Kamis, 26 April 2012

Kisah Perjalanan Levi Strauss Sang Penemu Jeans

Siapa yang tidak tahu celana jeans ? Siapa di antara kita yang tidak pernah memakai celana yang bisa dibilang "wajib punya" bagi semua orang ? Hampir semua orang pasti sering menggunakan jenis celana ini. Namun pernahkah anda terpikir tentang kisah di balik celana jeans yang sering kita kenakan ini ? Sejarah mencatat, celana jeans tidak dirancang dan dibuat oleh designer ternama tetapi celana jeans dibuat oleh seorang pemuda berusia 20 tahun yang sedang merantau.

Saat demam emas melanda Amerika di tahun 1848, tersebutlah seorang pemuda usia 20 tahun dari New York berniat mengadu nasib. Namanya Levi Strauss. Di tempat asalnya ia adalah seorang penjual pakaian. Strauss berangkat ke California dengan berbekalkan beberapa potong tekstil untuk dijual selama perjalanan ke Barat. Karena memang dasarnya berbekal nekat belaka, sesampai di California, Levi Strauss telah menjual semua barang yang dimilikinya, kecuali segulung kanvas. Segulung kanvas? Apa gunanya? Siapa yang mau memakai pakaian dibuat dari kanvas? Atau mungkin?

Di California, Strauss memperhatikan bahwa para pekerja tambang memiliki celana yang cepat sekali rusak. Untuk itu Strauss mencoba membuat celana kerja dari bahan kanvas dan menjual celana itu kepada para penambang. Celana dari kanvas itu laku keras. Banyak penambang membeli celana kanvas dari Strauss. Karena tidak sepenuhnya suka dengan bahan kanvas, Strauss mulai menggunakan bahan lain yang dipesannya dari Genoa, Italia. Para pemintal di sana menyebut bahan itu “genes”. Strauss mengubah namanya menjadi “jeans”, dan mulailah ia memproduksi celana jeans pertamanya, yang diberi merk “Levi’s”. Hanya dalam waktu singkat celana ini menjadi “pakaian resmi” para penambang dan koboi, dan akhirnya dapat kita temui sekarang sebagai “pakaian kebangsaan” banyak orang.

Awalnya, cerita celana jeans ini berasal dari Genoa, Italia. Di sana celana jeans diproduksi untuk keperluan angkatan laut. Meskipun berasal dari Italia, namun celana tebal ini tak akan popular tanpa campur tangan perantau muda bernama Levi Strauss yang datang untuk mengadu nasib di California. LeviStrauss dilahirkan LobStrauss pada 26 Februari 1829 di Buttenheim, Bavaria.Pada tahun 1853, Strauss pindah ke San Francisco, California dengan berbekalbenang, kain, kancing, dan gunting, serta kanvas untuk tenda. Namun modal nekatnya tak sia-sia, potongan tekstilnya laku keras dan hanya menyisakan segulung kanvasnya. Dengan memanfaatkan bakatnya, ia pun membuat sepotong celana kerja untuk para pekerja tambang, hingga laris manis karena bahannya tidak mudah rusak.

Dengan pikirannya yang kreatif, Strauss pun memodifikasi jahitannya dengan menggunakan bahan yang didapatnya dari Genoa, Italia. Karena nama bahan tersebut “genes” maka Strauss mengubah namanya menjadi jeans agar lebih enak didengar. Ia pun mulai memproduksi celana jeans pertama dengan merk “Levi’s” yang diambil dari nama depannya.

Sejak saat itulah, jeans mulai menjadi pakaian resmi para penambang. Beberapa waktu setelah itu, ia pun bekerja sama dengan seorang pengusaha sukses Jacob Davis untuk mendapatkan hak paten di tahun 1873. Pada masa itu, keberadaan jeans mulai mendongkrak dimana-mana. Meskipun telah dimodifikasi dengan bahan yang lebih lembut dari bahan awal, namun celana ini tetap disebut sebagai jeans dan sudah digunakan oleh siapa pun selain para penambang.

Perjalanan hidup Levi Strauss menjadi pengusaha jeans besar sebenarnya dari ketidaksengajaan. Dari hal kecil di lingkungan sekitar kita, dapat menjadi suatu peluang usaha bisnis besar. Banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari perjalanan hidup Levi Strauss ini. Kesuksesan tidak bisa datang dengan sendirinya, diperlukan doa dan usaha maksimal untuk mendapatkannya.

Tidak ada komentar: