Selasa, 13 November 2007

Mulai Dari Mana Saja


Jika Anda memang sudah yakin dengan niat dan tekad untuk menjadi karyawan ber-omset Milyaran, buku ini akan menuntun Anda langkah demi langkah untuk menuju kesana. Ada beberapa tahapan penting yang harus Anda lalui jika Anda ingin sukses menjadi seorang pengusaha. Yaitu:
1. Rubah mind set Anda, dari orang gajian (karyawan) menjadi mind set seorang pengusaha. Yakinlah bahwa menjadi seorang pengusaha adalah sebuah kebutuhan bukan karena terpaksa (karena selama ini selalu kekurangan). Orang gajian cenderung pasif dan hanya bekerja berdasarkan perintah. Sedangkan seorang pengusaha harus berpikir kreatif dan inovatif dengan selalu menciptakan pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan. Yakinkan dalam diri Anda bahwa membuka usaha itu mudah dan bahkan sangat mudah. Purdi E. Chandra (Bos Primagama Group) bilang, “bisnis itu mudah, semudah kita masuk kamar mandi“, sementara dalam sebuah kesempatan Bos Country Donut Khoerusallim mengatakan bahwa “bisnis itu mudah, semudah yang kita bayangkan, jadi jika kita berpikir mudah pasti kemudahan yang akan kita dapatkan, dan jika kita berpikir susah, maka kesusahanlah yang akan kita dapatkan pula”. Masih menurut Khoerusallim, bahwa “gula itu manis, jika kita sudah mencoba dan merasakan memakannya”, artinya jika kita ingin tahu nikmatnya berbisnis, maka segeralah mulai menjalankan bisnis tersebut.
2. Jangan Pikirkan Modal, kebanyakan orang mengatakan “saya sih dari dulu pingin bisnis, tapi nggak punya modal”. Menurut saya, jika Anda ingin memulai bisnis, jangan jadikan modal menjadi persoalan yang segala-galanya. Jangan hanya karena nggak ada duit untuk modal, keinginan Anda untuk menjadi pengusaha harus di“kubur” dalam-dalam. Banyak cara yang bisa dipakai untuk mensiasati keterbatasan atau ketiadaan modal. Karena pada dasarnya modal itu tidak harus berupa uang, karena ada hal-hal lain yang juga bisa Anda gunakan sebagai modal, seperti:
· Keahlian (ketrampilan), misalnya: ketrampilan menjahit, membuat kerajinan tangan dan lain sebagainya. Bukan hanya itu, keahlian berbicara didepan umum, keahlian ber-negosiasi, keahlian menulis artikel juga merupakan modal non financial yang cukup potensial.
· Pertemanan (relasi yang luas), misalnya Anda hobi ber-organisasi seperti organisasi- komunitas, ini bisa Anda manfaatkan untuk mewujudkan impian besar dalam bisnis Anda. Kumpulkan saja teman-teman yang memiliki keinginan sama. Membuka usaha dengan cara patungan bisa dilakukan. Patungan yang saya maksudkan bukan sekedar patungan uang. Namun patungan dengan keahlian masing-masing.
· Persaudaraan (hubungan baik dengan sanak saudara), cara yang paling mudah untuk mendapatkan modal financial adalah dengan “merayu” saudara-saudara kita untuk bekerjasama dalam hal pendanaan. Misalnya Anda memiliki orang tua atau paman yang kaya raya. Ajukan saja ide dan gagasan brilian Anda kepada mereka. Saya yakin jika bisnis Anda realistis dan prospektif, saudara-saudara Andapun pasti mendukung.
Jadi menurut saya, modal utama dalam ber-bisnis bukanlah uang. Namun lebih banyak pada Niat - Semangat dan Keberanian.
Jadi jika melihat point-point yang saya sampaikan diatas, maka terbukti bahwa nggak punya duit pun kita masih bisa ber-bisnis. Jadi jika dikaitkan dengan komentar Anda diatas, apakah duit 5 juta cukup untuk memulai bisnis ?. Jawabannya cukup jelas, “lebih dari cukup”, “Jangankan uang ada uang 5 juta, Nggak punya uangpun juga bisa !”.
3. Segeralah Memulai. Kunci utama dalam berbisnis sebenarnya hanya ada tiga, yaitu: mulai, mulai dan mulai. Yah, jika memang Anda sudah memiliki Niat dan kemudian sudah memiliki ide dan gagasan bisnis yang akan dijalankan. Segera lakukan action. Banyak loh orang yang pinter bikin rencana bisnis namun tidak pernah berani melaksanakannya. Penyebabnya adalah mereka terlalu pinter berhitung, sehingga setiap bisnis yang direncanakan selalu dihitung secara matematis dan hasilnya selalu tidak fisible. Jadi saran saya. Bikinlah rencana bisnis yang gampang-gampang aja dahulu, bikin perhitungan-perhitungan bisnis yang ringan-ringan aja dulu, dan mulailah dengan yang mudah-mudah dahulu. Karena kita sering terjebak kepada sesuatu yang serba ingin sempurna, Nggak bisa bung !. segala sesuatu itu butuh proses dan segala sesuatu itu nggak ada yang sempurna. Oleh karena itulah kita harus selalu belajar dan terus belajar. Belajar darimana ?, Yah, belajar dari proses perjalanan bisnis yang Anda jalani itu. Dan itu hanya akan terjadi jika Anda sudah mulai menjalankannya. Pokoknya yang penting jalan dahulu baru ditata dan diperbaiki kemudian. Jangan sibuk menata (merencana) dulu dan malah nggak jalan-jalan.

Tidak ada komentar: