Minggu, 29 April 2012

Kisah Perjalanan The Body Shop Hingga Mendunia

Secara Singkat:
Tanggal Lahir: 23 October 1942
Tanggal Wafat: 10 September 2007
Suami: T. Gordon Roddick, 1970
Anak: Justine 1969, Samantha 1971
Cucu: Maiya Hopi 1994, Atticus-Finch 1998, Osha Sophia Bluebell 1998
Pendidikan: Maude Allen Secondary Modern School for Girls, Littlehampton;
Newton Park College of Higher Education, Bath




Karir 1962-76
Perpustakaan International Herald Tribune, Paris
Guru mengajar Inggris dan Sejarah, Inggris
Departermen Hak Asai Manusia di Organisasi Buruh Internasional atau International Labor Organization (ILO), berpusat di PBB, Jenewa
Pemilik dan Manajer sebuah restoran dan hotel di Littlehampton
Membuka The Body Shop di Brighton, West Sussex, Inggris pada tanggal 26 Maret 1976


Pengurus Yayasan/Anggota Dewan
Sejak 1984 The Body Shop International Plc
Sejak 1989 Yayasan The Body Shop
Sejak 1994 Majalah Mother Jones – Yayasan untuk Perkembangan Nasional, Amerika Serikat
1996 - 1997 Pemerhati Hak – hak Asasi Manusia, Amerika Serikat
Sejak 1999 Perkumpulan The Ruckus, Amerika Serikat
Sejak 2003 Yayasan Perdamaian Jaman Nuklir, Amerika Serikat



Penyokong
Sejak 1991 Perguruan Tinggi Schumacher untuk Pendidikan Skala Manusia
Sejak 1994 Asosiasi untuk Pembentukan Spiritual
Sejak 1996 Body and Soul (wanita dan keluarga dengan HIV dan AIDS)
Sejak 1998 EMMA (Ethnic Minority Media Awards) atau Penghargaan Media Etnik Minoritas
Sejak 2002 Yayasan Pendidikan Findhorn
Sejak 2002 My Acre Of Africa, Afrika Selatan
Sejak 2004 The Forgiveness Project
Sejak 2007 Yayasan The Hepatitis C
Sejak 2007 Emmaus Hampshire


Penghargaan Yang Diterima
1984 Veuve Clicquot Pengusaha Wanita Tahun Ini
1988 OBE - Order of the British Empire
1988 British Association of Industrial Editors, Komunikator Tahun Ini
1991 Penghargaan Center for World Development Education's World Vision, Amerika Serikat
1991 Penghargaan The Financial Evening Standard Outstanding Entrepreneur Analysis
1992 Pemimpin Usaha Tahun ini National Association of Women Business Owners (US)
1993 Penghargaan Lingkungan Hidup Australia dari Yayasan Banksia
1993 Penghargaan Peraih Lingkungan Hidup Meksiko
1993 Medali National Audubon Society Medal, Amerika Serikat
1994 Penghargaan Botwinick untuk Etika Berbisnis, Amerika Serikat
1994 Penghargaan Tahunan Kepemimpinan Bisnis dari University of Michigan, Amerika Serikat
1994 Penghargaan Bisnis Daily Express/Moet & Chandon
1995 Penghargaan tahun pertama Kekuatan wanita dari Pusat Pengembangan Bisnis Wanita, Amerika Serikat
1996 Penghargaan Kepemimpinan dari Pusat Wanita, Amerika Serikat
1996 Penghargaan Prestasi dari Yayasan The Gleitsman, Amerika Serikat
1996 Dermawan Tahun ini dari Institute of Charitable Fundraising Managers (Inggris)
1997 United Nations Environment Programme (UNEP), Honouree, Eyes on the


Lingkungan Hidup
1998 Penghargaan Desain Pemasaran Retail
1999 Penghargaan Inggris Lingkungan Hidup & Media
1999 Ketua Wiper-Away of Ogoni Tears, sebuah Gerakan Keselamatan Masyarakat Ogoni, Nigeria
2001 International Peace Prayer Day Organisation's Woman of Peace
2003 DBE (Dame Commander of the British Empire)



Biografi
Anita dilahirkan di Littlehampton, sebuah kota di tepi pantai Inggris pada tahun 1942, anak dari pasangan imigran asal Italia. Ia mengembangkan suatu kesadaran kuat akan pencabutan moral di usia muda setelah membaca buku tentang the Holocaust pada usia 10 tahun. Ia dilatih menjadi seorang guru tapi sebuah kesempatan mendapatkan pendidikan di kibbutz di Israel lambat laun berubah menjadi sebuah perjalanan keliling dunia. Segera setelah ia kembali ke Inggris, ibunya memperkenalkannya ke seorang pria muda asal Skotlandia bernama Gordon Roddick. Pertalian mereka terjadi begitu cepat. Mereka membuka restoran pertama bersama – sama, kemudian sebuah hotel di Littlehampton. Mereka menikah pada tahun 1970 dan memiliki 2 orang anak.

Anita memulai The Body Shop® pada tanggal 26 Maret 1976 semata – mata untuk menciptakan mata pencaharian untuk dirinya dan kedua putrinya, disaat Gordon melakukan perjalanan keliling Amerika. Ia sama sekali tidak terlatih dan tidak punya pengalaman dan trik bisnis yang ia miliki hanyalah nasihat dari Gordon untuk melakukan penjualan sebanyak £300 selama seminggu. Anita melihat kewiraswastaan sebagai suatu kelangsungan hidup, dan percaya bahwa hal tersebut memelihara pikiran kreatif. Menjalankan tokonya yang pertama telah mengajarkan bahwa bisnis bukanlah tentang ilmu finansial tapi juga tentang perdagangan: membeli dan menjual dan tentang menciptakan sebuah produk atau layanan yang bagus sehingga orang – orang mau membayar untuk mendapatkannya. Sebagai wasiat dari keyakinan bisnis yang beliau miliki, selama lebih dari 30 tahun The Body Shop® saat ini adalah bisnis multi lokal dengan lebih dari 2,200 toko di 55 pasaran yang berbeda. Dan dia selalu mengklaim bahwa dia tidak tahu bagaimana caranya dia bisa sampai ke tahap tersebut!

Bukan hanya sekedar karena kebutuhan ekonomi saja yang menginspirasi kelahiran The Body Shop®. Perjalanan – perjalanan yang dulu pernah ia lakukan membuatnya kaya akan pengalaman. Ia pernah menghabiskan waktu bersama masyarakat petani dan nelayan, dan melakukan perawatan tubuh untuk wanita dari seluruh penjuru dunia. Penghematan yang dilakukan oleh ibunya selama tahun peperangan membuatnya bertanya – tanya tentang kebiasaan – kebiasaan menjual barang secara eceran. Mengapa membuang wadah yang bisa diisi kembali? Dan mengapa membeli sesuatu melebihi yang anda gunakan? Ia bersikap seperti ibunya saat Perang Dunia II. The Body Shop® memakai ulang semuanya, mengisi ulang semuanya dan mendaur ulang semua yang bisa didaur ulang. Yayasan The Body Shop di bidang aktivis lingkungan terbentuk dari ide – ide ini.

Ia menyadari bahwa kesuksesan merupakan lebih dari sekedar ide bagus. Tapi merupakan masalah waktu juga. The Body Shop® muncul disaat Eropa mencoba menjadi ‘hijau’. The Body Shop® selalu dikenali dari warnanya yang hijau, tapi hanya itulah warna yang bisa mereka temukan untuk menutup dinding toko pertama mereka, yang basah dan bulukan. Ia membuka toko keduanya dalam waktu 6 bulan, disaat Gordon kembali ke Inggris. Ia muncul dengan ide untuk ‘mengatur keuangan sendiri’ untuk toko – toko baru, yang memicu pertumbuhan jaringan pengguna hak paten dari The Body Shop® yang tersebar di seluruh dunia. Perusahaan ini menjadi milik publik pada tahun 1984. Banyak penghargaan ia raih, dan seperti yang ia klaim; beberapa ia mengerti, beberapa ada yang tidak dan beberapa ia berpikir bahwa ia memang pantas mendapatkannya.

Anita percaya bahwa bisnis punya niat untuk berbuat kebaikan. Itulah mengapa Pernyataan Misi dari The Body Shop® terbuka dengan komitmen yang menolak, ‘Untuk mendedikasikan bisnis kami untuk mencapai perubahan sosial dan lingkungan.’Toko – toko dan rangkaian produk digunakan untuk membantu mengkomunikasian permasalahan hak asasi manusia dan lingkungan.

Pada tahun 1993 ia bertemu dengan delegasi dari masyarakan Ogoni dari Nigeria. Mereka sedang mencari keadilan dan perbaikan melawan perusahaan minyak multinasional Shell yang sedang mengambil alih lahan mereka untuk ekplorasi dan produksi minyak. Bekerja sama dengan NGO’s lain, mereka merubah kampanye mereka menjadi sebuah perayaan perkara internasional. Tragisnya, tokoh utama dari masyarakat Ogoni, Ken Saro-Wiwa dan 8 orang masyarakat Ogoni, dieksekusi pada tahun 1995 oleh Pemerintahan Nigeria. Namun kampanyenya terus berjalan dan 19 orang masyarakat Ogoni yang sempat ditawan akhirnya dibebaskan. Pada tahun 1997, setelah 4 tahun tekanan tanpa henti, Shell mengeluarkan perjanjian pengoperasian yang direvisi tentang hak asasi manusia dan ketahanan pembangunan. Setahun kemudian, mereka meluncurkan ‘Keuntungan dan Prinsip’ kampanye periklanan yang mendeklarasi pengakuan mereka terhadap minat pada 'sebuah kelompok pemegang saham yang lebih besar dalam bisnis kami'. Ia ingin The Body Shop ikut terlibat dalam membuat Shell untuk berpikir bahwa merupakan sesuatu hal yang penting untuk menjadi perusahaan yang memikirkan masyarakat sekitar.

Pada September 2001 Anita menggabungkan kekuatan The Body Shop® dan Greenpeace, dan ribuan organisasi lain dan pelanggan individu, dalam kampanye internasional untuk meningkatkan kesadaran akan hubungan antara pembakaran bahan bakar fosil dan pemanasna global, dan alternatif lain yang tersedia termasuk menggunakan bahan bakar yang bisa diperbaharui seperti tenaga angin dan matahari.

Salah satu kunci utama dimana bisnis dan keinginan individu dapat tergabung adalah melalui Community Trade. Pelopor dalam pertukaran yang adil di insdustri kosmetik, The Body Shop® merupakan perusahaan kosmetik pertama yang mengembangkan hubungan dengan masyarakat dengan tujuan mendapatkan bahan – bahan dan aksesoris alami. Diluncurkan lebih dari 20 lalu Anita melihat ke depan program ini, pada awalnya berjudul "Trade - Not Aid". Dimulai dengan satu pemasok di India, program Community Trade kami saat ini beroperasi dari Brazil sampai Zambia di lebih dari 20 negara dan menghasilkan penghasilan penting untuk lebih dari 15,000* orang di seluruh dunia. Anita sadar bahwa hubungan pertukaran dengan The Body Shop tidak akan membuat para petani menjadi kaya secara finansial, namun bisa membuat mereka mempertahankan cara hidup mereka dan melalui bantuan pengoperasian, kemandirian dapat diraih.

Salah satu contoh pemasok Community Trade adalah Tungteiya di Ghana, dimana Anita dan The Body Shop® Foundation memberikan bantuan awal untuk membantu menyediakan mesin penggiling dan penghancur tanaman kacang untuk membantu menghasilkan ekstrak shea butter – ini untuk pertama kalinya membantu wanita di daerah Tamale untuk mendapatkan pendapatan yang rutin, membayar uang sekolah, perawatan kesehatan, membangun dan memperbaiki rumah mereka. Juga membantu membangun 10* sekolah dan membayar sekaligus guru dan peralatan sekolahnya, dan wilayahnya bisa menikmati air dan kakus yang lebih aman. Di negara yang 43%* populasinya tinggal dibawah garis kemiskinan Bank Dunia, dan lahan pekerjaan sangat terbatas, cerita Asosiasi Tungteiya Shea Butter bisa sangat menginspirasi.

Tidak dapat disangkal lagi bahwa The Body Shop® dan Anita selalu mudah diingat di pikiran masyarakat luas. Seperti inspirasi yang ia sediakan, bahwa The Body Shop® telah menjadi sebuah operasi global denagn ribuan orang bekerja mencapai tujuan yang sama dan berbagi nilai – nilai yang sama. Itulah yang memberi kekuatan pada kampanye dan iklannya dan secara terus menerur memisahkannya dari bisnis yang lain.

Anita mempertahankan bahwa beberapa tahun belakangan ini merupakan tahun – tahun yang sangat menyenangkan dalam hidupnya – ia percaya semakin anda berumur, anda akan berubah menjadi semakin ekstrim. Ia mencintai kutipan Dorothy Sayers, "Seorang wanita yang mencapai umur tua tidak dapat dihentikan oleh kekuatan apapun ". Pada bulan November 1999, ia terbang ke Seattle untuk berbicara tentang perlawanan terhadap peran World Trade Organisation dan menjadi saksi ‘Pertempuran Seattle’ atau 'Battle of Seattle'.

Pada tahun 2000 ia menerbitkan buku otobiogrfi yang berjudul "Business as Unusual" dan di tahun 2001 ia mengedit "Take it Personally", sebuat koleksi kumpulan pemikiran yang menjemukan untuk menantang mitos – mitos globalisasi dan kekuasaan WTO.

Kegembiraan dan kesuksesan dari usaha – usaha ini membuat ia memutuskan untuk memulai pusat komunikasi para aktivitis yang tidak terlalu besar, Anita Roddick Publications. Ia ingin mengatakan bahwa mereka memproduksi "senjata pemusnah massa", bereksperimen dengan banyak hal dan media untuk merayakan dan memajukan hal – hal sama yang ia pedulikan: hak asasi manusia, lingkungan hidup, dan perbedaan pendapat yang kreatif. Kedua buku mereka diterbitkan pada tahun 2003: 'Brave Hearts, Rebel Spirits: A Spiritual Activist's Handbook' dan 'A Revolution in Kindness'. Pada tahun 2004 ia menerbitkan 'Troubled Water: Saints, Sinners, Truths & Lies about the Global Water Crisis' dan 'Numbers'. Dan pada tahun 2005, ia mengedit,mengembangkan dan menerbitkan ulang buku otobiografinya 'Business as Unusual'.

Ia meluncurkan situs halaman miliknya www.AnitaRoddick.com pada tahun 2001 dan sebuah forum aktivis www.TakeItPersonally.org pada tahun 2004. Ia sangat senang dengan potensi dari internet untuk menghubungkan orang – orang dengan pemikiran sama dan menggerakkan mereka untuk sebuah aksi massa.

Akhir – akhir ini tidak diragukan lagi bahwa hasrat terbesarnya adalah kampanye – kampanye yang ia dukung – mulai dari buruh yang dibayar dengan upah rendah oleh perusahaan multinasional (dimana ia menggabungkan kekuatan dengan Komite Buruh Nasional) dan bergabung dalam kelompok aktivis hak asasi manusia untuk pembebasan tahanan politik Amerika yang dikenal sebagai the Angola Three. Ketiga pria ini, yang merupakan aktivis politik kulit hitam pada tahun 1970an, telah berada hampir 35 tahun di kungkungan penjara Angola.

Pada tahun 2006 The Body Shop® dibeli oleh L'Oreal, dan seperti yang dikatakan Anita saat itu: "Untuk saya dan Gordon, tidak dapat disangkal lagi ini merupakan hadiah ulang tahun ke 30 terbaik yang pernah diterima oleh The Body Shop®.

L'Oréal menunjukkan kepemimpinan yang memiliki pandangan untuk menjadi penyokong dan pendukung sejati dari nilai – nilai kami. Mereka mengerti se-pemberontak apa The Body Shop® di dunia bisnis dan bagaimana kami telah membantu mengubah bahasa bisnis, mendampingi perubahan aksi sosial, terutama di bidang hak asasi manuisa, kesejahteraan binatang, lingkungan hidup dan Community Trade."

Anita tetap berada di jajaran Direktur. Pada tahun 2007 ia mengambil peran pada kampanye toko The Body Shop® dan menyediakan konsultasi untuk L'Oréal, menyarankan Community Trade.

Pada tahun 2007 Anita mengumumkan bahwa ia mengidap Hepatitis C, yang ia dapatkan dari transfusi darah yang dia lakukan pada tahun 1971, bagaimanapun ia tidak terdiagnosa sampai tahun 2004. Ia sangat terikat untuk bekerja dengan Yayasan Hepatitis C, dan menjadi penyokongnya, untuk meningkatkan kesadaran akan penyakit ini dan mencoba mempengaruhi pemerintah untuk melakukan aksi yang lebih lagi. Dalam gaya Anita, pengalaman pribadi membuat ia meluncurkan kampanye besar untuk mengingatkan masyarakat akan permasalahan penting dan memastikan perubahan pada sikap dan kebijakan.

Dame Anita Roddick meninggal dunia pada 10 September 2007, dengan didampingi oleh suaminya Gordon dan kedua putrinya. Pernghormatan datang dari seluruh penjuru dunia, dipimpin oleh Perdana Menteri Inggris Gordon Brown "Ia mengampanyekan permasalahan – permasalahan hijau selama bertahun – tahun sebelum hal tersebut menjadi trend dan menginspirasi jutaan orang untuk membawa produk yang tahan lama ke pasar besar. Sebagai salah seorang pengusaha wanita yang sukses di negeri ini, ia merupakan inspirasi bagi semua wanita di negeri ini yang ingin membuat dan membangun perusahaannya sendiri."

John Sauven, Direktur Eksekutif Greenpeace yang telah bekerjasama dengan Anita dalam banyak kampanye, mengatakan "ia merupakan inspirasi yang menakjubkan bagi orang – orang disekitarnya …. Ia menjadi sangat terdepan jika menyangkut permasalahan bagaimana bisnis bisa dilakukan dengan cara yang berbeda … Ia benar – benar merupakan pelopor sejati."

Pemasok Community Trade mentega coklat di Ghana, Kuapa Kokoo, mengatakan "Kami bersyukur pada Tuhan Dia telah memberikan sosok penuh inspirasi, seorang ibu yang mencintai pembangunan kaum tertindas dan tidak punya hak, akan selalu ada di pikiran kami sampai kapanpun. Anita akan selalu dikenang oleh keluarga Kuapa Kokoo dan pempimpin serta masyarakatnya, untuk sekolah yang ia, bersama dengan The Body Shop®, bangun di komunitas Bayerebon. Bibit yang ia taburkan telah tumbuh menjadi buah kesuksesan dan The seed she sowed is generating fruits of success and pencerahan."


Toko pertama dari The Body Shop® dibuka pada tanggal 26 Maret 1976 di Brighton, di daerah Selatan pantai Inggris. Pada tahun 1978 sebuah kios kecil di Brussels menjadi toko franchise pertama yang dibuka di luarnegri, dan di tahun 1982 2 toko baru dibuka setiap bulannya.

Pada tahun 1985, di tahun pertamanya sebagai perusahaan publik, The Body Shop mensponsori poster untuk Greenpeace. Setahun kemudian, menciptakan sebuah Departemen yang menangani Projek Lingkungan Hidup, saat kampanye besar The Body Shop adalah "Save the Whale" bersama Greenpeace, pada tahun 1986.

Produk Community Trade The Body Shop® yang pertama, sebuah Footsie Roller, diproduksi tahun 1986 oleh seorang pemasok di selatan India. Perdagangan Footsie Rollers ini berkembang menjadi perdagangan dengan Teddy Exports di India, salah satu pemasok utama Community Trade kami.

Di tahun 1990, setelah satu tahun peluncurannya di Amerika Serikat, terdapat 2,500 aplikasi untuk membuka franchise, dengan permintaan produk The Body Shop® yang terus menerus, melihat perkembangannya di 39 negara hanya dalam waktu 14 tahun setelah toko pertama dibuka!

Pada tahun 1990 The Body Shop Foundation didirikan, sebuah badan amal yang mencari dana untuk kelompok perlindungan Hak – hak asasi manusia dan Lingkungan hidup.

Proposal The Big Issue untuk membantu para tuna wisma, yang dimulai sebagai Proyek dari The Body Shop Foundation, diluncurkan pada tahun 1991. Dan di tahun 1998 kesuksesan dari The Body Shop Foundation terlihat saat peluncuran The Big Issue stateside, di Los Angeles.

The New Academy of Business didirikan pada tahun 1995, atas inisiatif dari Anita Roddick. Gelar bidang manajemen yang inovatif ini, menunjukkan kehidupan sosial, permasalahan lingkungan hidup dan moral, berlangsung di The University of Bath, di Inggris.

Pada tahun 1993 The Body Shop meluncurkan sebuah kampanye internasional besar untuk meningkatkan kesadaran akan keadaan menyedihkan dari masyarakat Ogoni dan pemimpin mereka Ken Saro-Wiwa. Mereka dianiaya karena melakukan protes terhadap perusahaan minyak Shell dan eksploitasi tanah air mereka oleh kediktatoran pemimpin Nigeria.

The Body Shop At Home™, bagian penjualan langsung, diluncurkan di Inggris pada tahun 1994, di Kanada pada tahun 1995, di Australia pada tahun 1997, dan di Amerika Serikat pada tahun 2001. Sampai saat ini sudah berjalan di 48 negara bagian di Amerika Serikat dan terus berkembang.

The Body Shop® melanjutkan untuk meningkatkan praktek ramah lingkungannya. Di tahun 2001, The Body Shop® di wilayah Inggris dan kantor pusat pelayanan di Watersmead, mengubah ke sistem Ecotricity, yang memberikan mereka energi dari sumber yang bisa diperbaharui. Sebagai tambahannya, beberapa toko The Body Shop® saat ini berganti ke sistem listrik yang ramah lingkungan.

Kesuksesan kampanye termasuk kampanye melawan uji coba pada binatang. Kampanye tersebut mengarah ke larangan uji coba produk dan bahan kosmetik ke binatang di seluruh Inggris pada bulan November 1998, dan mengarah kepada petisi yang terbesar (4 juta tanda tangan) yang dikirimkan ke Komisi Eropa pada tahun 1996.

Di tahun 1997, The Body Shop® menjadi perusahaan kosmetik internasional pertama yang menandatangani the Humane Cosmetics Standard, yang didukung oleh kelompok perlindungan binatang internasional.

Pada tahun 1995 dan 1997 The Body Shop Values Reports diperkenalkan sebagai pelopor oleh United Nations Environmental Programme and Sustainability, dan berada di urutan tertinggi pada tinjauan laporan International Corporate Environmental.

Di tahun 1997, The Body Shop® merayakan ulang tahunnya yang ke 21dengan meluncurkan desain toko terbaru, yang memenangkan penghargaan bergengsi Retail Week Store Design of the Year.

Untuk merayakan ulang tahun ke 50 dari Universal Declaration of Human Rights pada tahun 1998, The Body Shop® meluncurkan sebuah kampanye internasional bekerja sama dengan Amnesty International untuk menyoroti kejadian buruk yang menimpa pembela hak – hak asasi manusia di seluruh dunia, mendorong para pelanggan untuk memberi dukungan melalui 'Make Your Mark' atas hak – hak asasi manusia. Kampanye ini berjalan dengan sukses dan berhasil mendapatkan dukungan dari 3 juta orang.

Pada tahun 1999, The Body Shop® menciptakan 4 unit bisnis di Inggris, Eropa, Amerika dan Asia mengubah sistem operasi dan struktur manajemen ke wilayah masing - masing.

2001 menjadi tahun pertama peluncuran The Body Shop® customer reward program di Amerika Serikat. Hal ini menjadi sangat populer, saat ini menjadi kunci utama pemasaran global, dikenal sebagai program Love Your Body™ (di Indonesia dikenal sebagai The Body Shop People Membership Program) dengan memberikan penghargaan kepada pelanggan potongan 10% dari semua pembelian, hadiah gratis dan sebuah hadiah ulang tahun, serta keuntungan – keuntungan lain yang hanya bisa didapatkan oleh anggota.

The Body Shop membuka cabangnya di Afrika Selatan pada Juni 2001, melalui New Clicks Holdings sebagai pemegang lisensi franchise The Body Shop® di Afrika Selatan. New Clicks memiliki komitmen yang kuat terhadap tanggung jawab sosial perusahaan melalui New Clicks Foundation.

Selama tahun 2002, The Body Shop® menjalankan sebuah kampanye global bersama Greenpeace International untuk mempromosikan energi yang bisa diperbaharui, yang puncaknya terjadi pada presentasi dari lebih 6 juta tandatangan pelanggan di the World Summit for Sustainable Development di Johannesburg. Kami memajukan komitmen kami terhadap ketahanan lingkungan hidup melalui investasi pada energi yang dapat diperbaharui, mendanai proyek efisiensi energi untuk membangun dunia, dan mendampingi daur ulang setelah pemakaian kedalam keemasan kami.

Selama tahun 2003 The Body Shop meluncurkan sebuah kampanye untuk meningkatkan kesadaran dan mencari dana untuk mereka yang terkena dampak kekerasan dalam rumah tangga. Kampanye Stop Violence In The Home dibangun selama hampir satu dekade mengkampanyekan permasalahan ini di berbagai pasar, termasuk Kanada, Amerika Serikat dan Malaysia Barat. Kampanye ini bertujuan untuk menyoroti permasalahan tersebut, mencari dana untuk mendukung kelompok yang menolong korban – korban kekerasan, dan memastikan bahwa para pelanggan dan para karyawan disediakan informasi yang cukup tentang sumber nasihat dan bantuan.

Anita Roddick ditentukan menjadi seorang Dame dari Kerajaan Inggris sebagai bagian dari pemberian tanda jasa memperingati hari ulang tahun Ratu Inggris pada hari Sabtu tanggal 14 Juni 2003.

Selama tahun 2003 The Body Shop® membuka tokonya di Estonia dan Turki.

Pada tahun 2004 The Body Shop® adalah perusahaan retail pertama yang bergabung dengan the Board of the Roundtable for Sustainable Palm Oil, bekerjasama dengan NGOs dan perkebunan untuk melindungi hutan tropis dan memperbaiki hak – hak asasi dari para pekerja dan penduduk setempat.

Pada tahun 2005 The Body Shop® bergabung dengan The Campaign for Safe Cosmetics dan diberi pujian oleh Greenpeace dan Breastcancer Fund karena tanggungjawab kami terhadap kebijakan kimiawinya.

Di tahun 2005 The Body Shop® mendapatkan penghargaan atas keberhasilannya mencapai standar yang lebih tinggi pada bidang kesejahteraan binatang di kategori kosmetik pada penghargaan tahunan The Royal Society of Prevention of Cruelty to Animals di Inggris. Sebuah juri panel independen memilih The Body Shop® sebagai pemenangnya karena kebijakan kami tentang perlawanan terhadap uji coba binatang.

The Body Shop® membuka cabangnya di Yordania dan Russia pada tahun 2005, jumlah toko di seluruh dunia menjadi 2,045.

Pada tanggal 27 Maret 2006 The Body Shop® berulang tahun ke 30.

Pada tahun 2006 The Body Shop® memenangkan penghargaan PETA's Proggy (progress) karena komitmen yang loyal terhadap pencegahan uji coba terhadap binatang.

Pada tahun 2006, sebagai bagian dari kelanjutan Stop Violence in the Home, The Body Shop® menciptakan kerjasama dengan United Nations Secretary – General’s Study on Violence Against Children, untuk melakukan penelitian tentang pengaruh kekerasan dalam rumah tangga pada anak – anak.

The Body Shop menjadi bagian dari L'Oréal Group dan dihapus dari Bursa Efek London pada tanggal 12 Juli 2006. Dengan tetap mempertahankan identitas uniknya serta nilai – nilainya dan terus bebasis di Inggris. Beroperasi secara independen dalam L'Oréal Group dan dijalankan oleh tim manajemen The Body Shop® yang melapor langsung kepada CEO L'Oréal, Jean-Paul Agon.

Pada tanggal 10 September 2007, penemu dan inspirasi kami, Dame Anita Roddick, secara menyedihkan meninggal dunia pada usia 64. Warisan dan inspirasi beliau terus berjalan di The Body Shop®.

Pada tahun 2007 The Body Shop® menggabungkan kekuatan dengan MTV dan bersama meluncurkan kampanye HIV/AIDS yang ditujukan untuk mengumpulkan dana dan meningkatkan kesadaran terhadap isu HIV/AIDS di kalangan anak-anak muda, melalui Spray to Change Attitudes. Lebih dari £430,000 didapatkan dari penjualan wewangian Limited Edition Rougeberry. Dana yang terkumpul disalurkan ke Staying Alive Foundation, sebuah badan amal yang mengumpulkan dana bersama Organisasi grass roots, meningkatkan kesadaran dan mengedukasi generasi muda dan generasi terancam tentang HIV dan AIDS.

Pada Januari 2008 Sophie Gasperment bergabung bersama The Body Shop®, menjabat sebagai Chief Executive sejak Juni 2008. Pada bulan Agustus 2008 diluncurkan tampilan brand baru dari The Body Shop®.


Produk-produk The Body Shop ® mungkin lebih terkenal daripada seorang Anita Lucia Perilli, nama kecil Anita Roddick. Sang pendiri yang dilahir tahun 1942 di Littlehampton, Sussex, England sebenarnya memiliki nama yang juga fenomenal. Ia adalah jiwa dan DNA dari The Body Shop ® produsen Body Butter, Pepermint Foot Lotion, atau Wild Cerry Body Shower yang menggunakan bahan alami dan ramah lingkungan.

Kisah fenomenal Anita Roddick dan The Body Shop ® kini banyak mengilhami perusahaan-perusahaan global dalam menerapkan Corporate Social Responsibility (CSR). Anita menjual produk Body Shop dengan pendekatan berbeda dengan strategi bisnis pada umumnya. Ia mengutamakan keseimbangan antara perkembangan dan keuntungan perusahaan dengan program pro lingkungan dan keadilan sosial. The Body Shop ® menghasilkan produk tanpa uji coba pada hewan dan membeli bahan baku dari para petani pribumi dari negara berkembang dengan perdagangan yang adil (fair trade).

Cerita legendaris The Body Shop® sebenarnya bisa dikatakan mulai tanpa sebuah kesengajaan. Alasan agar lebih dekat dengan kedua putrinya dan keinginan menciptakan penghasilan yang mandiri. The Body Shop® pertama dibuka dari hasil pinjaman bank senilai £ 4.000 pada 26 Maret 1976 saat Anita Roddick berusia 33. Sesuai tujuan awalnya, toko pertama tersebut berdiri di Brighton – England yang terletak hanya sepuluh menit dari kediamannya.

Di saat yang sama, sang suami Gordon Roddick sedang melakukan perjalanan keliling Amerika dari Boenos Aires menuju New York . Tanpa pengalaman bisnis retail yang memadai, Anita hanya mengandalkan insting dan motivasi tinggi bahwa kewiraswastaan dapat memberi kelangsungan hidup dengan selalu memelihara pikiran positif yang kreatif.

Anita mengawali produksi Body Shop hanya terbatas 15 jenis produk kosmetik alami. Ia memproduksi di garasi sendiri yang dikemas dalam botol-botol kecil daur ulang dengan label tulisan tangan. Setiap orang yang mengembalikan botol kosmetik akan mendapat potongan harga tertentu. Cara ini secara tidak langsung justru menarik pelanggan yang merasakan pengalaman unik saat membeli kosmetik. Toko kosmetik unik berwarna hijau tua pun dirasakan oleh para pengunjung mampu menciptakan nuansa alam menjadi pembicaraan banyak orang.

Sebenarnya, jujur dikatakan bahwa apa yang dilakukan bukanlah sebagai sebuah kesadaran terhadap lingkungan hidup. Pemakaian botol daur ulang hanyalah untuk efisiensi biaya. Warna hijau yang dominan sekedar menutupi noda-noda lembab di dinding toko dengan cat hijau. Namun, hati nuraninya yang peka segera menangkap bahwa banyak orang sebenarnya memiliki peduli terhadap keberlangsungan ekologi. Ia mulai menyadari bahwa Body Shop bisa menjadi sebuah kekuatan yang berdampak positif bagi dunia, jika menjadi entiti bisnis global dan memiliki basis pelanggan loyal.

Merek dan produk The Body Shop® menjadi fenomenal karena didasarkan pada filosofi bisnis yang unik dan berbeda. Tujuan bisnisnya tidak terbatas pada keuntungan semata, namun juga mencakup prinsip-prinsip kesetaraan dan tanggung jawab sosial. Anita Roddick menggunakan teknik iklan yang berbeda. Ia melapisi trotoar menuju tokonya dengan parfum Body Shop dan memasang bunga-bunga rampai gantung yang alami. The Body Shop® ikut berkampanye menyelamatkan hutan tropis Brasil dan berjuang untuk aturan perdagangan yang lebih adil. Ia benar-benar telah mendedikasikan segenap jiwa dan perusahaannya untuk aktivitas sosial di dalam maupun luar negeri.

The Body Shop® menjadi satu dari sedikit perusahaan di dunia yang memiliki dedikasi luar biasa terhadap lingkungan hidup secara berkelanjutan. Tahun 1990, Anita Roddick membantu pendirian majalah The Big Issue yang keuntungan penjualannya digunakan untuk membantu tunawisma. Ia juga mendirikan yayasan amal Children On The Edge untuk membantu anak-anak yang kurang beruntung di beberapa negara Asia dan Eropa Timur.
Program-program The Body Shop® yang terkenal dalam menyampaikan pesan sosial yang positif dan mengkampanyekan perubahan, antara lain : Against Animal Testing, Active Self Esteem, Defend Human Rights, Protect Our Planet dan Support Community Trade. Bersama organisasi nirlaba pro lingkungan Green Peace, Amnesty International dan Friend of the Earth melakukan upaya-upaya melindungi kelestarian alam secara jangka panjang.

Anita Roddick telah bekerja keras demi mimpi dan visinya untuk memastikan bahwa perusahaannya, The Body Shop® lebih dari sekedar mencari keuntungan finansial belaka. “Ini tentang pelayanan, melayani yang lemah dan rapuh, membawa konsep-konsep keadilan sosial ke dalam bisnis. Benar-benar menempatkan mereka dalam praktek (bisnis) adalah kuncinya. Mereka tidak hanya mendapat retorika belaka, tetapi keadilan yang nyata”, kata Anita suatu ketika.
Pada tahun 2004 ada lebih dari 1.980 toko The Body Shop® di lebih dari 40 negara di seluruh dunia. Kini, The Body Shop® telah memiliki lebih dari 2.400 toko di 61 negara. Bahkan menurut O Boticario (Brasil) menyebutkan bahwa The Body Shop® merupakan perusahaan frinchise kosemetik terbesar kedua di dunia. Ia telah terpilih sebagai merek kepercayaan para pelanggan dan masyarakat dunia.

