8. Taiwan jumlahnya 246 ribu, turun dari 2010 sebesar 247 ribu
  9. Hong Kong jumlahnya 212 ribu, turun dari 2010 sebesar 209 ribu
  10. Prancis jumlahnya 200 ribu, turun dari 2010 sebesar 199 ribu

Sementara dari sisi persentase terhadap keseluruhan jumlah penduduk, persentase rumah tangga milyuner di Singapura paling tinggi yaitu 17% dengan nilai kekayaan US$ 1 juta. Kemudian diikuti Qatar 14,3%, Kuwair 11,8%, dan Swiss 9,5%.

Selain itu BCG juga mendata negara yang memiliki jumlah rumah tangga super kaya dengan kekayaan mencapai US$ 100 juta. Berikut daftar negara dengan jumlah rumah tangga super kaya terbanyak di 2011:
  • AS dengan jumlah 2.928, turun dari 2010 sebanyak 2.989
  • Inggris dengan jumlah 1.125, sama dengan 2010
  • Jerman dengan jumlah 807, sama dengan 2010
  • Rusia dengan jumlah 686, naik dari 2010 sebanyak 607
  • China dengan jumlah 648, naik dari 2010 sebanyak 538


(dnl/ang)

Minggu, 29 April 2012

Pengusaha Sukses Asia Usia di Bawah 50 Tahun

Berambisi, bersemangat tinggi dan berusia dibawah 50 tahun adalah persamaan 10 pengusaha sukses di kawasan Asia ini. Sebagian merupakan pengusaha di industri internet sementara sisanya bergerak di dunia penerbangan, makanan, penambangan batu bara, perkakas elektrik dan perlengkapan olahraga. Lima diantara mereka berasal dari China dan lima pengusaha lainnya dari Pakistan, Malaysia, Jepang, Singapura dan Indonesia.

Daftar yang dikeluarkan oleh Forbes ini menempatkan Yusaku Maezawa, pengusaha Jepang berusia 35 tahun sebagai yang termuda. Dan sama seperti tipekal pengusaha sukses pada umumnya, Maezawa terkenal sebagai sosok yang murah hati. Saat negerinya diguncang gempa dan tsunami pada Maret lalu, ia mendonasikan US$ 3,7 juta untuk para korban bencana.

Untuk mengetahui siapa saja yang menduduki singgasana 10 besar pengusaha sukses Asia under 50, simak ulasan berikut.

#10. Zhou Hongyi, 41

Pengusaha asal Beijing ini adalah pendiri sekaligus pemimpin perusahaan bernama Qihoo 360 (dalam bahasa Indonesia Qihoo berarti “macan ajaib”). Perusahaannya yang telah berusia 6 tahun itu merupakan provider security software terbesar di China dan telah tercatat dalam bursa saham New York pada Maret lalu.

#9. Yusaku Maezawa, 35

Perusahaan Maezawa didirikan di Chiba, Jepang, dan bernama Start Today. Bisnisnya bergerak di bidang penjualan baju yang dioperasikan secara online di laman Zozotown. Start Today yang diluncurkan pada 2004 itu sukses meraup pendapatan sebesar US$ 290 juta.

#8. Vikram Chand, 47

Chand adalah CEO Vega Food, perusahaan penyedia makanan kemasan yang bermarkas di Singapura. Bersama Vega Food, Chand telah sukses memasarkan produknya ke 24 negara di benua Afrika.

#7. Tony Fernandes, 47

Fernandes adalah founder sekaligus CEO maskapai penerbangan Malaysia, AirAsia, plus pemilik Tune Group. Berkat kesuksesannya mengelola maskapai penerbangan yang identik dengan tiket berharga murah itu, Fernandes dinobatkan sebagai Asia Businessman of the Yearoleh Forbes pada 2010 lalu.

#6. Monis Rahman, 41

Pengusaha Pakistan ini adalah founder dan CEO Naseeb Network Inc. Melalui laman Rozee.pk, Rahman sukses mengembangkan situs pencarian kerja hingga menjadi yang terbesar di negerinya dengan 500.000 unique visitor per bulannya.

#5. Jack Ma, 47

Pengusaha China ini adalah founder dan CEO Alibaba Group. Perusahaan yang berlokasi di Hangzou itu memiliki jaringan e-commerce terbesar di negerinya.

#4. Garibaldi Thohir, 45

garibaldi_thohir

Pengusaha Indonesia ini adalah CEO Adaro Energi, perusahaan tambang batu bara yang mengoperasikan secara tunggal penambangan di Tabalong, Kalimantan Selatan dengan cadangan 4,4 miliar ton. Di tanah air, Adaro Energi adalah perusahaan tambang batu bara terbesar kedua setelah PT Kaltim Prima Coal. Sementara di dunia, Adaro Energi merupakan perusahaan dengan penambangan tunggal terbesar keempat.

#3. Don Gao, 45

Sebagai pendiri dan CEO Positec Group, Gao terbilang sukses mengendalikan perusahaan yang berlokasi di Suzhou, China. Bisnisnya bergerak di bidang penyediaan perkakas teknik serta elektrik untuk Black & Decker.

#2. Ding Wuhao, 45

Wuhao adalah Presiden dan Direktur Eksekutif 361 Degrees International. Perusahannya yang bermarkas di Jinjiang City, China, ini menyediakan perlengkapan olahraga dengan target market anak muda.

#1. Charles Chao, 45

Pengusaha asal China ini adalah Presiden sekaligus CEO Sina Corp. Portalnya yakni Sina Weibo, microblogging China yang serupa Twitter, merupakan situs paling populer dan memiliki lebih dari 200 juta pengguna terdaftar per Agustus 2011.

sumber : ciputraentrepreneurship