Tampilkan postingan dengan label pencerahan bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pencerahan bisnis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Oktober 2008

Mudah Tergoda Dengan Bisnis Lain

Kasus:
Mudah tergoda dengan bisnis lain adalah salah satu ”penyakit” yang juga sering menghinggapi para pengusaha. Pada saat bisnis sudah lancar, penghasilan juga makin mantab, pundi-pundi kekayaan juga terus mengalir, maka biasanya akan muncul ”godaan” untuk terjun ke bisnis lain.
Katakanlah Anda adalah seorang pengusaha yang sukses mengelola usaha konveksi. Disaat usaha Anda sedang maju-majunya, tiba-tiba ada relasi Anda yang mengajak Anda bisnis jual beli besi. Sudah barang tentu relasi Anda sudah menyiapkan estimasi keuntungan yang menggiurkan bagi Anda. Nah, banyak pengusaha yang tertarik hanya dengan melihat angka-angka ”manis” yang tercantum dalam business plan. Akhirnya tanpa melihat kemampuan dirinya dan kemampuan dari relasi yang mengajaknya berbisnis besi, tawaran itupun akhirnya diterima. Dan diapun rela mengalokasikan sebagian dana (yang sebetulnya dana milik perusahaan konveksi) untuk dialihkan sementara sebagai modal berbisnis besi.
Ketika bisnis besi sedang dalam proses, tiba-tiba ada saudara Anda yang datang menawarkan program investasi. Dengan sangat meyakinkan dia mengajak Anda untuk terjun ke bisnis investasi. Semua dunia bisnis yang belum pernah Anda kenal sebelumnya. Entah karena benar-benar tertarik dengan estimasi bisnisnya atau sekedar karena tidak enak dengan saudara, maka Anda pun kembali ber-investasi ke bisnis saham tersebut.
Sudah barang tentu Anda sangat berharap dengan mengalihkan sementara uang dari usaha konveksi ke bisnis besi dan saham itu, Anda akan mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat dan kemudian hasil keuntungannya bisa digunakan untuk mengembangkan usaha konveksi yang selama ini sudah dijalankan. Sebetulnya itu bukan logika yang salah. Dan kedua jenis usaha itu juga memang termasuk jenis usaha yang cukup menjanjikan dan sedang menjadi trend bisnis saat ini.
Namun masalahnya adalah, banyak pengusaha yang berani terjun ke bisnis lain yang sama sekali tidak diketahui seluk beluknya. Dia sama sekali buta dengan proses yang harus dilalui sebelum keuntungan didapatkan. Dan seringkali karena ketidaktahuan Anda, karena ketidakcermatan Anda, maka bisnis-bisnis sampingan tersebut akhirnya gagal. Padahal uang yang digunakan adalah uang bisnis konveksi Anda yang sebetulnya sudah berjalan baik.
Wah, jika itu yang terjadi, bisa saja bisnis konveksi Anda yang sebetulnya tinggal pengembangan itu terganggu cash flow nya. Dan tidak menutup kemungkinan jika dana yang Anda tarik untuk investasi ke bisnis lain terlalu besar akan membuat bisnis konveksi Anda terancam gulung tikar.


Resep ”Obat”:
Ada beberapa hal yang sebaiknya Anda perhatikan sebelum memutuskan untuk ”bermain” di bisnis lain:
1. Jangan mudah ”tergoda” dengan angka-angka yang disodorkan kepada Anda. Yah, biasanya ketika menawarkan kerjasama, siapapun akan menyodorkan angka-angka keuntungan yang cukup menggiurkan. Anda harus cermat dan waspada terutama jika Anda mendapatkan angka-angka yang fantastis dan sebenarnya tidak masuk akal.
2. Kenali karakter dan track record orang yang mengajak Anda. Sebelum memutuskan untuk bergabung, kenali dengan baik karakter relasi yang mengajak Anda dan pelajari track record nya selama ini. Anda bisa meminta informasi kepada relasi-relasi Anda yang lain ataupun kerabat dari orang yang mengajak Anda tersebut.
3. Buatlah kesepakatan tertulis yang melindungi kedua belah pihak. Walaupun yang mengajak Anda adalah saudara sendiri ataupun sahabat dekat, Surat perjanjian tertulis tetap harus dibuat untuk melindungi kedua belah pihak jika suatu saat terjadi permasalahan. Selain berisi hak dan kewajiban, dalam surat perjanjian juga perlu dicantumkan pasal-pasal yang mengatur tentang risiko. Yah, jangan sampai Anda terjebak membuat surat perjanjian yang serba ”manis” dan seolah-olah tidak akan mungkin ada risiko gagal sama sekali.
4. Jangan menggunakan uang modal kerja dari bisnis yang sudah berjalan. Jika Anda memang ingin ber-investasi di bisnis lain, pastikan bahwa uang yang Anda gunakan bukan uang modal kerja yang dibutuhkan setiap saat oleh bisnis Anda yang lain. Gunakan dana dari sumber lain (misalnya uang tabungan pribadi Anda). Sebagai modal usaha. Anda harus tetap ingat bahwa sebuah bisnis tidak pasti berhasil. Jangan sampai ketika bisnis gagal, akan menganggu bisnis lain yang sudah mapan.
Misalnya bisnis yang akan Anda jalankan membutuhkan modal total 300 juta. Maka sebaiknya jangan langsung gelontorkan uang sebesar itu kepada relasi Anda. Lakukan pencairan secara bertahap berdasarkan kebutuhan dan progress report nya. Dan usahakan Anda bisa mengontrol keuangannya. Misalnya Anda menempatkan orang kepercayaan Anda sebagai Manager Keuangan di usaha tersebut.
5. Jika ada indikasi ”gagal” segera ambil sikap. Waktu 3 bulan sudah cukup bagi Anda untuk menilai apakah bisnis tersebut cukup prospektif ataukah tidak?. Apakah mitra kerja Anda cukup profesional menjalankan bisnis tersebut ? dan apakah uang Anda betul-betul digunakan sesuai dengan rencana anggaran yang diajukan kepada Anda?. Jika dalam waktu 3 bulan Anda menemukan banyak indikasi ketidakberesan. Anda harus mengambil sikap untuk menghentikan usaha tersebut sebelum Anda terlanjur mengalami kerugian yang lebih besar.

Tulisan Ini Merupakan Cuplikan Secuil Dari Isi Buku Saya yang Ketiga yang Berjudul "Obat Paling Mujarab Sembuhkan Penyakit Penyebab Kebangkrutan Usaha" terbit 22 Oktober 2008 penerbit Elexmedia Komputindo

Kamis, 25 September 2008

PUKULAN TELAK "LUMPUHKAN" HARGA

Disini saya akan menyampaikan betapa pentingnya strategi penerapan harga jual produk.
Situasi dan kondisi perekonomian kita yang tidak menentu seperti sekarang ini memang terasa sekali ”merepotkan” dan meresahkan pengusaha-pengusaha makanan (termasuk saya). Namun demikian dengan strategi yang tepat kita bisa mengatasi dan mengantisipasinya tanpa harus terombang-ambing kenaikan harga bahan baku.

Ada beberapa hal yang bisa Anda gunakan sebagai bahan acuan dalam menetapkan harga jual produk, yaitu:

· Tetapkan harga berdasarkan harga yang berlaku dipasaran.
Caranya adalah dengan melakukan pengamatan, survey dan observasi terhadap rumah makan dengan menu sejenis yang berjarak radius 1-2 km dari rumah makan Anda. Amati berapa rata-rata harga jual untuk menu makanan yang sama dengan tempat Anda dan tetapkanlah harga jual produk sedikit lebih murah atau minimal sama dengan harga yang ditetapkan para pesaing Anda.
· Tetapkan harga berdasarkan modal yang dikeluarkan.
Caranya adalah dengan menghitung semua komponen biaya produksi, seperti: biaya bahan baku, tenaga, transportasi, peralatan dan lain sebagainya. Setelah semua komponen biaya dihitung akan ketemu sebuah angka biaya produksi (harga pokok produksi / HPP). Dari HPP itulah Anda bisa menentukan berapa margin keuntungan yang ingin Anda dapatkan. Misalnya HPP nya Rp 100.000 dan Anda ingin mengambil keuntungan dengan margin sebesar 30%, maka ketika produk yang dijual laku 100% (laku semua) Anda harus bisa mendapatkan uang Rp.130.000 dimana yang Rp.100.000 adalah modal yang bisa diputar kembali dan yang Rp 30.000 adalah keuntungan Anda berjualan dalam 1 hari.
Mungkin Anda bertanya-tanya:
”waduh Cak, menjalankan usaha sekarang ini sulit, harga bahan baku berubah-rubah, sedangkan kita kan nggak bisa seenaknya menaikkan harga jual produk, gimana tuh Cak ?”
Yah, problem itulah yang saat ini sedang dialami semua pengusaha. Ketidakstabilan harga telah membuat kalangan pengusaha ”pusing tujuh keliling” dan bahkan tidak sedikit yang menyerah dan ”gulung tikar”. Namun sebagai entrepreneur sejati tidak seharusnya Anda menyerah.
Saya sendiri juga mengalami hal tersebut, ketika harga sebuah komoditi (bahan baku) naik, banyak mitra-mitra usaha saya yang mengeluhkan hal ini.
Untuk mengatasi hal ini, saya ada beberapa kiat untuk mengatasi kenaikan harga bahan baku. Dan kiat ini juga sudah saya praktekkan di usaha bakso saya. Yaitu:
· Mengorbankan margin keuntungan untuk sementara waktu.
Demi menyelamatkan usaha dan menyelamatkan kualitas produk (yang udah banyak peminatnya itu) nggak ada salahnya jika Anda mengorbankan margin keuntungan untuk sementara waktu.
Jadi misalnya selama ini Anda tetapkan margin keuntungan sebesar 30%, maka sementara waktu pangkas dahulu margin tersebut hingga 10-20%. Menurut saya asal tidak merugi (biaya produksi lebih besar dari penghasilan) nggak masalah hal itu dilaksanakan. Biarlah untung kecil namun pelanggan tetap terjaga. Ini lebih baik daripada dapat untung besar namun kemudian Anda ditinggalkan pelanggan-pelanggan setia.
Yang pasti, mengorbankan margin ini tidak selamanya dan hanya bersifat sementara, jadi nggak usaha risau karena hanya mendapatkan untung kecil, nanti ketika harga-harga sudah mulai stabil Anda bisa menaikkan lagi margin keuntungan Anda. Menurut saya cara ini lebih aman.
· Melakukan efisiensi di Sumber Daya Manusia, bukan di Produksi dan Promosi.
Ini sebenarnya pilihan terakhir ketika harga-harga bahan baku sudah tidak bisa disiasati lagi. Artinya Anda pasti mengalami kerugian jika memaksakan diri, maka effisiensi SDM bisa dilakukan.
Ketika harga bahan baku naik, sudah barang tentu akan berimbas pada turunnya omzet usaha Anda. Banyak pengusaha yang memilih menurunkan kualitas produk untuk mencapai HPP yang lebih murah dengan demikian mereka tidak perlu menaikkan harga namun cita rasanya yang dikorbankan. Bagi saya, cara seperti ini tidak tepat. Saya lebih menyarankan untuk tetap mempertahankan kualitas dan citarasa produk namun kita lakukan efisiensi pada sumber daya manusia yang kita miliki. Agar anggaran bulanan bisa tercukupi, lakukan efisiensi (kalau perlu pengurangan pegawai). Jika ada beberapa pekerjaan yang bisa dikerjakan satu orang kenapa harus dikerjakan 2-3 orang. Langkah ini lebih pas (dari sisi bisnis) daripada mengorbankan kualitas produk.
· Efisiensi produk (jika sangat terpaksa).
Saya memang tidak menyarankan Anda untuk melakukan efisiensi produk. Namun jika memang kondisinya betul-betul tidak memungkinkan lagi atau nilai kenaikan bahan baku lebih dari 25% dari biasanya, maka langkah ini pun terpaksa bisa dilakukan. Dalam hal ini saya ada beberapa kiat yang bisa di jalankan jika langkah efisiensi produk terpaksa harus dilakukan, yaitu: dengan tetap mempertahankan harga (tidak menaikkan harga) dan tidak mengurasi kualitas rasa namun mengurangi ukuran fisiknya. Jadi misalnya nya Anda berbisnis Bakso, maka Anda harus tetap mempertahankan cita rasa bakso Anda (tidak mengurangi bumbu) dan tidak menaikkan harganya. Namun ukuran baksonya yang Anda perkecil. Menurut saya langkah itulah yang paling pas dijalankan. Dan saya yakin pelanggan akan lebih bisa menerima hal ini daripada kenaikan harga dan penurunan cita rasa.


Tulisan ini hanya secuil dari strategi-strategi yang lain yang saya tuangkan secara lengkap di buku saya yang kedua berjudul "15 Jurus Anti Rugi Buka Usaha Rumah Makan" yang diterbitkan oleh Elexmedia.


Salam Sukses Selalu

Selasa, 26 Agustus 2008

Menyusun Strategi Sebelum Bertarung

Sebelum bisnis dijalankan, sebaiknya Anda menyusun terlebih dahulu berbagai strategi yang akan Anda jalankan nantinya. Dengan adanya strategi ini, maka rumah makan yang anda kelola akan lebih terkonsep dan Anda bisa menjalankannya dengan lebih terarah. Buat Rencana Bisnis Yang Sederhana Tapi Nyata
Bagi sebagian pengusaha, filosofi ”mengikuti air mengalir” sering digunakan. Namun saran saya, jangan jalankan filosofi ini ”mentah-mentah”. Karena kalau sekedar ”mengikuti air mengalir” berarti Anda tidak memiliki konsep yang jelas mau dibawa kemana bisnis tersebut. Karena ”air ” itu bisa mengalir kemana saja, misalnya masuk ke rumah orang, masuk ke selokan ataupun masuk kedalam sumur. Yang lebih baik menurut saya adalah Anda harus ”Mengarahkan Air Mengalir”. Artinya Anda tidak sekedar mengikuti kemana air akan mengalir namun juga ikut mengarahkan ”air ” tersebut akan mengalir kemana.
Dalam dunia bisnis, perencanaan memang sangat penting. Walaupun tidak sedikit tokoh dan motivator wirausaha sering melontarkan kata-kata: ”Bisnis Nggak Perlu Perencanaan” dan bahkan Pengusaha Sukses Bob Sadino pun memiliki kalimat sakti yang cukup terkenal yaitu: ”Berencana Adalah Bencana”.
Yah, memang kita tetap harus membuat sebuah rencana bisnis yang matang, namun demikian Anda jangan hanya terjebak dengan membuat rencana-rencana bisnis semata namun tidak pernah bisa dijalankan. Sesuaikan rencana bisnis dengan bisnis yang akan dijalankan.
Misalnya Anda akan membuat usaha isi Pulsa Elekronik. Maka Anda tinggal mencari mitra / perusahaan penjual pulsa tersebut, memilih tempat dan langsung jalan. Begitu juga jika Anda ingin membuka usaha warung makan kaki lima, Anda tinggal cari tempat yang pas dan aman, mencari resep yang enak dan kemudian Anda jalankan bisnis tersebut. Untuk bisnis-bisnis semacam ini tidak dibutuhkan terlalu banyak perencanaan dan perhitungan-perhitungan bisnis yang rumit.
Tidak jarang saya melihat seseorang yang sebenarnya ”hanya” ingin membuka sebuah usaha yang sederhana, namun membuat sebuah perencanaan yang sangat detail dan rumit. Seolah-olah dia sedang berencana untuk membangun sebuah Mall yang membutuhkan dana milyaran rupiah. Padahal bisnis yang akan dijalankan cukup dengan modal 1 juta rupiah saja.
Tidak sedikit pula yang membuat rencana bisnis terlalu teoritis. Sehingga semua variabel dihitung dengan rumus-rumus. Payahnya, setelah dihitung sana-sini hasilnya ”Not Feasible” alias bisnis tersebut tidak layak. Sehingga dia tidak jadi menjalankan bisnis yang sebenarnya sangat sederhana itu. Padahal bisnis yang akan dijalankan ”hanya” lah bisnis yang seperti dijalankan orang-orang yang berdagang kaki lima jualan bubur ayam, pangsit mie, bakso, yang nota bene mereka tidak pernah membuat perencanaan bisnis yang terlalu rumit. Asal ada gerobak, tempat, modal dagang mereka bisa langsung jalan dan terbukti hasilnya cukup lumayan juga.
Jadi menurut saya, bikinlah perencanaan bisnis yang matang namun disesuaikan dengan kapasitas bisnis yang akan dijalankan. Membuat rencana bisnis sama saja dengan ”mengarahkan air mengalir”. Kemana air tersebut mau di alirkan bisa diatur melalui perencanaan yang Anda lakukan. Kemana bisnis Anda akan diarahkan, tergantung dengan perencanaan bisnis yang Anda lakukan. Buat saja sebuah rencana bisnis (Business Plan) yang sederhana, mudah dimengerti dan yang penting mudah dipraktekan. Apalah artinya sebuah business plan yang hebat, lengkap dan detail namun sulit di laksanakan.
Belajar dari pengalaman pengusaha-pengusaha lain yang sudah lebih dahulu menjalankan bisnis rumah makan juga lebih effektif. Tanyakan kepada mereka bagaimana cara mereka mengelola usaha, cara menghadapi pesaing, apa saja problem yang mungkin terjadi. Belajar dari pengalaman akan lebih efektif daripada Anda belajar dari buku-buku bisnis apalagi buku-buku teori bisnis.
Tentukan Siapa Saja ”Bidikan” Anda ?
Segmentasi Pasar, sebaiknya Anda tetapkan sebelum bisnis tersebut Anda jalankan. Tentukan siapa yang Anda bidik sebagai konsumen rumah makan Anda. Untuk bisa menentukan segmentasi pasar, Anda bisa menggunakan parameter-parameter berikut:
· Berapa usia rata-rata pelanggaan?
· Berapa rata-rata penghasilan pelanggan?
· Apa rata-rata profesi pelanggan?
· Berapa kemampuan / daya beli pelanggan?
Itu semua sangat penting untuk Anda ketahui untuk menentukan jenis makanan apa yang akan dijual?, berapa harga jual yang Anda tetapkan? dan rumah makan jenis apa yang cocok untuk pelanggan Anda?

Menata Ruangan dengan Cermat dan Tepat
Penataan interior dan eksterior rumah makan harus dilakukan secara cermat dan tepat disesuaikan dengan segment pasar yang Anda bidik.
Jika Anda hanya menginginkan sebuah rumah makan yang biasa-biasa saja, artinya sekedar menyediakan tempat untuk memenuhi kebutuhan ”perut ” semata, mungkin Anda tidak perlu melakukan dekorasi ruangan secara khusus. Namun jika Anda juga ingin menjual suasana disamping menjual makanan, maka penataan desain ruangan harus diperhatikan.
Ada beberapa acuan yang bisa saya sampaikan sehubungan dengan penataan ruangan ini:
· Pilihlah warna-warna mencolok
Pemilihan warna-warna yang mencolok untuk sebuah rumah makan sangan penting untuk menjadi daya tarik bagi pembeli untuk datang. Pilihlah warna-warna cat seperti merah, kuning, ataupun hijau. Dengan pemilihan warna yang mencolok akan membantu Anda untuk menunjukkan keberadaan rumah makan tersebut. Syukur-syukur pemilihan warna tersebut bisa menjadi pembeda dengan bangunan-bangunan lain disekitarnya. Sehingga hal tersebut bisa terekam dalam memory calon-calon pelanggan Anda yang kebetulan lewat didepan rumah makan Anda.
· Desain ruangan sesuai dengan segmen pasarnya
Anda bisa mendesain ruangan agar terasa aman dan nyaman bagi pelanggan. Jika sasaran pembeli Anda adalah anak-anak remaja dan ABG, maka pemilihan warna pink sangat tepat dan kemudian dipadu dengan berbagai aksesoris yang bernuansa remaja plus ”suguhan” musik-musik bertema remaja. Namun jika Anda lebih ingin menampilkan suasana tenang, maka warna-warna lembut seperti hijau sangat pas untuk Anda padukan dengan berbagai aksesoris. Tempatkan pot-pot bunga yang terlihat segar di setiap sudut rumah makan. Tampilkan lagu-lagu yang bernuansa lembut untuk pengunjung Anda.
Untuk rumah makan yang mengambil segmen pasar keluarga, Anda bisa mendesain interior dan eksterior yang bernuansa ”akrab”. Buatlah sekat dan bilik-bilik khusus untuk makan se keluarga (1 meja untuk 3 - 5 orang). Format makan dengan lesehan juga cukup bagus. Terlebih jika bilik-bilik tersebut berada diatas kolam ikan. Ini akan membuat pelanggan Anda betah berlama-lama ditempat Anda.
Saya juga pernah melihat rumah makan keluarga yang terlihat begitu nyaman dengan tebing-tebing buatan plus gemercik air yang mengalir di tebing tersebut. Ada juga yang mendesain seolah-olah pada saat itu sedang hujan dengan adanya air yang selalu menetes dari genting. Suasana seperti itu sangat nyaman bagi keluarga yang ingin bersantai.
Jadi pilihkan interior dan eksterior yang sesuai dengan segmentasi pasar yang ingin Anda raih. Tempat makan yang nyaman, akan membuat pelanggan Anda merasa ketagihan untuk selalu datang ke rumah makan Anda.
· Perhatikan faktor kebersihan
Dapur atau tempat masak yang kotor memang sudah biasa. Apalagi tempat pencucian piring dan gelas kotor. Terlebih lagi jika Anda juga mencuci berbagai bahan baku produksi seperti ikan, ayam, bebek, ditempat tersebut.
Namun demikian Anda harus berusaha agar tempat yang ”kotor” tersebut selalu terlihat bersih. Dan usahakan jangan sampai tempat-tempat kotor tersebut terlihat oleh pelanggan Anda. Jadi tempatkan area dapur kotor, tempat pencucian bahan baku dilokasi yang tidak bisa terlihat oleh pelanggan.
Karena tidak sedikit pelanggan yang merasa terganggu selera makannya ketika tiba-tiba melihat tumpukan piring kotor yang penuh dengan sisa makanan. Atau juga tidak jarang pelanggan yang merasa jijik ketika melihat piring kotor yang dijilatin kucing. Ini harus Anda antisipasi.
Ada hal penting juga yang harus Anda perhatikan, yaitu masalah kebersihan toilet. Usahakan toilet umum di rumah makan Anda selalu terjaga kebersihannya dan tidak terkesan jorok. Karena hal yang sepertinya sepele ini bisa menjadi pemicu bagi pelanggan Anda untuk datang lagi atau tidak ke rumah makan Anda.
Demikianlah beberapa strategi yang harus dipersiapkan sebelum Anda terjun ke dunia bisnis rumah makan.

Tulisan ini hanya sebagian kecil cuplikan dari buku saya yang kedua berjudul :
15 Jurus Antirugi Buka Usaha Rumah Makan yang diterbitkan Elexmedia

Jumat, 18 Juli 2008

Prinsip Hidup Sederhana Warren Buffet

Selama 1 jam interview CNBC dengan Warren Buffet, orang terkaya didunia saat ini, yang telah menyumbang $ 31 milyar untuk kegiatan sosial.Marilah kita ikuti beberapa aspek yang menarik dalam hidupnya

1. Pertama kali dia membeli saham investasi pada usia 11 tahun dan dia katakan itu sudah terlambat !
Ajarkanlah anak – anak anda berinvestasi sejak dini.

2. Dia membeli sebuah ladang kecil pada usia 14 tahun dari hasil mengantar koran
Sesuatu bisa dibeli dengan sedikit tabungan
Ajarkanlah anak – anak anda untuk memulai sebuah bisnis.

3. Dia tetap tinggal dirumahnya yang kecil berkamar tiga yang ia tempati sejak menikah 50 tahun yll. Dia katakan : saya memiliki segalanya dirumah ini.
Jangan membeli sesuatu yang tidak benar – benar anda butuhkan, dan ajarkanlah anak anda berpikir demikian.

4. Dia menyetir sendiri mobilnya kemana saja dia ingin pergi dan dia tidak membutuhkan sopir pribadi maupun bodyguard
Jadilah dirimu sendiri

5. Dia tidak pernah mengendarai jet pribadinya, meskipun ia memiliki perusahaan jet terbesar didunia.
Selalu berpikirlah cukup dengan apa yang kau miliki

6. Perusahaannya, Berkshire Hathaway, memiliki 63 anak perusahaan. Dia hanya menulis 1 surat tiap tahun untuk para CEOnya , memberikan mereka target tahun tsb. Dia tidak pernah mengadakan rapat atau memanggil mereka .
Letakkankan orang yang tepat pada posisinya.

7. Dia hanya membuat 2 peraturan untuk CEOnya
1: Jangan habiskan uang pemegang saham
2: Jangan lupa peraturan no.1
Buatlah suatu target dan buat mereka fokus dengan target tsb

8. Dia tidak memiliki pergaulan kelas atas. Dia menghabiskan waktunya makan popcorn dan menonton TV dirumah.
Jangan mencoba untuk pamer, jadilah diri sendiri

9. Warren Buffet tidak membawa handphone dan tidak memiliki komputer dimejanya.

10. Bill Gates, orang terkaya no.1 5 tahun yang lalu mengadakan janji temu dengan Warren Buffet.Dia merancang pertemuan untuk 30 menit saja, tapi dia menghabiskan 10 jam untuk belajar menjadi seperti Warren Buffet

11. Nasehatnya untuk anak – anak muda:
"Jauhkan dirimu dari pinjaman bank atau kartu kredit dan berivestasilah dengan apa yang kau miliki serta ingat :
Uang tidak menciptakan manusia, manusialah yang menciptakan uang.
Hiduplah sederhana sebagaimana dirimu sendiri.
Jangan melakukan apapun yang dikatakan orang, dengarkan mereka, tapi lakukan apa yang baik saja.

Jangan memakai merk, pakailah yang benar – benar nyaman untukmu.
Jangan habiskan uang untuk hal – hal yang tidak benar – benar penting.
Jika itu telah berhasil dalam hidupmu, berbagilah dan ajarkanlah

"Orang yang berbahagia bukanlah orang yang hebat dalam segala hal, tapi orang yang bisa menemukan hal sederhana dalam hidupnya".

Selasa, 06 Mei 2008

PRAKTEKKAN ATURAN 60-30-10!!!

Formula ini yang saya gunakan dalam mengembangkan bisnis yang saya jalani saat ini, dan mungkin bisaditerapkan oleh rekan-rekan yang akan memulai bisnis atau bahkan yang sudah mulai siapa tahu bermanfaat dan berguna untuk kemajuan.
1. Dalam menjalankan bisnis 60% waktu saya pergunakanuntuk memasarkan dan menjual, 30% persen untuk membuat produk dan layanan sedangkan 10% nya saya pergunakanuntuk manajemen dan administrasi.
2. Dalam menjual 60% persen waktu penjualan sayapergunakan untuk menjaga dan mendapatkan pelangganbaru, 30% untuk mendapatkan pelanggan potensial dalam jangka pendek, dan 10% untuk mendapatkan pelanggan potensial dalam jangka panjang.
3. Dalam latihan dan pengembangan , 60% waktu saya pergunakan untuk menambah kekuatan-kekuatan usaha, 30% waktu saya pergunakan untuk mempelajari konsep baru dan 10% untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan usaha. Setelah saya terapkan selama ini ternyata formula tersebut ampuh dan dashyat cobalah.....

Buka Usaha ? INGAT "C"!!!

Bagi rekan-rekan yang telah memulai bisnis atau akanmemulai bisnis ingat selalu "C" dan tempatkan dalam pikiran yang paling atas.
1. "C" pertama berarti "Customer" (pelanggan), tanpa ada pembelian/pembayaran dari pelanggan usaha andaakan jatuh.
2. "C" kedua berarti "Cash" (uang tunai), jangan sampai dalam usaha kita kehabisan uang tunaiberbahaya!!!
3. "C" ketiga berarti "Collection" (mengumpulkan),kumpulkan uang tunai.
4. "C" keempat berarti "Credit" (kredit), kredit akanmenjadi uang tunai.
5. "C" kelima berarti "Cost" (biaya-biaya yangdikeluarkan), jangan menghambur-hamburkan uang.Usahakan agar biaya yang dikeluarkan tetap rendah.Pangkas biaya-biaya yang tidak penting
6. "C" keenam berarti "Closing" (penutupan atau terakhir)
7. "C" ketujuh adalah "Confidence" (percaya diri)
8. "C" kedelapan berarti "calm" (tenang). Janganpedulikan betapa jelek, betapa traumanya, betapa susahnya itu semua untuk diraih, katakan pada dirikita : "bersikaplah tenang semua akan dapat diraih"
9. "C" untuk "Commitment" (komitmen) sekali mulaisebuah bisnis jangan pernah berhenti.

Sabtu, 12 April 2008

Jangan Berkutat Pada Formalitas Usaha!!!

Banyak orang yang terperangkap dalam formalitas dalam menjalankan usaha yang baru dirintisnya. Misalnya, mereka ingin usaha tersebut bernaung di bawah bendera/payung PT (Perseroan Terbatas), kantor yang bagus berikut fasilitas yang bagus, jajaran staf yang siap membantu, termasuk sekretaris lulusan sekolah sekretaris ternama untuk menambah prestise. Buntutnya, usaha terlunta-lunta karena energi dan modal tersedot untuk mewujudkannya. Seperti kita ketahui biaya mendirikan sebuah PT (Perseroan Terbatas) adalah mahal, maklumlah memang ada anggapan di masyarakat bahwa jika seseorang memiliki PT (Perseroan Terbatas) artinya ia orang yang kaya dan bisnisnya bisa dikatakan besar, apalagi sampai mempunyai 2 atau 3 PT (Perseroan Terbatas) yang tercetak di kartu nama, artinya ia lebih sukses. Itu anggapan yang salah!!!, justru bagi saya ini akan jadi boomerang bagi Anda.., saya katakan begitu karena apabila Anda sudah mempunyai sebuah PT (Perseroan Terbatas) dapat saya ibaratkan PT (Perseroan Terbatas) tersebut adalah seekor sapi, yang mana walau sapi itu belum/tidak mendatangkan uang Anda harus terus memberinya makan dan minum. Nah jika Anda sudah membuka sebuah PT (Perseroan Terbatas) Anda tetap harus mengeluarkan biaya setiap bulan/tahun untuk urusan dengan instansi-instansi terkait walau perusahaan Anda belum beroperasi.

Justru bagi saya formalitas seperti itu justru menjadi nomor paling akhir dari sebuah kesuksesan, bukan sebaliknya. Apalagi usaha yang akan Anda rintis adalah usaha kecil dan menengah, yang tentunya lebih membutuhkan modal untuk membuat produk daripada mewujudkan formalitas. Lebih baik Anda bekerja keras dan meraih sukses terlebih dahulu, baru menjadikannya formal. Salah satu contoh adalah Estee Lauder sempat berjualan door to door. Di awal usaha, ia pantang menyerah saat ditolak atau dihina. Dengan usaha keras dan motivasi kuat, akhirnya ia dapat mewujudkan impiannya tanpa harus mendirikan kantor bagus berfasilitas lengkap.

Jumat, 28 Maret 2008

Pilih Partner Buka Usaha Baru Perlukah???

Ada alasan dimana Anda tidak dapat menjalankan usaha seorang diri atau membutuhkan seorang atau beberapa partner, yang pertama adalah perasaan takut dan yang kedua adalah tidak mempunyai modal yang cukup. Kecenderungan orang yang baru pertama kali terjun buka usaha
adalah lebih suka bekerjasama dengan rekan usaha dikarenakan masih mempunyai perasaan takut. Dengan adanya rekan usaha, mereka merasa lebih berani. Padahal itu adalah cara yang salah!!! Saya ingatkan jangan sekali-kali Anda mencari partner usaha hanya karena alasan
takut untuk memulai usaha sendiri. Kenapa saya katakan begitu,karena sebuah usaha yang dibangun dengan permulaan seperti itu hampir dapat dipastikan akan berakhir dengan pemutusan dengan partner usaha Anda. Sering terjadi orang yang baru mulai membuka usaha bekerjasama dengan dengan sahabat mereka. Hal itu terjadi karena mereka menganggap bahwa sahabat bisa lebih dipercaya dan semua urusan atau aturan serba gampang dan fleksibel. Namun hal tersebut menurut saya justru alasan yang salah dalam penentuan partner dalam usaha. Orang yang dapat bersahabat dengan baik belum tentu dapat menjadi rekan usaha yang baik pula!!!. Sering saya jumpai khususnya dalam dunia usaha bahwa dua orang sahabat yang bekerjasama berakhir dengan permusuhan. Jika usaha itu gagal sudah pasti mereka tidak dapat tetap bersahabat. Malah, meski usaha bisa maju dan sukses mereka dapat menjadi musuh karena timbul perasaan saling iri. Manusiawi, sebelum melihat uang banyak orang belum serakah. Hal yang sama dapat terjadi dengan kerjasama antara kakak-beradik ataupun dengan kerabat. Banyak orang yang memulai usaha dengan bekerjasama dengan anggota kerabat sendiri, namun saat timbul perselisihan yang berakibat permusuhan, nasib mereka malah lebih tragis.

Rabu, 05 Maret 2008

Jangan Pernah Putus Asa & Berkecil Hati!!!, Yang Penting Lihat Nanti.......

Sepenggal kisah yang mungkin bisa menjadi motivasi bagi Anda dalam menyikapi hidup bahwa jangan pernah pesimis serta berkecil hati dengan diri dan usaha Anda masing-masing walau sering diejek, dicemooh, dan dipandang sebelah mata oleh orang disekeliling Anda. Yang terpenting tetap yakin, mau berjuang, tidak pernah putus asa pasti kesuksesan akan tercapai.
  • Albert Einstein dikatakan, "Bolot, tidak suka bergaul, dan senantiasa hanyut dalam khayalan bodohnya.
  • Aristotle Onassis saat sekolah merupakan si tolol nomor satu dan biang kerok, sehingga pernah dikeluarkan dari beberapa sekolah. Akhirnya dia gagal dalam ujian dan tidak punya ijazah walau diploma sekalipun.
  • Guru Bethoven menyebut Beethoven sebagai komposer yang tidak mempunyai harapan.
  • Charles Darwin dianggap oleh semua gurunya (termasuk ayahnya sendiri) sebagai seorang budak biasa dan mempunyai tingkat kecerdasan di bawah normal.
  • Henry Ford 5 kali gagal dalam bisnis dan bankrut
  • Prestasi Isaac Newton amat lemah ketika di sekolah dasar
  • Leo Tolstoy, pengarang buku "War and Peace" pernah dikeluarkan dari akademi.
  • Semasa kuliah, Louis Pasteur adalah seorang mahasiswa sederhana dimana dia mendapat peringkat nomor 15 dari 22 orang mahasiswa lain dalam mata kuliah kimia.
  • Leon Uris, pengarang buku terlaris , "Exodus" pernah gagal dalam ujian bahasa inggris sebanyak 3 kali semasa di sekolah menengah.
  • Pendiri Fedex (Federal Express) pernah diberitahu bahwa idenya tidak masuk akal, dan diberi nilai merah (tidak lulus) oleh profesor di universitasnya. Tiga puluh tahun kemudian, Federal Express menjadi sebuah perusahaan ekspedisi ekspres yang terbesar di dunia dengan 128.000 orang karyawan dan mempunyai modal lebih dari US$7 milyar.
  • Guru Thomas Alfa Edison pernah mengatakan bahwa dia terlalu bodoh untuk belajar sesuatu.
  • Walt Disney pernah dipecat oleh seorang redaktur surat kabar karena kekurangan ide.
  • Winston Churchill pernah tidak naik kelas enam.
  • Semasa Silvester Stallone menjalani ujian di Universitas Dexel, dia diberitahu bahwa peluang masa depannya hanyalah sebagai seorang tukang reparasi elevator. Dengan demikian ayahnya yang sering memukul mengatakan bahwa dia adalah seorang anak yang tidak bisa diharapkan.
  • Woody Allen, seorang penulis, editor, dan penerbit yang telah mendapat anugerah Academy Award pernah gagal dalam ujian bahasa inggris dan gagal membuat film di Universitas New York.
  • Akio Morita, pendiri SONY corporation adalah murid yang bodoh. Ia menempati peringkat terakhir dari 180 murid di kelas ilmu pastinya.


Salam Sukses Selalu



Kamis, 21 Februari 2008

Jangan Hiraukan Suara-Suara Miring Yang Menakut-Nakuti

Untuk mengahadapi persaingan bisnis dan mengubahnya menjadi situasi yang menguntungkan, memang diperlukan kematangan dan kemandirian. Jangan dengarkan suara-suara miring dari siapapun yang mencoba menakut-nakuti tentang prospek perjalanan bisnis kita. Kenapa saya berkata begitu karena itu semua hanya membuat Anda menjadi pesimis yang ujung-ujungnya akan meruntuhkan keyakinan Anda untuk meraih kesuksesan bersama bisnis yang Anda rintis.

Pokoknya bila Anda sudah merasa betul-betul mantap dengan pilihan bisnis yang Anda jalani, laksanakan saja tanpa ragu-ragu. Namun jangan lupa untuk selalu belajar, belajar dan belajar. Banyak sekali ilmu-ilmu tentang kiat-kiat untuk meraih kesuksesan dalam bisnis yang bisa Anda pelajari, baik dari pengalaman sesama rekan yang telah mengalami jatuh bangunnya bisnis, belajar dari pesaing, atau dari buku-buku tentang motivasi&kewirausahaan yang semakin banyak terpajang di toko-toko buku. Jangan takut atau alergi untuk bertanya dan bertanya apakah cara Anda mengelola bisnis sudah benar (on the track), apakah pertumbuhan bisnis Anda sudah maksimal, atau apakah bisnis Anda masih bisa dikembangkan lagi.

Anda perlu selalu bertanya apakah sistem dan mekanisme bisnis Anda masih bisa disempurnakan lagi karena kesempurnaan hanya bisa diperoleh dari perbaikan dan pembelajaran secara terus-menerus.



Senin, 18 Februari 2008

Jangan Buru-Buru Bicara Untung Dahulukan Kualitas!!!

Mendefinisikan visi dan misi dalam pendirian sebuah usaha merupakan salah satu kunci kesuksesan dalam memulai usaha. Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap orang yang berkeinginan membuka usaha pasti ingin meraih keuntungan dari usaha yang akan dijalankan. Kerap kali uang dalam nominalnya menjadi tolak ukur keberhasilan suatu usaha.
Berapa besar omzet hari ini dan berapa keuntungan perbulan kerap menjadi pertanyaan pemilik usaha kepada karyawan.
Tapi bagi yang ingin memulai usaha jangan menjadikan uang atau keuntungan menjadi satu-satunya tujuan, karena apabila kita memfokuskan kepada keuntungan maka kita akan lalai mendefinisikan tujuan-tujuan kecil lainnya yang justru sebagai jembatan menuju tujuan tersebut.
Sebagai contoh apabila kita memulai usaha dibidang makanan sebaiknya tujuan utamanya adalah memberikan citarasa dan pelayanan yang prima kepada pelanggan. Ingat bahwa pelanggan yang puas akan kembali lagi dengan mengajak teman-teman atau sanak saudara mereka.
Yang perlu diperhatikan untuk pebisnis yang baru memulai usaha adalah pengawasan usaha secara intensif pada awal-awal usaha dibuka. Selain itu juga mesti memiliki ide-ide kreatif untuk mempertahankan keuntungan usaha selama beberapa tahun ke depan. Strategi dan rencana yang matang disertai pengamatan pasar yang akurat setidaknya dapat mengurangi kagagalan serta kerugian.
Apapun usaha Anda bekerjalah dengan penuh keyakinan, bersungguh-sungguh agar pelanggan atau konsumen merasa puas atas produk atau jasa yang kita jual. Jika semua ini dilakukan dengan maksimal dan penuh keikhlasan maka tujuan yang ingin dicapai berupa pundi-pundi uang akan mengalir dengan sendirinya. Sebaliknya jika kita ingin mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dan meninggalkan tujuan-tujuan kecil dalam usaha maka bersiap-siaplah untuk gigit jari.

Senin, 04 Februari 2008

Bagaimana Kalau Tidak Punya Modal Sama Sekali????


Yah jawabannya Anda bisa mulai dengan menjadi broker atau perantara. Misalnya menjadi broker jual beli kendaraan, tanah atau rumah atau perantara bisnis persewaan kantor. Anda juga bisa menjadi perantara untuk mencarikan order bagi perusahaan lain seperti perusahaan percetakan, mencarikan peserta kursus atau pendidikan dan mencarikan order bagi siapa saja yang membutuhkan. Biasanya Anda tidak membutuhkan modal uang sepeserpun dan Anda akan mendapatkan penghasilan dari bisnis ini. Atau Anda juga bisa mendapatkan modal dengan cara ber-hutang. Kepada siapa ?. Yah, hutang yang paling enak adalah hutang kepada orang tua atau mertua, karena biasanya bersifat lunak dan tanpa bunga. Namun kita juga harus hati-hati dan tetap memegang komitmen untuk pengembalian atau bagi hasil tetap waktu. Ada beberapa prinsip dalam berhutang yang bisa saya sampikan kepada Anda, yaitu:
- Carilah hutang dari sumber-sumber yang mudah dan murah.
- Ber-hutanglah “hanya” untuk investasi yang produktif.
- Jika Anda harus membayar hutang, dahulukan hutang-hutang yang memiliki suku bunga paling tinggi.
- Janganlupakan perjanjian hutang piutang secara tertulis. Ini akan bisa melindungi kedua belah pihak dari kemungkinan perselisihan dikemudian hari.

Kamis, 24 Januari 2008

Yang Penting Jalan Dulu!!!! Tata Kemudian!!!!!