Atas dedikasinya, lusinan penghargaan telah ia terima dari berbagai institusi ternama. Annual Business Leadership Award, First Annual Woman power Award, Woman’s Center’s Leadership Award, adalah sebagian penghargaan tersebut. Vocalis The Police, Sting dan mendiang Princes Diana adalah sebagian orang yang mengidolakannya. Tahun 2003 Anita Roddick mendapat gelar kehormatan Dame Commander of the Order of the British Empire dari Ratu Elizabeth II. Dan secara resmi ia menyandang nama Dame Anita Roddick DBE.

Beberapa waktu lalu (2006), The Body Shop® dibeli oleh L’Oreal dengan nilai setara $ 1,2 milyar. Nilai yang sangat pantas untuk sebuah merek dan dedikasi luar biasa seorang Anita Roddick yang telah mengubah perspektif industri kosmetik seluruh dunia. Ia melepas The Body Shop® ke L’Oreal sebuah perusahaan raksasa Perancis dengan harapan visi-visinya tentang penyelamatan lingkungan hidup dapat lebih luas menyebar ke seluruh dunia.

Februari 2007, Anita mengumumkan bahwa dirinya menderita Hepatitis C akibat transfusi darah yang dilakukan saat melahirkan putri bungsunya. Dalam kondisi tersebut ia sempat mempromosikan yayasan Hepatitis C Trust dalam upayanya ikut serta melakukan kampanye penanggulangan hepatitis di seluruh dunia.

Anita Roddick, sang founder dan inovator The Body Shop® meninggal secara mendadak pada 10 September 2007 pada usia 64 tahun karena pendarahan otak di St Richard’s Hospital, Chichester, England. Tetapi, mimpi dan visinya terhadap lingkungan hidup dan keadilan sosial bagi kehidupan dunia tidaklah pernah terkubur bersama jasadnya.

Kamis, 26 April 2012

Tokoh-Tokoh Dibalik Kesuksesan 10 Brand Perusahaan IT Dunia

1. Michael Dell, pendiri Dell
http://hermawayne.blogspot.com
Dell Inc. tampaknya lebih memfokuskan pada usaha-usaha untuk mengurangi biaya ketimbang mengeluarkan inovasi baru. Hal ini sejalan dengan sejarah perusahaan dalam memasarkan unit-unit dengan biaya yang seminimal mungkin melalui penjualan langsung ke konsumen. Dalam interview dengan Business Week, Tuan Dell mengatakan, “Perusahaan ini tahu bagaimana caranya melakukan sesuatu yang pernah dilakukan sebelumnya dengan baik.”

2. Stan Shih, pendiri Acer
http://hermawayne.blogspot.com
Pertama kali didirikan dengan nama Multitech yang didirikan pada 1976, yang kemudian dinamakan Acer pada 1987. Grup pan Acer mempekerjakan 39.000 orang di lebih dari 100 negara. Pendapatannya pada 2002 adalah US$12,9 miliar. Kantor pusatnya terletak di Kota Sijhih, Taipei County, Taiwan. Pasaran Acer di Amerika Utara telah merosot dalam beberapa tahun terakhir sementara pasar Eropanya terus meningkat. Kesuksesannya di Eropa sebagian karena pensponsoran dari Tim Formula 1 Ferrari dan bekas tim F1, Prost Grand Prix.

3. Ichisuke Fujioka dan Hisashige Tanaka, pendiri Toshiba
http://hermawayne.blogspot.com http://hermawayne.blogspot.com
Toshiba adalah perusahaan yang memproduksi elektronik teknologi tinggi yang bermarkas di Tokyo, Jepang. Toshiba adalah perusahaan elektronik terbesar di dunia. Toshiba saat ini kebanyakan buatan RRC. Semikonduktor buatan Toshiba termasuk ke dalam jajaran 20 Semikonduktor dengan Penjualan Terbesar. Tahun 2009, Toshiba merupakan perusahaan komputer terbesar kelima di dunia, di bawah Hewlett-Packard dari AS, Dell dari AS, Acer dari Taiwan, dan Lenovo dari China.

4. Jonney Shih dan Jerry Shen, pendiri Asus
http://hermawayne.blogspot.com http://hermawayne.blogspot.com
Asustek Computer, Inc. atau sering disebut ASUS, adalah sebuah perusahaan berbasis di Taiwan yang memproduksi komponen komputer seperti papan induk, kartu grafis, dan notebook. Asus belakangan ini mulai memproduksi PDA, Telepon genggam, monitor LCD, dan produk komputer lainnya. Pesaing utamanya termasuk MSI, dan Gigabyte.

5. Bill Hewlett dan Dave Packard, pendiri HP
http://hermawayne.blogspot.com
Ketika hendak menamakan perusahaannya, Bill Hewlett dan Dave Packard melakukan lempar koin untuk menentukan nama yang akan digunakan, apakah Hewlett-Packard atau Packard-Hewlett. Setelah melihat namanya sekarang adalah Hewlett-Packard, padahal yang menang dalam lempar koin tersebut bukan Bill Hewlett, tetapi Dave Packard.

6. Rod Canion, pendiri Compaq
http://hermawayne.blogspot.com
Compaq Computer Corporation dulunya merupakan perusahaan komputer pribadi Amerika Serikat yang didirikan tahun 1982, dan sekarang merupakan salah satu merek dari perusahaan Hewlett-Packard. Perusahaan ini didirikan oleh Rod Canion, Jim Harris dan Bill Murto, mantan manajer senior Texas Instruments. Nama “COMPAQ” merupakan singkatan dari “Compatibility and Quality” (kompatibilitas dan mutu), dan pada waktu pendirian, Compaq memproduksi sejumlah komputer kompatibel IBM PC. Pernah menjadi pemasok sistem komputer pribadi terbesar di dunia, Compaq menjadi perusahaan independen hingga tahun 2002, dimana bergabung dengan Hewlett-Packard.

7. Liu Chuanzhi, pendiri Lenovo
http://hermawayne.blogspot.com
Lenovo Group Limited, sebelumnya dikenal dengan nama Legend Group, adalah produsen PC terbesar di Republik Rakyat Cina. Pada 2004, Lenovo adalah produsen PC terbesar kedelapan di dunia. Pada Desember 2004, Lenovo mengumumkan keinginannya untuk mengambil alih divisi PC IBM, perusahaan Amerika Serikat yang pernah mempunyai monopoli dalam pasar PC. Pengambilalihan ini diharapkan akan membuat Lenovo dapat mengembangkan sayapnya di Barat agar dapat menjadi produsen PC terbesar ketiga di dunia. Pada 1 Mei 2005, Lenovo dengan resmi mengambil alih divisi PC IBM tersebut.

8. Akio Morita, pendiri Sony
http://hermawayne.blogspot.com
Sony didirikan pada 7 Mei 1946 dengan nama Perusahaan Telekomunikasi Tokyo dengan sekitar 20 karyawan. Produk konsumen mereka yang pertama adalah sebuah penanak nasi pada akhir 1940-an. Seiring dengan berkembangnya Sony sebagai perusahaan internasional yang besar, ia membeli perusahaan lain yang mempunyai sejarah yang lebih lama termasuk Columbia Records (perusahaan rekaman tertua yang masih ada, didirikan pada tahun 1888). Nama “Sony” dipilih sebagai gabungan kata Latin sonus, yang merupakan akar dari sonik dan bunyi, dan kata Inggris sonny (“anak kecil”) yang setelah dikombinasikan berarti sekelompok kecil anak muda yang memiliki energi dan kemauan keras terhadap kreasi dan inovasi ide yang tak terbataskan. Pada saat itu, sangatlah aneh bagi sebuah perusahaan Jepang untuk menggunakan huruf Roman untuk mengeja namanya, apalagi penggunaan aksara fonetis yang digunakan dalam penulisan bahasa Jepang (daripada menggunakan aksara Tionghoa). Dan pada 1958, perusahaan mulai secara formal mengadopsi nama “Sony Corporation” sebagai nama perusahaan. Mudah digunakan dan mudah dieja dalam segala bahasa dunia. Nama Sony menggaungkan semangat kebebasan dan keterbukaan dalam inovasi.

9. Steve Jobs, pendiri apple
http://hermawayne.blogspot.com
Apple, Inc. (sebelumnya bernama Apple Computer, Inc.) adalah sebuah perusahaan yang terletak di daerah Silicon Valley, Cupertino, California, yang bergerak dalam bidang teknologi komputer. Apple membantu bermulanya revolusi komputer pribadi pada tahun 1970-an dengan produknya Apple II dan memajukannya sejak tahun 1980-an hingga sekarang dengan Macintosh. Apple terkenal akan perangkat keras ciptaannya, seperti iMac, Macbook, perangkat pemutar lagu iPod, dan telepon genggam iPhone. Beberapa perangkat lunak ciptaanya pun mampu bersaing di bidang kreatif seperti penyunting video Final Cut Pro, penyunting suara Logic Pro dan pemutar lagu iTunes yang sekaligus berfungsi sebagai toko lagu online.

10. David Kartono, pendiri Axioo
http://hermawayne.blogspot.com
Indonesia patut berbangga karena Axioo, salah satu komputer merek lokal berhasil menembus jajaran produk dunia dan menjadi salah satu produk yang mengadopsi prosesor Intel Core generasi kedua. Axioo Neon HNM menjadi notebook 14 inci pertama di dunia yang sudah menggunakan teknologi prosesor yang sebelumnya disebut Sandy Bridge itu.

Kisah Perjalanan Henry Ford Pendiri Ford Motor Company

Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada mendengar berita tentang industri mobil kebanggaan Amerika kembali mencatat sukses setelah terpuruk akibat krisis ekonomi dan persaingan dengan produsen mobil Jepang. Padahal semasa krisis berlangsung, banyak yang meragukan industri mobil Amerika akan mampu bangkit kembali.

Never give up. Ini adalah semangat warisan salah satu pionirnya, yakni Henry Ford. Seperti banyak pionir lainnya yang mencatat sejarah besar di dunia, Henry Ford adalah sosok dengan kepribadian kuat dan tidak mengenal kata menyerah. Anak sulung dari pasangan petani ini memulai karirnya di dunia mesin sejak usia 16 tahun, ketika dia memutuskan bekerja di Detroit sebagai masinis kereta api, dan sesekali pulang ke tempat orangtuanya untuk membantu mereka berladang.

Di tahun 1891, setelah menikah dia memutuskan pindah ke Detroit untuk bekerja di perusahaan bola lampu milik Thomas Alva Edison, yakni Edison Illuminating Company. Ini adalah pintu pertama yang mengantarnya ke dunia yang melambungkan namanya: sebagai pionir otomotif, pebisnis tangguh, inovator, dan sosok kontroversial yang kerap menjadi sasaran berita karena berbagai keputusannya yang dianggap tidak lazim untuk masa itu.

Ford terkenal karena pribadinya yang kukuh. Seandainya dia menuruti apa yang dianggap terbaik oleh orang-orang di sekitarnya, mungkin sampai sekarang dunia industri mobil tidak akan mengenal namanya. Seandainya dia menyerah begitu saja saat disingkirkan dari perusahaan tempatnya bekerja, mungkin Ford Motor Company tidak akan pernah berdiri dan meraih sukses dengan menjual lebih dari 15 juta unit mobil dalam kurun waktu 11 tahun.

Apalagi yang menarik tentangnya?

Persahabatannya dengan Thomas Alva Edison. Dua orang besar yang bertemu dan bersahabat, dan keduanya memiliki kesamaan impian: menciptakan produk yang dapat dinikmati secara massal. Edison dengan bola lampu pijarnya, dan Ford dengan mobilnya.

Bulan Oktober 1929, untuk memperingati 50 tahun temuan bola lampu pijar oleh Edison, Ford mendirikan Edison Institute dan memindahkan laboratorium milik Edison dari New Jersey ke Greenfield Village – Dearborn. Edison membubuhkan tanda tangannya di atas sebuah prasasti.Tanda tangan yang mengukuhkan kekentalan persahabatan mereka, sekaligus peran keduanya bagi dunia.

Hari ini, sejarah terasa berulang kembali. 31 Desember 2011, orang mencatat kenangan tentang Thomas Edison dan maha karyanya. Dan di tanggal yang sama, harian Detroit Free Press memuat tajuk berita berjudul “Ford Brand Exceeds 2 millions in Sales”, yang menjawab keraguan banyak orang tentang kebangkitan industri mobil Amerika.

Never give up, sekalipun banyak orang yang meragukanmu.

Sebagai perusahaan Otomotif Dunia, Ford bukanlah pendatang baru di Indonesia.

Ford telah hadir di Indonesia sejak 1989, saat itu Ford di Indonesia diwakilkan oleh Indonesia Republic Motor Company (IRMC). PT Ford Motor Indonesia diresmikan pada bulan Juli 2000 sebagai Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Ford di Indonesia.

Mimpi yang berbuahkan Bisnis

Ford Motor Company, pertama kali merambah dunia otomotif pada tanggal 16 Juni 1903, saat Henry Ford dan 11 rekanan bisnisnya menandatangani perjanjian kerja sama. Dengan modal 28,000 USD, mereka merupakan pendiri perusahaan yang kini menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia. Hanya sedikit perusahaan yang tumbuh bersama berkembangnya industri otomotif pada abad ke-20 ini seperti Ford Motor Company.

Seperti halnya perusahaan besar lainnya, Ford Motor Company memulai bisnisnya dari skala yang kecil. Pernah tersirat kekuatiran pada saat Ford Motor Company baru berdiri. Pada tanggal 20 Juli 1903, kira-kira satu bulan sejak perusahaan ini berdiri, pengiriman pertama dilakukan kepada seorang dokter di Detroit.

Produksi Massal dimulai

Salah satu kontribusi Ford Motor Company terhadap industri otomotif adalah "moving assembly line". Pertama kali diimplementasikan di pabrik Highland Park di Michigan, di tahun 1913. Tehnik baru ini memperbolehkan tiap pekerja untuk menetap di satu tempat dan melakukan perakitan yang sama berulang kali, terhadap kendaraan yang hendak dirakit yang melewatinya.

Kendaraan Pertama

Henry Ford berpendapat bahwa masa depan perusahaan terletak pada produksi kendaraan yang terjangkau bagi masyarakat banyak. Diawal 1903, Ford Motor Company mulai menggunakan 19 huruf lapabet pertama untuk menamai kendaraan produksinya yang baru. Di tahun 1908, Model T pertama kali diproduksi. Ford Motor Company kemudian menjadi raksasa industri otomotif yang kemudian mendunia, setelah 19 tahun berkiprah di dunia otomotif dengan menjual 15 juta kendaraan Model T. Divisi Mercury didirikan untuk menjawab kebutuhan akan mobil dengan tingkat harga menengah. Ford Motor Company terus berkembang.

Menjadi Perusahaan Global

Di tahun 50an, seiring dengan diperkenalkannya Ford Thunderbird, Ford Motor Company menjadi perusahaan publik. Pada saat menjadi perusahaan publik pada tanggal 24 Februari 1956, didapatkan 350,000 pemegang saham baru. Henry Ford II amat peka terhadap perkembangan ekonomi dan politik pada tahun 50an, sehingga pada tahun 60an FMC berkembang menjadi perusahaan dunia dengan berdirinya Ford Eropa di tahun 1967, 20 tahun sebelum terbentuknya Masyarakat Ekonomi Eropa. Ford juga mendirikan North American Automotive Operation pada tahun 1971 yang menyatukan operasi Ford di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko, lebih dari dua dekade sebelum berdirinya North American Free Trade Agreement.


Ford Motor Company bermula seabad yang lalu dari visi seseorang terhadap produk mobil yang dapat menjawab kebutuhan konsumen. Kini, FMC adalah bagian keluarga besar industri otomotif yang terdiri dari merek merek terkemuka seperti; Lincoln dan Mercury. FMC kini telah berkiprah hampir 200 tahun di industri otomotif, dan terus berkembang menjadi perusahaan global yang senantiasa berorientasi pada memproduksi mobil untuk menjawab kebutuhan konsumen yang senantiasa berubah.

Sejarah Berdirinya Coca Cola


Coca-Cola, semua orang pasti sudah pernah mencicipi minuman ringan yang satu ini, coca-cola saat ini telah diminum hampir 900 juta orang tiap harinya. Benar-benar menakjubkan. Berikut ini cerita sejarah/biografi singkat berdirinya Coca-cola.



Diciptakan pertama kali di bulan Mei 1886, oleh Dr. John S. Pemberton di Atlanta, Georgia. Nama "Coca-Cola" sebenarnya merupakan ide dari Frank Robinson, yang menjadi pemegang pembukuan Dr. Pemberton, yang kemudian menggambarkannya dalam bentuk teks script yang melayang, yang menjadi sangat terkenal hingga saat ini. Nama Coca-Cola sendiri sebenarnya berasal dari campuran bahan minuman tersebut yaitu stimulant cocaine, yang dicampur dengan kola nuts (yang merupakan bahan caffeine). Percaya atau tidak, awalnya Dr. Pemberton mengklaim bahwa Coca-Cola dapat menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk morphine addiction, dyspepsia, neurasthenia, sakit kepala, dan impotensi dan dijual seharga 5cent per gelar. Pemberton terinspirasi atas kesuksesan cocawine Perancis Vin Mariani, yang dibuat oleh Angelo Mariani.

Penjualan pertama dilakukan di Atlanta, Georgia di sebuah farmasi bernama Jacob Pharmacy pada tanggal 7 Mei 1887, dan dalam delapan bulan pertama, terjual sebanyak sembilan minuman setiap harinya. Dr. Pemberton memasang iklan pertama kali pada tanggal 29 Mei di Jurnal Atlanta untuk produk minuman. Total penjualan yang berhasil dilakukan oleh Dr. Pemberton pada tahun pertama sebanyak $50, namun pengeluaran pada tahun tersebut mencapai $70, sehingga mengalami kerugian saat itu. Kini, produk Coca-Cola dikonsumsi lebih dari 834 juta per hari.

Tahun 1887, Dr. Pemberton menjual sebagian saham perusahaannya kepada Asa Griggs Candler, yang menjadikannya sebagai sebuah perusahaan berbadanhukum Coca Cola Corporation di tahun 1888. Di tahun yang sama, Pemberton menjual sahamnya kedua kalinya kepada tiga orang pebisnis, yaitu J.C. Mayfield, A.O. Murphey, dan E.H. Bloodworth.
Sementara itu, anak Dr. Pemberton, yaitu Charley Pemberton mulai menjual minuman buatannya sendiri. Hingga pada saat itu, ada tiga macam produk Coca- Cola, yang dijual oleh tiga perusahaan yang berbeda, berada di pasaran.

Di tahun 1891, Asa Candler yang merupakan pemilik dari bisnis Coca-Cola yang telah dijalankannya selama lima tahun, berhasil mendapatkan $2.300, kemudian sempat mencoba beberapa jenis produk lainnya, namun kemudian menghentikan serta memfokuskan diri sepenuhnya pada minuman yang berhasil membuatnya menjadi seorang pebisnis yang sukses. Candler mendaftarkan trademark "Coca-Cola" pada kantor paten Amerika dan membayar dividen pertamnya sebanyak $20 di tahun 1893. Candler secara pribadi selalu melibatkan diri dalam proses pencampuran setiap tetes sirup yang dibuatnya. Formula rahasia tersebut dikenal dengan sebutan "7X", dan hanya diketahui oleh beberapa rekanan yang sangat dipercaya. Dalam waktu tiga tahun kemudian, seiring dengan perkembangan dunia periklanan dan promosi saat itu, seperti penggunaan souvenir, kalender yang menampilkan gambar perempuan muda dan tidak terhitung berbagai hal yang baru, Coca-Cola berhasil menembus ke setiap negara bagian Amerika Serikat. Logo Coca-Cola menyebar dan dapat ditemukan di seluruh penjuru dinding di Amerika, yang bila dihitung secara kasar mencapai 2,5 juta kaki persegi. Candler berhasil membuat masyarakat untuk mencoba minumannya dan mereka membelinya. Sejarah membuktikan bahwa apa yang dilakukannya benar yaitu dengan membentuk persepsi bahwa minumannya lebih dari sekadar suatu minuman bersoda.
Pada saat itu juga, sebuah toko permen di Mississippi yang terkesan dengan besarnya permintaan terhadap minuman ini, mencoba membotolkan dan menaruhnya di depan tokonya. Idenya adalah seharusnya masyarakat bisa membawa minuman penyegar kemanapun mereka pergi. Tahun 1899, pembotolan skala besar dilakukan oleh dua orang Chattanooga, entrepreneur dari Tennesse, yang membeli hak untuk membotolkannya (seharga satu dollar) dan menjual Coca-Cola di seluruh Amerika Serikat. Apa yang dilakukan ini menjadi pelopor dari suatu jaringan produksi dan distribusi terbesar di seluruh dunia.
Tulisan Coca-Cola (spencerian script), biasanya disertai dengan kata "drink", mulai memenuhi sisi-sisi berbagai bangunan dan gudang di seluruh Georgia, segera setelah Coca-Cola Company terbentuk. Di tahun 1960an, saat dunia periklanan berubah dan arti lain dari periklanan mulai bermunculan, Coca-Cola pun mulai bergerak ke penggunaan metode-metode promosi yang lebih modern hingga kini.

Desain Botol

Sama populernya, botol Coca-Cola, yang disebut "Contour bottle" (botol berkontur) atau ada jugayang menyebutnya sebagai botol "hobble skirt" (pengikat kaki kuda) diciptakan tahun 1915 oleh seorang Swedia yang bekerja sebagai peniup gelas, Alexander Samuelson, yang berimigrasi ke Amerika tahun 1880an, yang bekerja sebagai manajer pada perusahaan The Root Glass Company di Terre Haute, Indiana, yang merupakan salah satu supplier botol Coca-Cola. Sehubungan dengan permintaan perusahaan Coca-Cola, Samuelson membutuhkan waktu untuk memikirkan kemungkinan desain baru botol akibat produksi di pabriknya terhenti karena adanya angin panas. Samuelson terinsiprasi dengan kemungkinan desain baru berdasarkan bentuk kola nut atau coca leaf, dua bahan utama minuman ini. Samuelson lalu mengirimkan dua orang pekerjanya untuk melakukan riset bentuk dari dua objek tersebut, namun terjadi kesalahpahaman yang mengiring pekerjanya kembali dengan gambaran berbentuk cacao pod (kelopak biji buah coklat) sebuah bahan baku untuk pembuatan coklat, bukan Coca-Cola. Namun oleh perusahaan, kesalahan desain ini diterima dan botol tersebut diproduksi. Walaupun diproduksi, sungguh sulit untuk dipercaya versi ini dapat disetujui karena telah dipertimbangkan oleh banyak pihak yang berwenang.
Raymond Loewy seorang pencipta desain yang unik untuk kemasan kaleng dan botol Coca-Cola di tahun-tahun kemudian, saat itu masih berada di Angkatan Bersenjata Perancis pada tahun ketika botol tersebut diciptakan dan belum berimigrasi ke Amerika hingga tahun 1919. Sementara ada desainer lainnya juga pernah memberikan masukan untuk desain botol yang terinspirasi bukan dari bentuk biji coklat, tapi dari model pakaian mengembang jaman Victorian.

