Senin, 30 Januari 2012

Langkah Jitu Networking Yang Sukses

Kesuksesan seseorang sedikit banyak dipengaruhi oleh faktor koneksi kerja atau networking. Dengan memperluas lingkaran networking Anda, maka kesempatan kerja maupun kesuksesan lebih mudah diraih.

Menyikapi hal ini, banyak orang merasa kesulitan dalam melakukannya, dikarenakan rasa tidak percaya diri atau tidak tahu teknik yang tepat. Menurut situs SheKnows, networking hampir sama dengan proses kencan. Layaknya berkencan, networking membutuhkan sebuah rencana. Menentukan tujuan bisa dilakukan berdasarkan tujuh langkah berikut ini.

1. Tujuan yang Spesifik & Jelas
Anda perlu pekerjaan baru, klien lebih banyak atau memperluas bisnis? Hal ini kurang jelas sifatnya. Tentukan dengan spesifik apa yang sebenarnya ingin Anda capai. Ingin pekerjaan baru di bidang apa, perusahaan apa dan sistem kerja seperti apa dengan range gaji berapa. Hal ini akan mempermudah orang lain untuk membantu Anda.

2. Rancang Lingkup Koneksi Anda
Mungkin hal ini terdengar sulit dan lama, namun membagi orang berdasarkan tujuan memegang peranan penting dalam mencapai tujuan bisnis. Tetapkan networking Anda berdasarkan bulanan, tahunan hingga dua hingga lima tahunan (masa depan).

Contoh: Koneksi jangka pendek berarti menelpon teman untuk makan siang, minum kopi bersama dan membahas perkembangan bisnis terbaru. Jangka panjang berarti menentukan orang-orang di lingkup usaha Anda, entah itu kompetitor, mitra usaha, dan komunitas bisnis yang bisa memperkaya pengetahuan Anda.

Jangka masa depan berarti memperluas lingkup bisnis yang sudah diperkuat seperti mencari koneksi usaha di area yang skalanya lebih besar seperti luar kota/negeri, mencari supplier baru, hingga memanfaatkan promosi di area yang belum terpikirkan sebelumnya.

3. Realistis
Pastikan tujuan networking Anda realistis sesuai dengan rentang waktu yang telah ditentukan (poin 2). Tujuan akan berjalan mulus jika Anda fokus dan terus termotivasi. Jadi pastikan tujuan awal Anda tidak muluk-muluk dan simpel.

4. Selalu Update Koneksi Anda
Memiliki koneksi banyak akan percuma jika Anda tidak melakukan apa-apa dengannya. Hubungilah mereka secara rutin dan biarkan mereka terus ingat pada Anda. Dalam permainan The Sims, hal ini juga selalu diingatkan jika Anda ingin sukses, jangan pernah sampai orang lupa akan diri Anda. Tetap update dengan perkembangan mereka dan juga sebaliknya. Anda tidak akan pernah tahu siapa saja yang bisa menolong Anda.

5. Bersenang-senang
Terkadang, seseorang terlalu serius dan menetapkan tujuan yang terlalu besar sehingga sulit untuk bangkit saat menemui kebuntuan. Bersenang-senanglah. Datang ke setiap acara layaknya Anda mendatangi pesta yang diadakan sahabat akan terasa lebih menyenangkan ketimbang menganggap hal tersebut hanyalah pekerjaan yang harus dilakoni sebagai rutinitas.

6. Evaluasi Diri
Coba evaluasi kembali tujuan yang telah Anda tetapkan. Lakukan perubahan dan penyesuaian jika diperlukan. Meskipun networking berarti berkenalan, bukan berarti Anda tidak perlu mencatatnya. Pindahkan ke jurnal kerja Anda, siapa saja yang telah Anda temui setiap hari. Hal ini memudahkan untuk terkoneksi dan membentuk tujuan baru.

7. Periksa Modal Anda
Bahkan untuk berkencan sekalipun Anda perlu uang. Networking membutuhkan modal untuk membawa klien potensial minum kopi atau makan siang. Dalam skala yang lebih besar, mungkin aktivitas Anda ini dibiayai oleh kantor, namun jika Anda bekerja secara independen, mungkin Anda memerlukan bantuan tenaga akuntan untuk mencatat segala pengeluaran.

sumber: wolipop.com


Anggapan Yang Salah Tentang Faktor Penyebab Sukses

Setiap orang memiliki definisi yang berbeda mengenai makna sukses. Seorang dokter akan mengatakan sukses jika berhasil menyembuhkan pasiennya. Lain lagi bagi seorang guru, dia akan merasa sukses jika anak didiknya berhasil menyerap ilmu yang dia transferkan. Sedangkan Marketer akan mengatakan sukses jika produknya berhasil diserap pasar. “When the mind thinks of success, the outside world mirrors these thoughts” Remez Sasson. Disamping itu, masih banyak yang salah mengerti akan “faktor penyebab” berhasilnya diraih sukses, antara lain :

1. Menganggap sukses identik dengan tingkat pendidikan yang tinggi. Kenyataannya, tidaklah selalu demikian. Banyak dijumpai orang – orang yang tingkat edukasinya rendah (bukan Sarjana / tidak sampai tamat SMA) tetapi sukses dalam bisnis bahkan jadi konglomerat. Mereka – mereka ini bisa sukses karena piawai dan jeli melihat peluang yang ada. “Your mind is the generator of failure, and also the generator of success” Remez Sasson

2. Menganggap sukses identik dengan tidak melakukan kesalahan. Siapa yang tidak akan pernah melakukan kesalahan ? Justru karena melalui kesalahanlah, Thomas Alfa Edison sukses menemukan listrik. “Strong people make as many mistakes as weak people. Difference is that strong people admit their mistakes, laugh at them, learn from them. That is how they become strong” Richard Needham

3. Menganggap sukses identik dengan kerja yang tanpa adanya batasan waktu. Kerja tanpa adanya batasan waktu, menunjukkan bahwa orang tersebut tidak professional pada pekerjaannya karena tidak memiliki time management. Seorang professional, tahu benar kapan harus mengawali dan mengakhiri pekerjaannya dengan hasil yang terbaik. Professionalism : It’s NOT the job you DO, It’s HOW you DO the job.

4. Menganggap sukses identik dengan birokrasi yang sudah ditentukan. Di era yang serba praktis, semua bentuk birokrasi yang bertele – tele, complicated dan rumit, sudah sewajarnya disederhanakan. Karena selain tidak efisien, juga akan menurunkan produktivitas. “Professionalism knows how to do it, when to do it, and doing it” Frank Tyger

5. Menganggap sukses identik dengan petunjuk atasan. Petunjuk dibutuhkan jika acuan kerja belum ada atau masih ragu dan bimbang. Kemandirian dan kreativitas tidak akan timbul atau berkembang jika selalu tergantung pada orang lain. “Professional are people who do jobs well even when they don’t feel like it”

6. Menganggap sukses identik dengan keberuntungan. Tanpa adanya usaha yang ulet, semangat dan serius, tidaklah mungkin keberuntungan akan mendatangi diri seseorang ibarat hujan emas dari langit. “The golden opportunity you are seeking is in yourself. It is not in your environment; it is not in luck or chance, or the help of others; it is in yourself alone” Orison Swett Marden

7. Menganggap sukses identik dengan banyak uang. Sejujurnya, uang memang dibutuhkan tetapi jika tidak tahu cara memanfaatkannya secara bijaksana maka seseorang tidak saja akan menjadi budak bagi uangnya tetapi juga tidak akan bisa menjadi tuan bagi uangnya. “Money is better than poverty, if only for financial reasons” Woody Allen

8. Menganggap sukses identik dengan pengakuan. Logikanya, sukses yang sesungguhnya adalah didasarkan oleh apa yang tertampak / nyata dan bukanlah dikarenakan oleh pengakuan atau penilaian dari orang lain. “There are things to confess that enrich the world, and things that need not be said” Joni Mitchell

9. Menganggap sukses identik dengan tercapainya tujuan. Tujuan adalah sasaran yang ingin dicapai tetapi itu bukanlah akhir dari perjalanan. Tetapi adalah awal tujuan yang lain. “We are made wise not by the recollection of our past, but by the responsibility for our future” George Bernard Shaw

10. Menganggap sukses identik dengan berakhirnya kesulitan. Hidup adalah perjuangan yang penuh dengan rintangan dan tantangan. Yang namanya kesulitan, pasti akan dialami. Yang menjadi masalah, mau atau tidak dihadapi. Jika lari dari kenyataan / tidak mau menghadapinya maka sampai kapanpun juga, kesulitan tersebut selain tidak akan bisa tersirnakan, kwantitasnya juga akan semakin banyak. “In the middle of every difficulty lies opportunity” Albert Einstein. Sukses atau tidak dalam hidup ini, andalah yang tahu / penentunya.“Attaining peace of mind, happiness and good relationships also mean success” Remez Sasson

Minggu, 29 Januari 2012

10 Kisah Orang-orang yang Sukses Besar Setelah Resign

Pernahkah Anda berharap ingin berhenti dari pekerjaan sekarang dan mewujudkan mimpi Anda? Bisa saja nasib baik berpihak Anda, seperti orang-orang ini. Mereka bisa mendulang sukses setelah meninggalkan pekerjaan yang memberikan mereka gaji tetap.

Kesuksesan setelah berhenti dari pekerjaan kantoran Anda memang bukan jaminan. Namun untuk beberapa orang bisa beruntung setelah mengatakan 'Saya berhenti". Dengan kerja keras dan kebulatan tekad, mereka kini bisa berbalik mendulang sukses.

Berikut kisah sukses orang-orang setelah berhenti dari pekerjaannya. Orang-orang ini bisa mendulang jutaan dolar dan menciptakan kekayaannya sendiri. Berikut 10 orang-orang beruntung itu, seperti dikutip dari CNBC, Rabu (26/1/2012).

1. Shep dan Ian Murray, Vineyard Vines



Dua bersaudara, Shep dan Ian Murray ini merasa frustasi dengan pekerjaan mereka di belakang meja pada sebuah perusahaan di Manhattan. Shep Murray sebelumnya adalah seorang Account Executive di sebuah perusahaan periklanan, sementara Ian Murray bekerja di sebuah perusahaan public relation kecil. Pada tahun 1998, Shep Murray mengundurkan diri, disusul saudaranya 10 menit kemudian.

Mereka selanjutnya mengambil tunai dari kartu kredit untuk mulai mendirikan Vineyard Vines, sebuah dasi yang berbasis di Martha's Vineyard. Ide mereka mengambil uang tunai dari kartu kredit sempat dicemooh dan dinilai bodoh.

Pada awalnya, mereka menjual dasi-dasi itu di tas ransel, di pantai, di kapal dan di bar. Mereka menjual habis 800 dasi dalam pekan pertama. Mereka dengan cepat memasannya lagi, membayar utang dan pindah ke kantor pertamanya. Satu dekade kemudian, bisnis mereka kini meliputi seluruh clothing line.

Saat ini ada 18 toko ritel Vineyard Vine di seluruh negara, dan jaringannya dapat ditemukan di hampir 500 toko. Vineyard Vine diperkirakan mampu mencetak penjualan hingga US$ 100 juta pada tahun 2011.

2. Rick Wetzel dan Bill Phelps, Wetzel's Pretzels



Rick Wetzel dan Bill Phelps dulunya sama-sama bekerja di Nestle ketika konsep Wetzel's Pretzels terlahir. Keduanya sedang dalam perjalanan bisnis ketika Wetzel mengatakan kepada Phelps tentang ide istrinya untuk membuat pretzel yang besar dan lembut dan dijual di mal. Malam itu, mereka duduk di bar dan menggambarkan rencana bisnisnya pada sebuah kain serbet.

Wetzel kemudian menjual Harley Davidson miliknya untuk mendanai bisnis yang dijalankannya di waktu senggang itu. Mereka menggandeng partner untuk menciptakan resep di dapur Phelp. Dan ketika waktunya tiba untuk membuka toko, mereka mencoba meyakinkan pemilik mal untuk datang ke rumah mereka dan mencoba kreasinya. Dan ternyata pemilik mal itu menyukai rasanya, sehingga mau menyewakan tempat untuk toko pertama Wetzel's Pretzels.

Itu adalah tahun 1994. Setahun kemudian, Wetzel dan Phelps mendapatkan keberuntungannya ketika mereka mendapatkan beberapa paket penawaran (untuk berhenti) dari Nestle. Mereka membuka lagi beberapa toko sebelum memutuskan untuk mewaralabakannya pada tahun 1995. Saat ini tercatat ada 250 toko Wetzel's Pretzel di seluruh AS, dengan lokasi di Jepang dan India diharapkan dibuka pada tahun ini. Penjualan di seluruh wilayah diperkirakan mencapai US$ 100 juta dengan pertumbuhan penjualan mencapai 9% pada tahun 2011.

3. Terry Finley, West Point Thoroughbreds



Terry Finley menyelesaikan tugas militernya pada tahun 1990 ketika dia dan istrinya, Debbie kemudian membeli kuda seharga US$ 5.000. Kuda yang diberi nama Sunbelt itu memenangkan pacuan pertamanya dan Finley pun tersangkut.

"Melakukan apa yang Anda cintai dan membuatnya profesional adalah jauh lebih baik ketimbang hanya sekedar bekerja untuk hidup," jelas Finley.

West Point Thoroughbreds sekarang membeli 20-25 kuda setiap tahun, membentuk kelompok investor yang dapat meraup laba ketika kuda-kudanya menang, mengembangbiakkan dan menjual. Sejak tahun 2007, kuda-kuda mereka telah memenangkan lebih dari 20% pacuan, sehingga membuat mereka bisa meraup US$ 16 juta. Penjualan tahunan mereka mencapai US$ 7 juta.

4. Dana Sinkler dan Alex Dzieduszycki, Terra Chips



Dana Sinkler dan Alex Dzieduszycki sebelumnya bekerja untuk chef bintang, Jean-Georges Vongerichten di restoran bintang empatnya, Lafayette di New York. Mereka kemudian memutuskan berhenti dan memulai bisnia ketering pertamanya. Mereka ingin menciptakan sebuah sajian khusus untuk disajikan di bar, namun mereka ingin sesuatu yang berbeda dari elaborasi satu piringan penuh sayuran atau crudité platters, yang populer pada saat itu. Jadi pada tahun 1990, mereka bereksperimen dengan menggoreng sayur-sayuran di dapur apartemen kecil Sinkler.

Dan ternyata keripik sayur-sayuran kreasi mereka 'Terra Chips' menjadi sangat populer dan bisa dijual di toko. Sebuah perusahaan swasta membeli 51% saham mereka pada tahun 1995, dan pada tahun 1998 Hain Celestial membeli Terra Chips sebagai bagian dari kesepakatan senilai US$ 80 juta dengan 3 perusahaan lain. Pada saat itu, ujar Dzieduszycki , Terra Chips memiliki penjualan hingga US$ 23 juta.

Sinkler dan Dzieduszycki telah bergerak ke perusahaan baru. Sinkler kini telah memulai bisnis restoran baru yang disebut Hubee D's, sementara Dzieduszycki memulai Julian's Recipe, yang menjual waffle beku.

5. Adam Lowry dan Eric Ryan, Method



Adam Lowry dulunya bekerja sebagai ilmuwan iklim, sementara Eric Ryan bekerja di bidang periklanan. Keduanya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan mengembangkan bisnis produk pembersih yang ramah lingkungan, Method. Pada saat itu tidak banyak pilihan untuk produk kebersihan yang tidak mengandung unsur-unsur kimia berbahaya. Sehingga dua orang yang berteman baik sejak anak-anak itu mulai melakukan riset dan Lowry bahkan mencampur bahan kimia di bak cuci apartemen mereka.

Mereka juga menarik uang tunai dari kartu kredit, dan menggabungkan dana hingga US$ 200.000 dari keluarga, teman dan memulai Method pada tahun 2000. Method telah menjadi sebuah perusahaan swasta dengan pertumbuhan paling cepat di Amerika dengan produk sekitar 100 mulai dari sabun tangan hingga sabun cuci piring dan pembersih kamar mandi. Pendapatan kotor perusahaan itu diperkirakan mencapai US$ 100 juta.

6. Rod Johnstone, J/Boats



Rod Johnstone berusia 38 tahun dan bekerja sebagai sales untuk publikasi kapal ketika memutuskan untuk berhenti dan mewujudkan mimpi perahu layarnya. Ia semula sangat menikmati, namun kemudian merasa pertumbuhannya tidak cukup cepat. Orang tuanya kemudian mendonasikan kayu yang bernilai beberapa ratus dolar, dan Johnstone kemudian mulai membangun kapal di garasinya. Satu setengah tahun kemudian kapal impiannya rampung dan ia mulai mengikutkannya dalam perlombaan. Didorong oleh kesuksesannya, Johnstone memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan mewujudkan impiannya.

Itu adalah tahun 1977. Setelah itu, J/Biats telah membangun lebih dari 13.000 kapal, dari yang kecil hingga kapal pesiar mewah sehingga mendatangkan pendapatan hingga jutaan dolar. Desain awal Johnstone, J/24 kini ada di Sailboat Hall of Fame.

7. Andy Schamisso, Inko's White Tea



Pada tahun 2002, Andy Schamisso bekerja sebagai public relations namun tidak merasa nyaman. Suatu hari, ketika istrinya tidak dapat menemukan teh putih yang jarang untuk es tehnya, Schamisso menemukan panggilannya. Ketika sedang mencarinya di internet, ia menemukan keuntungan keseatan dan memutuskan membawa resep istrinya ke orang lain.

Jadi setelah 13 tahun di perusahaan PR, Schamisso memutuskan untuk berhenti bekerja dan memulai Inko’s White Tea, yang dinamakan seperti anjingnya. Setelah mendapatkan cukup uang untuk membuat 6.000 kotak, Schamisso pergi ke jalanan di New York untuk menjual produknya. Setahun kemudian, order sudah beruba dari kardus-kardus ke truk-truk. Saat ini ada 14 jenis Inko’s White Tea di pasar. Dalam beberapa tahun terakhir, penjualan tahunan perusahaan mencapai US$ 3 juta.

8. Kim dan Beaver Raymond, Marshmallow Fun Company



Kim dan Beaver Raymond, keduanya sama-sama mengatakan "Saya Berhenti" setelah mainan yang semula mereka ciptakan untuk anak-anak mereka berubah menjadi mainan yang sangat hits. Dua bersaudara itu sebelumnya sama-sama bekerja di industri fesyen. Pada tahun 2002, mereka membuat mainan tembakan dari pipa PVC untuk pesta ulang tahun anak mereka. Dipicu oleh kesuksesan pertempuran makanan yang mereka saksikan, pasangan itu dan beberapa temannya kemudian menggambarkan bagaimana membangun dan memasarkan mainan baru tersebut.. dan Marshmallow Fun Company terlahir.

Pada tahun 2010, Marshmallow Fun Company menjual lebih dari 7 juta tembakan mainan anak-anak.

9. Rocky Patel, Rocky Patel Cigars



Rocky Patel merupakan pengacara entertainment Hollywood, sebelum akhirnya sukses mengembangkan bisnis cerutu. Setelah didekati untuk kemungkinan memroduksi brand cerutunya sendiri, Patel memutuskan untuk mengubah kecintaannya menjadi sebuah karir. Padahal teman-teman dan koleganya telah mengingatkan dia yang akan meninggalkan praktik hukumnya untuk industri yang ia belum ketahui. Namun Patel melihat sebuah kesempatan untuk menciptakan produk yang ia pikir hilang dari pasar. Jadi iapun meninggalkan bisnis hukum dan mulai memroduksi cerutu pada tahun 1996, mengubah rumahnya di California menjadi kotak tembakau.

Setelah awal yang sangat sulit, Patel memutuskan untuk memindahkan bisnisnya ke Florida dimana sebagian besar perusahaan cerutu AS berada. Ia mendapat sukses besar pada tahun 2003 dengan Rocky Patel Vintage Series yang mendapatkan peringkat tinggi dan pujian.

Rocky Patel Cigars saat ini memroduksi 200.000 cerutu setiap tahunnya, dengan penjualan lebih dari US$ 40 juta pada tahun 2011.

10. Paul English, Kayak



Paul English bekerja di sebuah perusahaan modal, Greylock pada tahun 2004 ketika Steve Hafner yang mendirikan Orbitz mengungkapkan ide untuk membuat perusahaan perjalanan yang berbeda. Setelah melakukan pertemuan selama 1 jam dan 3 gelas minuman, English dan Hafner membentuk Kayak, sebuah mesin pencari perjalanan online. English pun berhenti dari pekerjaannya di Greylock dan mulai menjadi chief technology officer untuk website baru itu.

Kayak menjadi tempat pencarian ratusan situs perjalanan yang lengkap karena ada tarif pesawat, hotel, sewa mobil dan kini berada di peringkat 1 untuk pasar tersebut. Kayak juga menyampaikan dokumen untuk IPO pada tahun 2010, meski hingga kini belum juga dilakukan. Perusahaan tersebut dilaporkan meraup pendapatan hingga US$ 170,6 juta pada 9 bulan pertama di 2011. Kayak memproses 670 juta pengguna informasi perjalanan dan memiliki 5 juta download aplikasi mobile pada periode tersebut.

Selasa, 03 November 2009

Bakso Malang Kota "Cak Eko" The Winner Indonesia Franchise Start Up 2009

Tepat pada tanggal 28 Oktober 2009 di hari sumpah pemuda pada pukul 22.00 WIB bertempat di Hotel Gran Melia Bakso Malang Kota "Cak Eko" dinobatkan sebagai :





THE WINNER INDONESIA FRANCHISE START UP 2009

Penghargaan ini tiap tahun rutin diadakan oleh Majalah Info Franchise dan Asosiasi Franchise Indonesia.

Pada tahun 2008 Bakso Malang Kota "Cak Eko" menyabet penghargaan The Best In Business Prospect Indonesia Franchise Start Up dan di tahun 2009 ini berdasarkan penilaian dari tim juri maka Bakso Malang Kota "Cak Eko" menyabet penghargaan sebagai The Winner Indonesia Franchise Start Up 2009 setelah menyisihkan berbagai merek franchise di Indonesia.

Tentunya keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras tim manajemen Bakso Malang Kota "Cak Eko" untuk bahu membahu memperbaiki kinerjanya dari tahun ke tahun.

Semoga dengan penghargaan ini dapat makin memacu semangat tim manajemen makin bekerja keras untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumen dan mitra.

Salam Franchise!!!!!

Jumat, 12 Desember 2008

Bakso Malang Kota "Cak Eko" Dinobatkan Sebagai Franchise Indonesia Dengan Prospek Bisnis Terbaik 2008

Setelah menjalani proses penilaian selama 3 bulan oleh tim seleksi dari Majalah Info Franchise yang meliputi aspek entrepreneurship, business concept, marketing relationship, business prospect, maka ditetapkanlah 10 finalis dari perusahaan-perusahaan franchise yang selanjutnya diundang untuk melakukan presentasi di depan juri pada tanggal 9 Desember 2008 bertempat di Hotel Oasis Amir. Saya saat itu kebagian presentasi pukul 14.00 s/d 14.45 dengan tetap membawakan strategi PDB (Positioning, Diferensiasi dan Branding) untuk pengembangan franchise Bakso Malang Kota "Cak Eko" yang saya miliki. Pada tanggal 11 Desember para Finalis diundang untuk Malam Penganugerahan Franchise Of The Year 2008 di Hotel Le Meredien Jl.Jend.Sudirman. Acara dimulai pada pukul 19.00 WIB dan di sela acara ada seminar dengan tema Anti Marketing yang disampaikan oleh Kafi Kurnia. Pada pukul 21.30 diumumkanlah satu-persatu kategori. Alhamdulillah Bakso Malang Kota "Cak Eko" meraih penghargaan sebagai Franchise Indonesia Yang Mempunyai Prospek Bisnis terbaik 2008. Penghargaan langsung diberikan oleh bapak Anang Sukandar selaku Ketua Asosiasi Franchise Indonesia. Dengan penghargaan ini saya makin terpacu untuk secepatnya mewujudkan Visi yang telah saya tetapkan yaitu : Menjadikan Bakso Malang Kota "Cak Eko" Mendunia. Semoga cepat terwujud

Semoga menginspirasi para pelaku usaha yang lain.

Salam Sukses Selalu
Cak Eko

Kamis, 04 Desember 2008

Akhir Ajang Wirausaha Muda Mandiri 2008

Bertempat di Jakarta Convention Centre Senayan tanggal 3 Desember 2008 diselenggarakan acara Penganugerahan dan Pemberian Penghargaan Pemenang Wirausaha Muda Mandiri 2008. Acara yang memang saya tunggu-tunggu setelah sekian lama melalui masa penyeleksian selama 3 bulan yang diawali dengan hasil survei lokasi usaha, dan wawancara.Proses penjurian terakhir melalui seleksi yang ketat terhadap aspek bisnis dengan bobot penilaian sebesar 40%, aspek inovasi bisnis sebesar 30%, serta aspek sosial sebesar 30%. Penjurian dilakukan dengan wawancara oleh tim juri yang berasal dari berbagai kalangan yaitu perbankan oleh Direksi Bank Mandiri, pengusaha nasional, media, perguruan tinggi. Penyelenggaraan acara penganugerahan ini benar-benar luar biasa dimana dihadiri oleh 1500 undangan dan diliput berbagai media cetak dan elektronik. Ajang wirausaha muda mandiri 2008 diikuti oleh 1057 pengusaha dari seluruh Indonesia. Tepat pukul 8 malam pihak Bank Mandiri yang diwakili bapak Budi G Sadikin selaku Direktur Usaha Mikro & Retail bisnis Bank Mandiri mengumumkan para pemenangnya. Dimulai pemenang ke-3 yang disabet oleh Deni dengan usaha Oleh-oleh khas Batam "Kek Pisang Villa" lalu juara ke-2 disabet oleh Juliana Pangestu dengan profil usaha Bel Otomatis Sekolah yang telah banyak digunakan di sekolah-sekolah di Jawa Tengah, dan Alhamdulillah nama saya disebut sebagai pemenang I tentunya dengan usaha yang sudah 2,5 tahun saya geluti yaitu Bakso Malang Kota "Cak Eko" yang saat ini sudah terdapat 90 cabang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.


Pak Jusuf Kalla Selaku Wakil Presiden RI didampingi Sofyan Abdul Jalil Menteri BUMN serta Agus Martowardoyo Dirut Bank Mandiri secara langsung menyerahkan tropi dan hadiah. Segala daya upaya kerja keras rasanya terbayar dengan hasil malam itu. Semua tidak lepas dari karunia dan rahmat dari Allah SWT serta doa dari keluarga dan orang tua. Penghargaan ini merupakan amanah yang harus saya emban untuk dapat meningkatkan dan mengembangkan usaha saya agar lebih maju sehingga secara langsung ikut membantu mengurangi angka pengangguran di negeri Indonesia tercinta. Acara penganugerahan Wirausaha Muda Mandiri 2008 dapat dilihat pada tayangan acara Wirausaha Muda Mandiri yang disiarkan oleh Metro TV pada tanggal 7 Desember 2008 pkl.08.20 WIB.




Salam Sukses Selalu

Kamis, 20 November 2008

Acara Wirausaha Muda Mandiri Metro TV

Pada tanggal 20 November 2008 bertempat di studio metro tv, saya syuting peliputan Acara Wirausaha Muda Mandiri yang biasa di tayangkan Metro TV setiap minggu pagi pukul 08.15 wib. Insya Allah peliputan tersebut akan ditayangkan bulan Desember 2008. Seperti biasa pembawa acara adalah Dian Satro Wardoyo yang juga sebagai Duta Wirausaha Muda Mandiri. Selanjutnya sebagai pakar marketing yang hadir adalah bapak Rhenald Kasali yang namanya sudah tidak asing lagi karena beliau terkenal dengan Change Managementnya. Acara berjalan santai tanya jawab seputar inspirasi dan perkembangan dari bisnis dari Bakso Malang Kota "Cak Eko" yang saat ini sudah mencapai 86 cabang. Perbincangan dan pertanyaan yang ditujukan kepada saya mengalir santai dari Dian Sastro maupun pak Rhenald Kasali. Pertanyaan yang disampaikan pak Rhenald lebih banyak mengupas apa yang ada pada buku saya yang ketiga berjudul Obat Paling Mujarab Sembuhkan Penyakit Penyebab Kebangkrutan yang kebetulan beliau bawa saat syuting tadi pagi. Selanjutnya ada sesi saran dan masukan atau ide-ide kreatif dari para mahasiswa UKI dan Universitas Sahid yang menjadi Audience bagi perkembangan dan kemajuan Bakso Malang Kota "Cak Eko". Tercatat ada empat mahasiswa dan mahasiswi yang memberikan ide-ide kreatif dan dipilih 3 ide terbaik yang mendapat bingkisan dari Bank Mandiri. Sesi terakhir masing-masing Audience dibagi 1 porsi bakso yang dibagikan oleh karyawan-karyawan saya. Akhirnya syuting selesai dilakukan jam 12.00 tepat. Nah pada saat selesai syuting saya sempatkan berfoto bersama Dian Sastro beserta manajemen & karyawan Bakso Malang Kota "Cak Eko".
Selamat menonton acara tersebut pada hari minggu pagi di Bulan Desember 2008 mengenai tanggal akan saya info kemudian semoga dapat menginspirasi

Salam Sukses Selalu

Jadi Pembicara Talkshow Bersama Mr. Tukul Arwana

Pada tanggal 19 November 2008 saya diundang pihak UKM Centre FE-UI untuk menjadi pembicara/narasumber pada acara Ulang Tahun UI di Auditorium Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Tema talkshow tersebut adalah : "Are You be a Great Entrepreneur? Yes I am".
Narasumber yang diundang dari pengusaha selain saya adalah Made Ngurah Bagiana (Pemilik Edam Burger), Firmansyah (Tela Krezz) dan yang paling menarik serta menghangatkan suasana adalah mas Tukul Arwana yang sering di panggil Rey..Rey..Reynaldi. Acara talkshow dimulai tepat pukul 13.30 dan selesai pukul 16.00. Diawali dengan success story mas Tukul yang menceritakan mulai masa-masa sulitnya di Jakarta sampai akhirnya menjadi terkenal dari acara Empat Mata yang baru-baru ini dilarang tayang oleh KPI (namun bocoran dari mas tukul akan tayang lagi dengan nama "Bukan Empat Mata"). Selanjutnya dilanjutkan success story dari mas Made yang diawali mas sulitnya menjadi kernet dan sopir di jakarta dan akhirnya mulai bisnis burger tahun 1990 dan sampai saat ini sudah memiliki mitra lebih dari 3000. Selanjutnya saya kebagian menceritakan success story yang saya mulai dari bisnis pertama saya tahun 1997-2005 (mengalami 10 kali kegagalan) yang selanjutnya tahun 2006 mengawali buka bisnis bakso malang kota Cak Eko di pujasera dalam 2 tahun berkembang menjadi 86 cabang di seluruh Indonesia. Selanjutnya mas Firmansyah menceritakan success story dimana dimulai dengan menjual singkong di Jogjakarta sampai akhirnya sekarang sudah mempunyai 600-an mitra di seluruh Indonesia.


Acara dilanjutkan tanya jawab sampai dengan pukul 16.00 selanjutnya dilanjutkan penyerahan plakat oleh panitia dari UKM-Centre UI dan foto bersama.


Salam Sukses Selalu

Senin, 17 November 2008

Masuk Indonesia's Top Young Entrepreneur 2008 Versi Warta Ekonomi

Secara tidak sengaja saat ke toko buku Gramedia seperti biasa saya menghampiri tempat majalah-majalah dan tentunya yang saya ambil adalah majalah-majalah bisnis. Saat itu saya tertarik untuk melihat Majalah Warta Ekonomi edisi bulan November 2008 karena headline depan tertulis Indonesia's Top Toung Entrepreneur 2008 dengan Usia dibawah 35 tahun dan mengelola bisnis miliaran rupiah. Langsung saja saya buka halaman per halaman dan di halaman 28 tertulis daftar 20 Entrepreneur Muda 2008 versi Warta Ekonomi, Alhamdulillah ternyata nama saya masuk di dalamnya. Semoga hal ini semakin memacu semangat dan kreativitas saya. Salam Sukses Selalu

Senin, 03 November 2008

Perjalanan Penjurian Final Wirausaha Muda Mandiri 2008

Proses penjurian tingkat nasional Wirausaha Muda Mandiri dilakukan pada tanggal 27-30 Oktober 2008 di Hotel Millenium. Saya merupakan salah satu finalis kategori alumni wakil dari wilayah Jabodetabek setelah bulan september mengikuti penjurian wilayah. Jumlah finalis untuk kategori alumni untuk seluruh Indonesia adalah 16 orang dari 8 wilayah penjurian. Para finalis ini sudah terseleksi dan terpilih dari 1057 peserta yang ikut mendaftar.


Hari 1 dan 2 kami para finalis diberi pembekalan oleh Action Coach selanjutnya pada hari ketiga dilakukan penjurian dari pukul 8.30 s/d pukul 17.00.

Dewan juri adalah orang-orang yang kompeten dibidangnya sebut saja : Reynald Khasali, Karni Ilyas, Perry Tristianto (Raja FO dari Bandung), dari Kementrian BUMN, Direksi Bank Mandiri, dan Dr.Nining Direktur KUKM Center UI.

Saya kebagian no. urut 7 dan pada saat penjurian strategi pamungkas yang saya gunakan adalah PDB (Positioning, Diferensiasi, dan Branding) ditambah dengan Purple Ocean Strategy. Visi yang saya sampaikan adalah Menjadikan Bakso Malang Kota "Cak Eko" makanan tradisional Indonesia yang Mendunia. Yang bikin surprise adalah pada saat penjurian sesi tanya jawab pak Reynald Khasali yang pakar di bidang ekonomi dan manajemen meminta saya untuk bertandang ke rumahnya sekaligus saya diminta mencatat no hp beliau. Saya sangat tersanjung mendapat kesempatan untuk dapat mengenal lebih dekat dengan pak Reynald Khasali yang saya kagumi lewat buku-buku beliau. Setelah penjurian saya sempatkan berbincang-bincang dengan pak Perry Tristianto Raja FO dari Bandung yang fenomenal. Secara smart beliau sampaikan strategi-strategi untuk pengembangan bisnis yang saya jalani.
Produk Bakso Malang Kota "Cak Eko" diterima Presenter terkenal dari TV One setelah proses penjurian selesai


Pengumuman Pemenang Insya Allah akan dilakukan bersamaan dengan Ulang Tahun Bank Mandiri. Saya berharap dapat menjadi yang terbaik sehingga usaha Bakso Malang Kota "Cak Eko" akan mendapat dukungan penuh serta coaching dari Bank Mandiri secara langsung selama 1 tahun. Sehingga visi yang saya impikan dapat cepat terwujud dan saya dapat semakin membuka lapangan kerja serta membawa harum nama negeri tercinta ini.

Salam Sukses Selalu

Cak Eko

Rabu, 22 Oktober 2008

Mudah Tergoda Dengan Bisnis Lain

Kasus:
Mudah tergoda dengan bisnis lain adalah salah satu ”penyakit” yang juga sering menghinggapi para pengusaha. Pada saat bisnis sudah lancar, penghasilan juga makin mantab, pundi-pundi kekayaan juga terus mengalir, maka biasanya akan muncul ”godaan” untuk terjun ke bisnis lain.
Katakanlah Anda adalah seorang pengusaha yang sukses mengelola usaha konveksi. Disaat usaha Anda sedang maju-majunya, tiba-tiba ada relasi Anda yang mengajak Anda bisnis jual beli besi. Sudah barang tentu relasi Anda sudah menyiapkan estimasi keuntungan yang menggiurkan bagi Anda. Nah, banyak pengusaha yang tertarik hanya dengan melihat angka-angka ”manis” yang tercantum dalam business plan. Akhirnya tanpa melihat kemampuan dirinya dan kemampuan dari relasi yang mengajaknya berbisnis besi, tawaran itupun akhirnya diterima. Dan diapun rela mengalokasikan sebagian dana (yang sebetulnya dana milik perusahaan konveksi) untuk dialihkan sementara sebagai modal berbisnis besi.
Ketika bisnis besi sedang dalam proses, tiba-tiba ada saudara Anda yang datang menawarkan program investasi. Dengan sangat meyakinkan dia mengajak Anda untuk terjun ke bisnis investasi. Semua dunia bisnis yang belum pernah Anda kenal sebelumnya. Entah karena benar-benar tertarik dengan estimasi bisnisnya atau sekedar karena tidak enak dengan saudara, maka Anda pun kembali ber-investasi ke bisnis saham tersebut.
Sudah barang tentu Anda sangat berharap dengan mengalihkan sementara uang dari usaha konveksi ke bisnis besi dan saham itu, Anda akan mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat dan kemudian hasil keuntungannya bisa digunakan untuk mengembangkan usaha konveksi yang selama ini sudah dijalankan. Sebetulnya itu bukan logika yang salah. Dan kedua jenis usaha itu juga memang termasuk jenis usaha yang cukup menjanjikan dan sedang menjadi trend bisnis saat ini.
Namun masalahnya adalah, banyak pengusaha yang berani terjun ke bisnis lain yang sama sekali tidak diketahui seluk beluknya. Dia sama sekali buta dengan proses yang harus dilalui sebelum keuntungan didapatkan. Dan seringkali karena ketidaktahuan Anda, karena ketidakcermatan Anda, maka bisnis-bisnis sampingan tersebut akhirnya gagal. Padahal uang yang digunakan adalah uang bisnis konveksi Anda yang sebetulnya sudah berjalan baik.
Wah, jika itu yang terjadi, bisa saja bisnis konveksi Anda yang sebetulnya tinggal pengembangan itu terganggu cash flow nya. Dan tidak menutup kemungkinan jika dana yang Anda tarik untuk investasi ke bisnis lain terlalu besar akan membuat bisnis konveksi Anda terancam gulung tikar.


Resep ”Obat”:
Ada beberapa hal yang sebaiknya Anda perhatikan sebelum memutuskan untuk ”bermain” di bisnis lain:
1. Jangan mudah ”tergoda” dengan angka-angka yang disodorkan kepada Anda. Yah, biasanya ketika menawarkan kerjasama, siapapun akan menyodorkan angka-angka keuntungan yang cukup menggiurkan. Anda harus cermat dan waspada terutama jika Anda mendapatkan angka-angka yang fantastis dan sebenarnya tidak masuk akal.
2. Kenali karakter dan track record orang yang mengajak Anda. Sebelum memutuskan untuk bergabung, kenali dengan baik karakter relasi yang mengajak Anda dan pelajari track record nya selama ini. Anda bisa meminta informasi kepada relasi-relasi Anda yang lain ataupun kerabat dari orang yang mengajak Anda tersebut.
3. Buatlah kesepakatan tertulis yang melindungi kedua belah pihak. Walaupun yang mengajak Anda adalah saudara sendiri ataupun sahabat dekat, Surat perjanjian tertulis tetap harus dibuat untuk melindungi kedua belah pihak jika suatu saat terjadi permasalahan. Selain berisi hak dan kewajiban, dalam surat perjanjian juga perlu dicantumkan pasal-pasal yang mengatur tentang risiko. Yah, jangan sampai Anda terjebak membuat surat perjanjian yang serba ”manis” dan seolah-olah tidak akan mungkin ada risiko gagal sama sekali.
4. Jangan menggunakan uang modal kerja dari bisnis yang sudah berjalan. Jika Anda memang ingin ber-investasi di bisnis lain, pastikan bahwa uang yang Anda gunakan bukan uang modal kerja yang dibutuhkan setiap saat oleh bisnis Anda yang lain. Gunakan dana dari sumber lain (misalnya uang tabungan pribadi Anda). Sebagai modal usaha. Anda harus tetap ingat bahwa sebuah bisnis tidak pasti berhasil. Jangan sampai ketika bisnis gagal, akan menganggu bisnis lain yang sudah mapan.
Misalnya bisnis yang akan Anda jalankan membutuhkan modal total 300 juta. Maka sebaiknya jangan langsung gelontorkan uang sebesar itu kepada relasi Anda. Lakukan pencairan secara bertahap berdasarkan kebutuhan dan progress report nya. Dan usahakan Anda bisa mengontrol keuangannya. Misalnya Anda menempatkan orang kepercayaan Anda sebagai Manager Keuangan di usaha tersebut.
5. Jika ada indikasi ”gagal” segera ambil sikap. Waktu 3 bulan sudah cukup bagi Anda untuk menilai apakah bisnis tersebut cukup prospektif ataukah tidak?. Apakah mitra kerja Anda cukup profesional menjalankan bisnis tersebut ? dan apakah uang Anda betul-betul digunakan sesuai dengan rencana anggaran yang diajukan kepada Anda?. Jika dalam waktu 3 bulan Anda menemukan banyak indikasi ketidakberesan. Anda harus mengambil sikap untuk menghentikan usaha tersebut sebelum Anda terlanjur mengalami kerugian yang lebih besar.

Tulisan Ini Merupakan Cuplikan Secuil Dari Isi Buku Saya yang Ketiga yang Berjudul "Obat Paling Mujarab Sembuhkan Penyakit Penyebab Kebangkrutan Usaha" terbit 22 Oktober 2008 penerbit Elexmedia Komputindo

Kamis, 16 Oktober 2008

Obat Paling Mujarab Sembuhkan Penyakit Penyebab Kebangkrutan Usaha

Alhamdulillah akhirnya buku saya yang ketiga terbit pada tanggal 22 Oktober 2008 dengan penerbit Elexmedia, ide menulis buku ini karena semata-mata ingin membagi ilmu dan pengalaman yang saya dapat dalam mengarungi pahit getirnya 11 tahun berbisnis agar pembaca dapat dapat meminimalisir risiko kebangkrutan atas usaha yang dijalani.

Buku ini hadir didasari juga oleh rasa was-was dan keprihatinan saya dengan makin menjamurnya pelatihan-pelatihan motivasi yang diadakan lembaga kewirausahaan atau perorangan yang memanfaatkan momen disaat kondisi sulit saat ini. Nah yang terjadi adalah banyak pengusaha baru bermunculan dengan hanya berbekal dan bermodalkan keberanian. Mereka bermunculan akibat dimotivasi habis-habisan oleh para motivator (yang sebagian besar hanya berdasarkan teori) dalam pelatihan tersebut. Mereka baru sadar setelah mereka membuka usaha bahwa apa yang didapat di pelatihan-pelatihan motivasi sangat jauh berbeda jauh dengan harapan yang diimpikan. Praktik di lapangan sangat jauh berbeda, permasalahan datang silih berganti tanpa tahu bagaimana mengatasinya. Nah kalau sudah begitu dapat dipastikan bahwa sebagian besar pengusaha baru tersebut akan berguguran satu-persatu menelan pil pahit kebangkrutan di usia usaha yang masih belia.

Semua masalah yang menimpa pengusaha baru tersebut bisa dihindari apabila para motivator tidak hanya ahli memacu adrenalin keberanian untuk memulai usaha namun juga ahli dalam memberikan resep (obat) untuk menghadang penyakit-penyakit yang terjadi dalam dunia usaha.

Nah di buku ini saya telah merangkum intisari 15 penyakit yang paling sering terjadi dalam dunia usaha sebagai penyebab kebangkrutan usaha disertai tips, strategi dan resep-resep penangkal untuk meminimalisir gejala kebangkrutan usaha. Semua tips, strategi maupun obat yang saya tuangkan dalam buku ini adalah berdasarkan pengalaman yang saya dapat selama menjalani berbagai bidang usaha dalam kurun waktu 11 tahun.

Buku ini jangan Anda lewatkan karena sangat pas diaplikasikan bagi para pengusaha di saat kondisi sulit yang menimpa negeri tercinta sebagai dampak resesi global.

Akhir Kata Semoga Buku Ini Bermanfaat Bagi Pertumbuhan Dunia Usaha di Indonesia Tercinta

Salam Sukses Selalu

Kamis, 25 September 2008

PUKULAN TELAK "LUMPUHKAN" HARGA

Disini saya akan menyampaikan betapa pentingnya strategi penerapan harga jual produk.
Situasi dan kondisi perekonomian kita yang tidak menentu seperti sekarang ini memang terasa sekali ”merepotkan” dan meresahkan pengusaha-pengusaha makanan (termasuk saya). Namun demikian dengan strategi yang tepat kita bisa mengatasi dan mengantisipasinya tanpa harus terombang-ambing kenaikan harga bahan baku.

Ada beberapa hal yang bisa Anda gunakan sebagai bahan acuan dalam menetapkan harga jual produk, yaitu:

· Tetapkan harga berdasarkan harga yang berlaku dipasaran.
Caranya adalah dengan melakukan pengamatan, survey dan observasi terhadap rumah makan dengan menu sejenis yang berjarak radius 1-2 km dari rumah makan Anda. Amati berapa rata-rata harga jual untuk menu makanan yang sama dengan tempat Anda dan tetapkanlah harga jual produk sedikit lebih murah atau minimal sama dengan harga yang ditetapkan para pesaing Anda.
· Tetapkan harga berdasarkan modal yang dikeluarkan.
Caranya adalah dengan menghitung semua komponen biaya produksi, seperti: biaya bahan baku, tenaga, transportasi, peralatan dan lain sebagainya. Setelah semua komponen biaya dihitung akan ketemu sebuah angka biaya produksi (harga pokok produksi / HPP). Dari HPP itulah Anda bisa menentukan berapa margin keuntungan yang ingin Anda dapatkan. Misalnya HPP nya Rp 100.000 dan Anda ingin mengambil keuntungan dengan margin sebesar 30%, maka ketika produk yang dijual laku 100% (laku semua) Anda harus bisa mendapatkan uang Rp.130.000 dimana yang Rp.100.000 adalah modal yang bisa diputar kembali dan yang Rp 30.000 adalah keuntungan Anda berjualan dalam 1 hari.
Mungkin Anda bertanya-tanya:
”waduh Cak, menjalankan usaha sekarang ini sulit, harga bahan baku berubah-rubah, sedangkan kita kan nggak bisa seenaknya menaikkan harga jual produk, gimana tuh Cak ?”
Yah, problem itulah yang saat ini sedang dialami semua pengusaha. Ketidakstabilan harga telah membuat kalangan pengusaha ”pusing tujuh keliling” dan bahkan tidak sedikit yang menyerah dan ”gulung tikar”. Namun sebagai entrepreneur sejati tidak seharusnya Anda menyerah.
Saya sendiri juga mengalami hal tersebut, ketika harga sebuah komoditi (bahan baku) naik, banyak mitra-mitra usaha saya yang mengeluhkan hal ini.
Untuk mengatasi hal ini, saya ada beberapa kiat untuk mengatasi kenaikan harga bahan baku. Dan kiat ini juga sudah saya praktekkan di usaha bakso saya. Yaitu:
· Mengorbankan margin keuntungan untuk sementara waktu.
Demi menyelamatkan usaha dan menyelamatkan kualitas produk (yang udah banyak peminatnya itu) nggak ada salahnya jika Anda mengorbankan margin keuntungan untuk sementara waktu.
Jadi misalnya selama ini Anda tetapkan margin keuntungan sebesar 30%, maka sementara waktu pangkas dahulu margin tersebut hingga 10-20%. Menurut saya asal tidak merugi (biaya produksi lebih besar dari penghasilan) nggak masalah hal itu dilaksanakan. Biarlah untung kecil namun pelanggan tetap terjaga. Ini lebih baik daripada dapat untung besar namun kemudian Anda ditinggalkan pelanggan-pelanggan setia.
Yang pasti, mengorbankan margin ini tidak selamanya dan hanya bersifat sementara, jadi nggak usaha risau karena hanya mendapatkan untung kecil, nanti ketika harga-harga sudah mulai stabil Anda bisa menaikkan lagi margin keuntungan Anda. Menurut saya cara ini lebih aman.
· Melakukan efisiensi di Sumber Daya Manusia, bukan di Produksi dan Promosi.
Ini sebenarnya pilihan terakhir ketika harga-harga bahan baku sudah tidak bisa disiasati lagi. Artinya Anda pasti mengalami kerugian jika memaksakan diri, maka effisiensi SDM bisa dilakukan.
Ketika harga bahan baku naik, sudah barang tentu akan berimbas pada turunnya omzet usaha Anda. Banyak pengusaha yang memilih menurunkan kualitas produk untuk mencapai HPP yang lebih murah dengan demikian mereka tidak perlu menaikkan harga namun cita rasanya yang dikorbankan. Bagi saya, cara seperti ini tidak tepat. Saya lebih menyarankan untuk tetap mempertahankan kualitas dan citarasa produk namun kita lakukan efisiensi pada sumber daya manusia yang kita miliki. Agar anggaran bulanan bisa tercukupi, lakukan efisiensi (kalau perlu pengurangan pegawai). Jika ada beberapa pekerjaan yang bisa dikerjakan satu orang kenapa harus dikerjakan 2-3 orang. Langkah ini lebih pas (dari sisi bisnis) daripada mengorbankan kualitas produk.
· Efisiensi produk (jika sangat terpaksa).
Saya memang tidak menyarankan Anda untuk melakukan efisiensi produk. Namun jika memang kondisinya betul-betul tidak memungkinkan lagi atau nilai kenaikan bahan baku lebih dari 25% dari biasanya, maka langkah ini pun terpaksa bisa dilakukan. Dalam hal ini saya ada beberapa kiat yang bisa di jalankan jika langkah efisiensi produk terpaksa harus dilakukan, yaitu: dengan tetap mempertahankan harga (tidak menaikkan harga) dan tidak mengurasi kualitas rasa namun mengurangi ukuran fisiknya. Jadi misalnya nya Anda berbisnis Bakso, maka Anda harus tetap mempertahankan cita rasa bakso Anda (tidak mengurangi bumbu) dan tidak menaikkan harganya. Namun ukuran baksonya yang Anda perkecil. Menurut saya langkah itulah yang paling pas dijalankan. Dan saya yakin pelanggan akan lebih bisa menerima hal ini daripada kenaikan harga dan penurunan cita rasa.


Tulisan ini hanya secuil dari strategi-strategi yang lain yang saya tuangkan secara lengkap di buku saya yang kedua berjudul "15 Jurus Anti Rugi Buka Usaha Rumah Makan" yang diterbitkan oleh Elexmedia.


Salam Sukses Selalu

Selasa, 23 September 2008

Penjurian Wirausaha Muda Mandiri 2008

Ajang Wirausaha Muda Mandiri tahun 2008 ini merupakan event ke-2 yang diadakan oleh Bank Mandiri. Di ajang ini saya turut serta mendaftar dengan mengangkat usaha Bakso Malang Kota "Cak Eko" yang sudah 2,5 tahun saya geluti.

Tahun ini dibagi 8 wilayah yang mana saya masuk wilayah Jabodetabek. Ratusan pesaing dari wilayah Jabodetabek bersaing untuk memperebutkan pasport tingkat nasional. Melalui proses penyaringan tahap I dipilih 32 besar dan Alhamdulillah saya masuk. Tahap selanjutnya adalah survey lokasi usaha dan wawancara Alhamdulillah saya lolos 8 besar.

Selanjutnya pada tanggal 19 September 2008 bertempat di Wisma Makara Universitas Indonesia diadakan penjurian untuk diambil 2 besar yang mewakili wilayah Jabodetabek. Para juri berasal dari Hipmi, Akademisi (UKM Center UI), Bank Mandiri dan Media (Swa). Saya kebetulan mendapat urutan paling akhir untuk mempresentasikan konsep dilanjutkan tanya jawab. Penjurian dimulai pukul13.00 s/d pukul17.30. Tepat pada pukul 19.00 setelah melewati peredebatan antar para juri telah diputuskan 2 besar yang akan mewakili Wirausaha Muda Mandiri wilayah Jabodetabek yang selanjutnya akan bertarung di tingkat nasional dengan wakil dari 7 wilayah lainnya. Alhamdulillah saat diumumkan saya lolos 2 besar mewakili wilayah Jabodetabek, dan akan dilanjutkan dengan final tingkat nasional pada tanggal 26-27 Oktober 2008. Besar harapan saya untuk dapat menjadi pemenang I Wirausaha Muda Mandiri 2008 tingkat nasional.

Salam Sukses Selalu