Coke
Pada bulan April 1985, Coca-Cola Corporation meluncurkansebuah minuman yang direformulasikan, disebut dengan New Coke dengan suatu usaha pemasaran yang sangat intens untuk
mengenalkannya. New Coke hampir menjadi suatu kesalahan fatal dari suatu program pemasaran. Publik ternyata tidak menyukai formula baru tersebut dan menjadi tendangan yang sangat keras, sehingga perusahaan akhirnya memutuskan untuk kembali meluncurkan Coca-Cola dengan formula orisinalnya pada bulan Juli 1985 dengan bendera "Coca-Cola Classic." Tahun 1986, pasar New Coke hanya 3%; dan di tahun 1998, hampir tidak dapat ditemukan lagi di pasaran. Setelah itu pula, tulisan "classic" yang menyertai Coca-Cola mulai dihilangkan dari kemasan minuman yang kembali dalam rasa yang aslinya.

Kisah Perjalanan Levi Strauss Sang Penemu Jeans

Siapa yang tidak tahu celana jeans ? Siapa di antara kita yang tidak pernah memakai celana yang bisa dibilang "wajib punya" bagi semua orang ? Hampir semua orang pasti sering menggunakan jenis celana ini. Namun pernahkah anda terpikir tentang kisah di balik celana jeans yang sering kita kenakan ini ? Sejarah mencatat, celana jeans tidak dirancang dan dibuat oleh designer ternama tetapi celana jeans dibuat oleh seorang pemuda berusia 20 tahun yang sedang merantau.

Saat demam emas melanda Amerika di tahun 1848, tersebutlah seorang pemuda usia 20 tahun dari New York berniat mengadu nasib. Namanya Levi Strauss. Di tempat asalnya ia adalah seorang penjual pakaian. Strauss berangkat ke California dengan berbekalkan beberapa potong tekstil untuk dijual selama perjalanan ke Barat. Karena memang dasarnya berbekal nekat belaka, sesampai di California, Levi Strauss telah menjual semua barang yang dimilikinya, kecuali segulung kanvas. Segulung kanvas? Apa gunanya? Siapa yang mau memakai pakaian dibuat dari kanvas? Atau mungkin?

Di California, Strauss memperhatikan bahwa para pekerja tambang memiliki celana yang cepat sekali rusak. Untuk itu Strauss mencoba membuat celana kerja dari bahan kanvas dan menjual celana itu kepada para penambang. Celana dari kanvas itu laku keras. Banyak penambang membeli celana kanvas dari Strauss. Karena tidak sepenuhnya suka dengan bahan kanvas, Strauss mulai menggunakan bahan lain yang dipesannya dari Genoa, Italia. Para pemintal di sana menyebut bahan itu “genes”. Strauss mengubah namanya menjadi “jeans”, dan mulailah ia memproduksi celana jeans pertamanya, yang diberi merk “Levi’s”. Hanya dalam waktu singkat celana ini menjadi “pakaian resmi” para penambang dan koboi, dan akhirnya dapat kita temui sekarang sebagai “pakaian kebangsaan” banyak orang.

Awalnya, cerita celana jeans ini berasal dari Genoa, Italia. Di sana celana jeans diproduksi untuk keperluan angkatan laut. Meskipun berasal dari Italia, namun celana tebal ini tak akan popular tanpa campur tangan perantau muda bernama Levi Strauss yang datang untuk mengadu nasib di California. LeviStrauss dilahirkan LobStrauss pada 26 Februari 1829 di Buttenheim, Bavaria.Pada tahun 1853, Strauss pindah ke San Francisco, California dengan berbekalbenang, kain, kancing, dan gunting, serta kanvas untuk tenda. Namun modal nekatnya tak sia-sia, potongan tekstilnya laku keras dan hanya menyisakan segulung kanvasnya. Dengan memanfaatkan bakatnya, ia pun membuat sepotong celana kerja untuk para pekerja tambang, hingga laris manis karena bahannya tidak mudah rusak.

Dengan pikirannya yang kreatif, Strauss pun memodifikasi jahitannya dengan menggunakan bahan yang didapatnya dari Genoa, Italia. Karena nama bahan tersebut “genes” maka Strauss mengubah namanya menjadi jeans agar lebih enak didengar. Ia pun mulai memproduksi celana jeans pertama dengan merk “Levi’s” yang diambil dari nama depannya.

Sejak saat itulah, jeans mulai menjadi pakaian resmi para penambang. Beberapa waktu setelah itu, ia pun bekerja sama dengan seorang pengusaha sukses Jacob Davis untuk mendapatkan hak paten di tahun 1873. Pada masa itu, keberadaan jeans mulai mendongkrak dimana-mana. Meskipun telah dimodifikasi dengan bahan yang lebih lembut dari bahan awal, namun celana ini tetap disebut sebagai jeans dan sudah digunakan oleh siapa pun selain para penambang.

Perjalanan hidup Levi Strauss menjadi pengusaha jeans besar sebenarnya dari ketidaksengajaan. Dari hal kecil di lingkungan sekitar kita, dapat menjadi suatu peluang usaha bisnis besar. Banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari perjalanan hidup Levi Strauss ini. Kesuksesan tidak bisa datang dengan sendirinya, diperlukan doa dan usaha maksimal untuk mendapatkannya.

Sejarah Mesin Jahit Singer

Menjahit sudah di kenal orang sejak 20.000 tahun yang lalu,jauh sebelum orang mengenal cara menenun.jarum jahit sudah di kenal manusia sejak zaman Paleolitik.Pada masa itu jarum di buat dari tulang dan Gading mamut yang dipakai untuk menjahit kulit dan bulu binatang.Jarum jahit tertua dari besi asal abad ke-3 SM di temukan di Manching,Jerman.Di makam kuno pejabat Dinasti Han,arkeolog Cina melaporkan penemuan perangkat jahit-menjahit berikut bidal.

Penemu berkebangsaan Inggris,Thomas Saint menciptakan mesin jahit pertama dan sekaligus mematenkammya pada tahun 1790.sebelumnya,penemu kebangsaan Jerman,Karl Weisenthal sudah menciptakan jarum mesin jahit yang pertama,namun tidak berhasil menyelesaikan rancangan mesin jahit ciptaannya.Mesin jahit ciptaan Saint tidak di produksi dan hanya sampai pada tahapan model untuk pendaftaran paten.
Pada 1830,penjahit Perancis Barthelemy Thimonnier menciptakan dan mematenkan mesin jahit yang dapat di pakai menjahit.80 unit mesin jahit ciptaannya di pakai oleh Angkatan Darat Perancis untuk menjahit seragam tentara.Thimonnier meninggal dalam keadaan pailit di Inggris setelah pabriknya di hancurkan para penjahit yang merasa perkejaanya terancam ole mesin.
Walter Hunt dari New York menciptakan mesin jahit pertama yang menghasilkan jahitan kunci (lock-stitch) pada tahun 1834,namun tidak pernah mematenkannya.berbeda dari meesin-mesin jahit dari sebelumya,mesin jahit ciptaan Hunt dapat membuat jahitan kunci memakai dua benang.Benang atas masuk ke mata jarum berada di ujung jarum,sementara sekoci di bagian bawah mengantarkan benang bawah.
Prinsip mesin jahit dengan jahitan kunci di perbaiki oleh penemu bernama Elias Howe dari Masschusetts.Ia memantenkannya mesin jahit ciptaanya pada tahun 1846.Isaac Merritt Singer mulai merancang mesin jahit pertamanya pada tahun1850.Ide membuat mesin jahit di dapatkannya dari mesin jahit Orson C.Phelps dari Boston yang di produksi di bawah lisensi Lerot dab Blodgett.pada1851,Singer memantenkan mesin jahit jahitan kunci pertamanya,dan mendirikan perusahaan I.M. Singer & Company.dua tahun berikutnya,Singer sukses sebagai produsen dan penjual mesin jahit terbesar di amerika serikat,dan terbesar di dunia pada tahun 1855.pada tahun 1891,singer mulai memakai motor listrik untuk menggerakan mesin jahit untuk industri komersial.
Ebenezer Butterick dari Massachusetts adalah pelopor kertas pola komersial untuk menjahit pakaian.Pada 1863,Butterick dan Istrinya menciptakan sistem ukuran untuk pola yang dapat di sesuaikan dengan ukuran tubuh pemakai.Sebelum Butterick menjual pola dengan ukutan yang berbede-beda ,pola hanya di buat dalam satu ukuran,penjahit harus membesarkan atau mengecilkan pola sesuai ukuran tubuh pemakai.Pola kertas Butterick menjadi sangat populer pada tahun 1864.awalnya Butterick hanya menjual pola pada pria dan anak-anak,Butterick menerbitkan majalah busana pertamanya,Ladies Quarterly of Broadway Fashion dan majalah bulanan Metropolitan pada1868.Sebuah majalah untuk memasarkan pola-pola Butterick,The Delineator di terbitkan Butterick pada 1873.pada 1876 E.Butterick & Co.sudah memiliki 100 cabang dan 1.000 perwakilan di pelosok-pelosok Amerika Serikat dan Kanada.Di Eropa,pola-pola pakaian dari Butterick juga di gemari di Paris,London,Wina dan Berlin

Sejarah Mulainya Bisnis Travel

Perkembangan usaha perjalanan wisata pada abad XIX merupakan saat mulai dikenalnya suatu system pengaturan perjalanan yang disebut travel agent. Kemajuan di bidang transportasi, baik transportasi darat, laut maupun udara mewarnai permulaan abad XIX. Semakin banyaknya kemajuan di bidang transportasi menyebabkan semakin banyak pula orang-orang yang melakukan perjalanan dari satu kota ke kota lain, dari satu negara ke negara lain, bahkan dari satu benua ke benua lain. Keinginan manusia untuk melakukan perjalanan ini dapat terpenuhi karena adanya kemajuan dalam pembangunan akomodasi perhotelan di beberapa negara dan kota-kota penting di dunia. Adanya akomodasi perhotelan dalam suatu negara dan majunya sistem transportasi memudahkan orang untuk melakukan suatu perjalanan
wisata.


1. Travel Agent Pertama
Tokoh yang mengangkat profesi travel agent sebagai salah satu
cabang usaha seperti yang kita kenal sekarang ini adalah Thomas Cook. Thomas Cook dilahirkan pada tanggal 22 November 1808 di kota Melbourne, Derbyshire (Inggris). Pada waktu itu, banyak yang meramalkan dan beranggapan bahwa Thomas Cook adalah orang yang pembosan dan tidak dapat menjadi pekerja yang baik. Ketika berusia 10 tahun, ia keluar dari sekolahnya, kemudian ia mencoba bekerja pada sebuah perusahaan. Namun, ia tidak betah. Ia sering berpindah-pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya. Thomas Cook mempunyai sifat
mudah bosan. Ia tidak betah bekerja pada suatu perusahaan, apalagi menjadi pekerja tetap. Meskipun demikian, Thomas Cook adalah orang yang kreatif. Ia memperhatikan dan mempelajari perkembangan transportasi yang semakin lengkap fasilitasnya. Selain itu, ia juga memperhatikan perkembangan akomodasi perhotelan. Seiring dengan perkembangan sarana transportasi dan akomodasi, di setiap kota penting di dunia didirikan hotel-hotel dan segala fasilitasnya. Secara tiba-tiba timbul ide dalam benak Thomas Cook untuk menyelenggarakan suatu perjalanan wisata dengan kereta api.

2. A Round Trip Excursion
Pada tanggal 5 Juli 1841, Thomas Cook melaksanakan idenya dengan menyelenggarakan tournya yang pertama. Ia menyelenggarakan perjalanan wisata dari Kota Leicester ke Kota Lougborough. Tour ini merupakan tour yang pertama dan paling bersejarah. Ia memberi nama
tour tersebut dengan sebutan “A Round Trip Excursion”. Untuk mengikuti tour tersebut, setiap peserta ditarik biaya sebesar 1 shilling. Di luar dugaannya, peminat yang ingin mengikuti acara tour ini cukup banyak. Yang mengikuti tour tersebut ada 500 orang. Karena banyaknya peserta dalam tour itu, ia mencarter kereta api dari sebuah perusahaan kereta api yang bernama Midland Couties Railway Company. Thomas Cook mendapat komisi sebesar 5% dari harga penjualan tiket kereta api. Itulah saat dikenalnya awal mula system komisi dalam dunia travel agent atau usaha perjalanan wisata. Acara tour itu berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan yang hangat. Oleh karena itu, Thomas Cook dianggap sebagai pengatur perjalanan pertama di dunia. Empat tahun kemudian, usaha yang dirintis oleh Thomas Cook, antara lain
merencanakan, mengorganisir, serta menyelenggarakan perjalanan wisata.

3. World Exposition
Sejalan dengan perkembangan jaringan kereta api, dan pembangunan hotel-hotel, Thomas Cook memperluas daerah tujuan wisatanya. Pada tahun 1851 diselenggarakan “World Exposition” di London. Banyak orang ingin menyaksikan acara ini. Atas permintaan para pelanggannya, Thomas Cook menyelenggarakan tour ke London.

Minggu, 22 April 2012

Daftar Perusahaan Plat Merah Yang Raih Untung

Jakarta - PT Pertamina (Persero) masih mencatat penyumbang terbesar laba perusahaan BUMN 2011. BUMN Migas ini meraih keuntungan Rp 21,09 triliun.

Berdasarkan data Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pertamina masuk dari satu diantara 118 BUMN yang meraih keuntungan terbesar. Total keuntungan perusahaan plat merah sepanjang 2011 lalu Rp 123,93 triliun.

Tahun 2012 perusahaan-perusahaan negara diberi target laba Rp 145,56 triliun atau naik 17,45% dibandingkan 2011.

Ini daftar 118 BUMN peraih laba di 2011 :
  1. PT Perkebunan Nusantara I, laba Rp 54,16 miliar
  2. PT Perkebunan Nusantara II, laba Rp Rp 83,16 miliar
  3. PT Perkebunan Nusantara III, laba Rp 1,26 triliun
  4. PT Perkebunan Nusantara IV, laba Rp 887,1 miliar
  5. PT Perkebunan Nusantara V, laba Rp 310,94 miliar
  6. PT Perkebunan Nusantara VI, laba Rp 178,17 miliar
  7. PT Perkebunan Nusantara VII, laba Rp 153,41 miliar
  8. PT Perkebunan Nusantara VIII, laba Rp 231,58 miliar
  9. PT Perkebunan Nusantara IX, laba Rp 313,9 miliar
  10. PT Perkebunan Nusantara X, laba Rp 152,41 miliar
  11. PT Perkebunan Nusantara XII, laba Rp 134,77 miliar
  12. PT Perkebunan Nusantara XIII, laba Rp 212,19 miliar
  13. PT Rajawali Nusantara Indonesia, laba Rp 119,73 miliar
  14. Perum Perhutani, laba Rp 337,47 miliar
  15. PT Inhutani I, laba Rp 15,11 miliar
  16. PT Inhutani IV, laba Rp 6,3 miliar
  17. PT Inhutani V, laba Rp 198 juta
  18. PT Perikanan Nusantara, laba Rp 5,54 miliar
  19. Perum PPS, laba Rp 4,22 miliar
  20. Perum Bulog, laba Rp 936,54 miliar
  21. PT Sang Hyang Seri, laba Rp 79,62 miliar
  22. PT Pertani, laba Rp 42,51 miliar
  23. PT Pusri, laba Rp 4,37 triliun
  24. Perum Jasa Tirta I, laba Rp 43,07 miliar
  25. Perum Jasa Tirta II, laba Rp 17,93 miliar
  26. PT Antam Tbk, laba Rp 1,927 triliun
  27. PT Timah Tbk, laba Rp 896,8 miliar
  28. PT Bukit Asam Tbk, laba Rp 3,088 triliun
  29. PT Sarana Karya, laba Rp 11,07 miliar
  30. PT Pertamina, laba Rp 21,09 triliun
  31. PT PGN Tbk, laba Rp 6,11 triliun
  32. PT Semen Gresik Tbk, laba Rp 3,95 triliun
  33. PT Semen Baturaja, laba Rp 250,01 miliar
  34. PT Pindad, laba Rp 47,2 miliar
  35. PT Dahana, laba Rp 46,25 miliar
  36. PT Krakatau Steel, laba Rp 1,022 triliun
  37. PT Barata Indonesia, laba Rp 14,95 miliar
  38. PT INKA, laba Rp 29,28 miliar
  39. PT Dok dan Kodja Bahari, laba Rp 17,27 miliar
  40. PT Dok dan Perkapalan Surabaya, laba Rp 13,73 miliar
  41. PT Industri Sandang Nusantara, laba Rp 145,66 miliar
  42. PT Garam, laba Rp 3,63 miliar
  43. PT Primissima, laba Rp 1,86 miliar
  44. Perum Peruri, laba Rp 142,67 miliar
  45. PT Balai Pustaka , laba Rp 5,44 miliar
  46. Perum PNRI, laba Rp 5,12 miliar
  47. PT Indofarma Tbk, laba Rp 36,92 miliar
  48. PT Kimia Farma Tbk, laba Rp 171,76 miliar
  49. PT Bio Farma, laba Rp 302,41 miliar
  50. PT Telkom Tbk, laba Rp 15,47 triliun
  51. PT INTI, laba Rp 10,43 miliar
  52. PT LEN Industri, laba Rp 40,8 miliar
  53. Perum LKBN Antara, laba Rp 1,71 miliar
  54. PT Perusahaan Listrik Negara, laba Rp 7,19 triliun
  55. PT Pelabuhan Indonesia I, laba Rp 210,2 miliar
  56. PT Pelabuhan Indonesia II, laba Rp 1,37 triliun
  57. PT Pelabuhan Indonesia III, laba Rp 823,61 miliar
  58. PT Pelabuhan Indonesia IV, laba Rp 369,43 miliar
  59. PT ANGKASA PURA I, laba Rp 655,19 miliar
  60. PT ANGKASA PURA II, laba Rp 1,055 triliun
  61. PT Angkutan Sungai Danau Penyeberangan, laba Rp 114,22 miliar
  62. PT Garuda Indonesia, laba Rp 808,66 miliar
  63. Perum PPD, laba Rp 7,23 miliar
  64. Perum Damri, laba Rp 46,77 miliar
  65. PT PELNI, laba Rp 5,76 miliar
  66. PT Kereta Api Indonesia, laba Rp 250,44 miliar
  67. PT Amarta Karya, laba Rp 9,3 miliar
  68. PT Adhi Karya Tbk, laba Rp 182,69 miliar
  69. PT Istaka Karya, laba Rp 2 miliar
  70. PT Pembangunan Perumahan Tbk, laba Rp 240,22 miliar
  71. PT Nindya Karya, laba Rp 17,12 miliar
  72. PT Hutama Karya, laba Rp 110,39 miliar
  73. PT Wijaya Karya Tbk, laba Rp 390,94 miliar
  74. Perum Perumnas, laba Rp 85,58 miliar
  75. PT Brantas Abipraya, laba Rp 24,26 miliar
  76. PT Bina Karya, laba Rp 4,66 miliar
  77. PT Indah Karya, laba Rp 264 juta
  78. PT Yodya Karya, laba Rp 5,13 miliar
  79. PT Indra Karya, laba Rp 2,12 miliar
  80. PT Virama Karya, laba Rp 2,45 miliar
  81. PT Kawasan Berikat Nusantara, laba Rp 42,34 miliar
  82. PT Kawasan Industri Makassar, laba Rp 10,11 miliar
  83. PT Kawasan Industri Medan, laba Rp 46,46 miliar
  84. PT Kawasan Industri Wijayakusuma, laba Rp 4,53 miliar
  85. PT Varuna Tirta Prakasya, laba Rp 1,3 miliar
  86. PT Bhanda Ghara Reksa, laba Rp 37,04 miliar
  87. PT Bank Mandiri Tbk, laba Rp 12,69 triliun
  88. PT Bank BNI Tbk, laba Rp 5,8 triliun
  89. PT Bank BRI Tbk, laba Rp 15,08 triliun
  90. PT Bank BTN Tbk, laba Rp 1,11 triliun
  91. PT JIWASRAYA, laba Rp 405,44 miliar
  92. PT ASABRI, laba Rp 79,88 miliar
  93. PT JAMSOSTEK, laba Rp 1,74 triliun
  94. PT TASPEN, laba Rp 578,79 miliar
  95. PT ASKES, laba Rp 1,43 triliun
  96. PT JASINDO, laba Rp 205,35 miliar
  97. PT RUI, laba Rp 66,5 miliar
  98. PT JASA RAHARJA, laba Rp 1,42 triliun
  99. PT ASEI, laba Rp 67,26 miliar
  100. PT ASKRINDO, laba Rp 137,69 miliar
  101. PERUM JAMKRINDO, laba Rp 358,36 miliar
  102. PT PPA, laba Rp 285,9 miliar
  103. PT Permodalan Nasional Madani, laba Rp Rp 32,16 miliar
  104. Perum Pegadaian, laba Rp 1,506 triliun
  105. PT PANN Multi Finance, laba Rp 102,29 miliar
  106. PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, laba Rp 25,33 miliar
  107. PT Sarinah, laba Rp 17,67 miliar
  108. PT Sucofindo, laba Rp 59,61 miliar
  109. PT Surveyor Indonesia, laba Rp 56,85 miliar
  110. PT BKI, laba Rp 51,42 miliar
  111. PT Hotel Indonesia Natour, laba Rp 30,61 miliar
  112. PT Pengembangan Pariwisata Bali, laba Rp 45,38 miliar
  113. PT TWC BPR, laba Rp 13,4 miliar
  114. PT Berdikari, laba Rp 11,97 miliar
  115. PT Jasa Marga Tbk, laba Rp 1,31 triliun
  116. PT Pengerukan Indonesia, laba Rp 22,9 miliar
  117. PT Pos Indonesia, laba Rp 144,98 miliar
  118. PT Kliring Berjangka Indonesia, laba Rp 40,38 miliar
(wep/hen)

Jumat, 23 Maret 2012

Kisah Michael Marcus Legenda Trader Komoditi Yang Sukses

Sebuah kisah pengalaman trader terkadang sukar untuk dipahami, bahwa seorang trader hebat memberikan pengorbanan lebih dari yang kebanyakan orang kira sebelumnya. Pengorbanan trader tidak selalu berkonotasi negatif namun dapat pula positif, tergantung dari pemikiran / penilaian seseorang dalam menanggapinya.

Baru-baru ini, saya mengunjungi salah satu forum trading internasional dan menemukan pembahasan mengenai “The fate of trader” (nasib seorang trader). Thread tersebut ingin mengingatkan para trader untuk menyadari hal – hal penting dalam hidupnya. Disajikanlah beberapa kasus yang menyentuh, dengan harapan agar trader lain tidak menyesal di kemudian hari. Tanggapan pun mengalir, kisah – kisah mereka menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi trader dalam penyeimbang hidupnya (trading – non trading).

Salah satu kisah menarik itu mengangkat nama Michael Marcus, seorang legenda trader komoditi lulusan psikologi, Universitas Clark’69, AS. Memulai karir tradingnya di tahun 1972, ia mengorbankan uang tabungannya berjumlah 700 US dollar untuk sebuah kontrak futures dan berkembang menjadi 64 ribu US dollar dalam waktu satu tahun.

Reputasi terbaik Marcus dikenal karena telah berhasil melipatgandakan 30 ribu US dollar menjadi 80 juta US dollar dalam waktu kurang dari 20 tahun. Ia juga telah memiliki 10 rumah mewah nan indah di berbagai belahan dunia, yang mungkin saja tidak pernah ditidurinya.

Memang indah benar melihat ladang yang telah digarap Marcus. Namun, pada kenyataannya ia harus siaga setiap 2 jam sekali untuk mengamati keadaan pasar yang selalu berubah. Kesibukan yang luar biasa tersebut, mengakibatkan kisah tragis dalam rumah tangganya. Dalam buku berjudul “The Predictors”, yang dikarang oleh Thomas Bass, terdapat catatan: “His wife left him, but Marcus was too busy to notice.“. Ya benar, istrinya meninggalkannya, karena dia lebih memperhatikan trading dibandingkan orang yang dia cintai.

Sebuah pesan moral yang terangkat adalah, “if you love something, keep trying. However, don’t expect it to be easy”. Tidak mudah memang, namun pantaskah untuk diperjuangkan?? Saya pribadi tidak menyarankan Anda untuk melakukan pengorbanan di luar batas demi meraih sukses dalam trading. Namun, ingin mengingatkan Anda (sebagai trader) agar menyadari pentingnya keseimbangan kehidupan dalam bertrading dan non trading (prioritas).

Terkadang, banyak hal penting yang terlupakan dalam proses pencapaian kesuksesannya. Alangkah baiknya kita memiliki batasan tertentu dalam pencapaian itu dan mulai memperbaikinya secara konsisten, baik itu berhubungan dengan trading ataupun di kehidupan sehari-hari.

Senin, 19 Maret 2012

Alasan Mengapa Investasi Properti Begitu "Menggoda"?

Pertumbuhan properti di Indonesia menggembirakan. Hasil ini tak lain karena semakin banyaknya orang tertarik berinvestasi di bidang properti. Dibandingkan dengan sektor bidang lainnya, investasi properti dinilai aman dan stabil. Apalagi pasar properti Indonesia memiliki kekhasan tersendiri.
Dari sifat propertinya, investasi di bidang ini sangat "menggoda". Apa sajakah faktor yang "menggoda" itu? Mengutip tulisan pengamat properti Panangian Simanungkalit dalam bukunya "Rahasia Menjadi Miliarder Properti", ada 12 sifat properti yang membuat banyak orang memilih investasi ini. Yuk, disimak!


- Properti mengandung unsur keamanan yang kokoh, maka pilihlah secara bijak dan kelola dengan piawai
- Properti tidak akan menghilang
- Bila dipilih secara tepat, properti akan terus menghasilkan uang dari tahun ke tahun walau kondisi bisnis berubah-ubah
- Pemilik properti tidak akan tunduk pada manajemen orang lain
- Penghasilan dari properti yang dipilih secara tepat dipastikan berlanjut, stabil dan diikuti kenaikan nilainya
- Properti tidak likuid, karakter ini telah menghindarkan orang dari kerugian finansial
- Melekat rasa kepemilikan pribadi yang tidak didapati dari jenis investasi lain
- Jumlah properti terbatas, maka melekat fitur monopoli
- Properti memberikan penghasilan besar bila dipugar dan dikelola dengan baik
- Properti akan mengalami kenaikan nilai yang stabil bila diseleksi secara tepat
- Properti memnuhi kebutuhan manusia
- Properti selalu mendorong untuk memiliki tanah sebagai rumah, toko, dan kantor.
Tertarikkah Anda berinvestasi di properti?
Disadur dari Kompas.com

Rabu, 14 Maret 2012

Industri Pencetak Milyader Terbanyak

Ingin jadi seorang milyuner? Mengapa tidak? Jika terus bekerja ditempat anda sekarang ini mungkin dibutuhkan waktu yang lama untuk menjadi milyuner.

Namun, dengan mengembangkan industri yang berprospek matang bukan sebuah mimpi anda akan duduk dalam jajaran orang terkaya di dunia. Apa saja?

Seperti dikutip detikFinance dari Majalah Forbes, Rabu (14/3/2012) industri yang mampu menghasilkan milyarder di dunia ada bermacam-macam.

Nomor satu adalah industri yang bergerak di sektor investasi. Sebanyak 143 orang yang duduk di jajaran orang terkaya dunia mengembangkan sektor investasi. Mengelola dana masyarakat dan 'memutarkannya' di beberapa produk investasi bisa menjadikan anda kaya.

Kedua, adalah industri mode dan ritel yang menghasilkan 123 milyader dunia. Sebut saja Zara, Charles and Keith sampai ke Hermes dimana bermodalkan tren gaya masa kini industri mode bisa menghasilkan miliaran rupiah.

Lalu apa yang ketiga? Forbes melansir industri real estate. Sebanyak 102 milyader dunia mengembangkan industri real estate.

Tetapi jangan salah ternyata industri yang paling favorit dan menempatkan sesorang menjadi orang terkaya di seluruh dunia adalah industri teknologi.

Berada ditempat ke-lima industri paling banyak menghasilkan milyuner ternyata industri teknologi yang membawa Mark Zukerberg menjadi salah satu jajaran orang terkaya yang cukup cepat prosesnya.

Pendiri Microsoft-pun, yakni Bill Gates harus berterima kasih kepada industri ini karena pernah menempatkannya menjadi orang terkaya sedunia.

Profesor di Stanford Graduate School of Business Peter Wendell, mengatakan industri teknologi tetap terus berkembang jika masyarakat mampu melirik mana yang akan menjadi favorit kedepan.

"Beberapa yang berpikir untuk lebih maju dan lebih terfokus yakni bagaimana fokus untuk membuat alat menganalisis data dan tidak lupa alat untuk menyimpan data," ungkapnya.

Wendell juga melihat calon milyader adalah orang pintar yang melihat bagaimana perkembangan media sosial kedepan.

"Pemahaman saya tentang cerita orang-orang seperti Bill Gates dan Steve Wozniak dan Steve Jobs bahwa mereka didorong oleh semangat," kata Teresa Amabile, Profesor Harvard Business School.

"Saya yakin dengan mengatakan bahwa mereka lebih produktif dan kreatif ketika mereka bekerja pada sesuatu dimana ketika mereka berada dalam suatu lingkungan yang memungkinkan mereka untuk membuat kemajuan," imbuhnya.

Berikut 10 industri yang paling banyak 'menghasilkan' milyader dunia :
1. Investasi : 143 milyader dunia
2. Fashion : 123 milyader dunia
3. Real Estate: 102 milyader dunia
4. Diversifikasi: 97 milyader dunia
5. Teknologi: 90 milyader dunia
6. Manufaktur: 85 milyader dunia
7. Energi: 78 milyader dunia
8. Keuangan: 77 milyader dunia
9. Food & Beverage: 69 milyader dunia
10. Media: 64 milyader dunia

Kamis, 08 Maret 2012

Seminar Wirausaha Terdahsyat 2012

Ayo Jangan sampai dilewatkan!!! Kalau Anda ingin sukses bisnis di tahun 2012 Wajib ikut Seminar ini!!!

"9 RAHASIA SUKSES BISNIS 2012"

Pembicara :
1. Henky Eko S (Cak Eko) :
- Praktisi Bisnis Retail, Jasa & Kuliner
- Penulis Buku Entrepreneurship
- Owner Franchise Bakso Malang Kota Cak Eko
- Founder Rhenald Kasali School For Entrepreneurs

2. Prabu Revolusi :
- Public Speaking Coach
- Metro TV News Anchor
- Entrepreneur

3. Aidil Akbar Madjid
- Perencana Keuangan/Financial Planner Top Indonesia
- Wealth Management
- Penulis Buku-Buku Investasi Bisnis & Perencanaan Keuangan
- Lecture/Coach
- Praktisi Bisnis/Entrepreneur

Di Seminar akan dibahas :
- Trik hancurkan mental block penghambat kesuksesan
- Jurus Berkomunikasi Dalam Bisnis
- Trik Memilih Bisnis Yang Prospek
- Strategi Promosi Yang Jitu & tepat sasaran
- Menciptakan Pasar dan Pelanggan Setia
- Trik Sukses Membangun Bisnis Modal Kecil
- Strategi Sukses Mengembangkan Multi Usaha
- Jurus Jitu Membuat Bisnis Jalan Ownernya Jalan-Jalan
- Strategi hadapi persaingan bisnis

Tempat Terbatas!!!

Waktu Pelaksanaan 31 Maret 2012 Pkl.14.00-Selesai
Di Aula Universitas Bung Karno
Jl. Kimia Menteng Jakarta Pusat

Siapa Yang Harus Ikut ? :
Business Owner, Pelaku UKM, Mahasiswa, Karyawan, Marketer, Pengurus/Pengelola Koperasi,Franchisor, Franchisee, dll

Investasi Seminar :
Rp. 150.000 (pembayaran sebelum hari H)
Rp. 200.000 (pembayaran saat hari H)

Info & Pendaftaran : 082113509359 Pin BB : 328FD2B0

Jumat, 02 Maret 2012

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Pelanggan

Pada dasarnya pengertian dari kepuasan dan ketidakpuasaan pelanggan adalah perbedaan antara harapan dan kinerja yang dirasakan. Jadi pengertian kepuasan pelanggan dapat berarti kinerja barang atau jasa yang diterima oleh konsumen setidak- tidaknya sama dengan yang diharapkan. Seperti apakah contohnya; seorang penumpang yang mengharapkan jam penerbangan yang on time, tetapi pada kenyataannya seringkali delay maka akan menimbulkan kekecewaan/ menimbulkan rasa ketidakpuasan. Atau misalnya, penumpang kehilangan bagasi hanya karena kelalaian dari petugas dalam pemberian label pada waktu check-in. Hal-hal seperti ini memang dapat menimbulkan ketidakpuasan dan dapat saja menjadi alasan pindah ke maskapai penerbangan lain. Atau contoh yang lain lagi, penanganan komplain yang tidak tuntas atau bahkan cenderung diabaikan, sangat bisa berpengaruh terhadap penilaian pelayanan yang memuaskan.
Ada tiga hal pendekatan dasar yang bisa membuat organisasi bertanggung jawab pada kualitas pekayanan yang akan mengarah kepada kepuasan pelanggan, antara lain :
1. Memberikan berbagai alternatif pilihan kepada pelanggan/pengguna jasa layanan

terhadap produk atau jasa yang ditawarkan. Setiap pilihan memiliki benefit masing- masing yang jelas keuntungannya bagi pelanggan. Contohnya untuk jasa penerbangan, menyebabkan berbagai tarif kelas, berbagai variasi rute penerbangan, berbagai paket yang dikemasi dengan bekerjasama dengan pihak ketiga (paket wisata), dan lain-lain.

  1. Mengkombinasikan strategi pelayanan dengan konsekuensi yang harus dihadapi. Artinya setiap strategi yang diambil akan berdampak konsekuensi yang harus ditanggung oleh perusahaan. Sebagai contoh untuk industri penerbangan, ketepatan waktu yang dijanjikan akan berakibat keluarnya biaya recovery kepada penumpang ketika skedul penerbangan delay lebih dari 1 jam. Di mana harus dikeluarkan biaya penyediaan makanan kecil bagi para penumpang.

  2. Memastikan mutu pelayanan pelanggan dengan cara menetapkan standar pelayanan dan menciptakan penghargaan (reward) bagi pekerja atau karyawan yang dengan baik dapat melayani memenuhi standar yang berlaku dan punishment kepada mereka yang melayani customer tidak memenuhi standar.

  3. Melakukan survey kepada pelanggan secara periodik untuk mengetahui tingkat kepuasan dan langkah selanjutnya adalah melakukan follow up berdasarkan masukan dari para pelanggan.

    Untuk menciptakan kepuasan pelanggan, maka perusahaan-perusahaan yang

bergerak dibidang jasa pelayanan masyarakat harus menciptakan dan mengolah suatu sistem untuk memperoleh pelanggan yang lebih banyak dan juga memiliki kemampuan untuk mempertahankan pelanggan setia. Jadi perlu dipikirkan cara-cara yang efektif untuk d apat memenangkan persaingan / kompetisi yang sedang berlangsung dengan program-program yang bersifat retain pelanggan.