Teori bisnis mengatakan, bahwa sebelum memulai bisnis kita harus menata segalanya dan persiapkan serapi mungkin baru kemudian berjalan. Namun jika hal tersebut membuat Anda menjadi banyak berpikir dan banyak berhitung yang akibatnya menjadikan nyali bisnis Anda menciut, saya sarankan sebaiknya mulai dulu dan ditata kemudian. Artinya Anda harus memulai bisnis sebisa Anda (asal jalan dulu) setelah itu baru diatur manajemennya. Apa saja yang harus diatur ?
· Masalah Keuangan, jika disaat-saat awal Anda belum memiliki pembukuan yang bagus, segeralah dibuat pada saat usaha sudah berjalan. Jika perlu Anda bisa meminta bantuan praktisi akuntasi yang ada.
· Masalah SDM, segeralah atur hak dan kewajiban yang menyangkut karyawan. Ingatlah bahwa karyawan itu adalah asset yang harus dijaga.
· Masalah Produksi, seiring dengan makin banyaknya pesanan, Anda harus mulai mengatur proses produksi sebaik mungkin.
· Masalah Pemasaran, buatlah sistem pemasaran yang lebih baik (tertata rapi, terencana dan terukur).
· Masalah Perijinan, jika memungkinkan uruslah perijinan usaha sebelum usaha tersebut dijalankan, namun jika tidak memungkinkan bisa saja Anda jalan duluan dan kemudian mengurusnya kemudian. Setidaknya Anda harus memiliki dokumen-dokumen sebagai berikut:
a. Surat Keterangan Domisili yang bisa didapatkan di kelurahan setempat.
b. Akta Notaris untuk UD, CV, Firma atau PT yang Anda dirikan. Biasanya akta notaris juga dilegalisasi oleh Pengadilan Negeri Setempat.
c. Pengurusan Badan Hukum dari Menteri Hukum & Perundang-undangan.
d. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang bisa diurus di kantor pelayanan pajak setempat)
e. Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dari Departemen Perdagangan setempat
f. Jika diperlukan daftarkan perusahaan Anda ke asosiasi yang bisa mendukung kemajuan bisnis Anda, misalnya Asosiasi Waralaba Indonesia, Gabungan Penyelenggara Konstruksi Indonesia dan berbagai asosiasi yang lain.

Rabu, 23 Januari 2008

Apapun Rumusnya Kuncinya Cuma "Keberanian"

Jika ide bisnis sudah Anda dapatkan, tempat sudah tersedia dan rencana bisnis sudah ada. Maka segeralah mulai dijalankan. Karena se-brilian apapun ide Anda, se-strategis apapun tempat yang Anda miliki dan se-hebat apapun Business Plan yang Anda buat nggak akan ada gunanya jika Anda tidak segera memulainya. Banyak orang yang punya ide-ide dan gagasan besar, punya banyak uang dan punya perencanaan bisnis yang matang namun akhirnya gagal hanya karena tidak langsung memulainya. Makin lama dipikirkan, maka akan makin lama pula Anda memiliki keberanian untuk mulai. Menurut saya sih, langsung saja dimulai dari apa yang bisa Anda lakukan saat ini. Anda nggak perlu takut gagal, Anda nggak usah takut rugi dan Anda nggak usah takut tidak bisa. Yang penting jalan saja, gitu aja kok repot. Ibaratnya jika Anda ingin pandai berenang, maka Anda harus berani untuk masuk atau terjun kedalam air (kolam renang) tanpa harus menunggu Anda pintar berenang terlebih dahulu, jika Anda hanya maju-mundur (berani-tidak, berani-tidak, berani-tidak........) maka Anda nggak akan pernah bisa !, begitu juga dengan bisnis.

Senin, 21 Januari 2008

Pelajaran Berharga (Mengesampingkan Rasa Malu)

Barangkali kisah Milyader dari Thailand yang jatuh miskin dapat menjadi pendorong semangat bagi pewirausaha yang pernah atau sering mengalami kegagalan dari bisnis yang dijalankan. Milyader itu bukan saja menjadi miskin, melainkan kehilangan segala-galanya dalam krisis ekonomi yang terjadi di Asia pada tahun 1997. Dari semula seorang pialang saham dan pebisnis yang sukses, kini bangkrut. Hanya dalam sekejap mata, semua harta dan kekayaannya hilang disebabkan jatuhnya pasar properti di Thailand. Dia gagal mengembalikan pinjaman karena kondominium yang sudah dibangunnya tidak dapat dijual. Meskipun sudah dinyatakan bangkrut dan harus menanggung beban hutang yang besar, dia tetap gigih berusaha dan tabah membangun kembali kekaisaran bisnisnya yang sudah lenyap. Dia tidak mengambil jalan pintas dengan cara bunuh diri seperti yang mungkin dilakukan oleh pebisnis yang gagal. Sebaliknya, dia memulai bisnis secara kecil-kecilan, yaitu menjual sandwich (roti isi). Makanan itu dijajakan kemana-mana dengan berjalan kaki. Bagaimanakah perasaan kita jika harus melalui perjalanan hidup seperti yang dialami bekas milyader itu? Dari yang tadinya kaya raya menjadi miskin papa. Mungkin kita akan merasa malu dan tidak sanggup melakukan pekerjaan itu. Bukan seorang bekas milyader saja yang tidak akan sanggup melakukannya, bahkan anak muda yang mempunyai ijazah Sekolah Menengah Atas (SMA) pun tidak akan sanggup melakukan pekerjaan yang dianggap hina. Akan tetapi, tidak bagi bekas milyader tersebut, dia sanggup mengesampingkan perasaan malu, segan dan takut untuk memulai bisnis secara kecil-kecilan. Dia sadar, bisnis sandwich itu tidak memberikan jaminan kekayaan dan kesuksesan kepadanya. Namun jauh di sudut hatinya, tertanam sebuah keyakinan bahwa dengan ketekunan dan niat yang kuat, akan dapat bangkit kembali. Dalam waktu yang singkat, bekas milyader menjadi populer dan terkenal hingga diwawancarai oleh puluhan media cetak dan elektronik, baik dalam maupun luar negeri. Dia populer bukan karena sandwich yang dijualnya, melainkan semangat juangnya yang ingin keluar dari keadaan yang paling buruk.


Senin, 07 Januari 2008

Siapkan Diri Anda Untuk Menghadapi Keraguan


Keraguan untuk memulai Bisnis memang selalu ada, walau Anda sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan baik. Itu wajar sekali. Masalahnya adalah bagaimana agar keraguan itu tidak sampai menghentikan langkah Anda untuk bergerak lebih maju. Cara untuk menghilangkan keraguan adalah Anda harus memiliki seorang mentor atau pembimbing seorang pengusaha yang telah sukses. Sering-seringlah bergaul dalam komunitas pengusaha. Maka keraguan Anda pun akan hilang dengan sendirinya.


Selamat Mencoba dan Sukses Untuk Anda

Jumat, 28 Desember 2007

Menyikapi Kritik dan Cibiran Anggota Keluarga Anda


Siapkan diri Anda untuk menghadapi kritikan dan penolakan khususnya yang berasal dari lingkungan terdekat Anda (istri, orang tua, mertua atau anak).
Jangan dikira keputusan Anda untuk mencari penghasilan tambahan selalu mendapatkan dukungan keluarga, teman kantor, atasan atau orang-orang sekeliling Anda. Kalau pendapatan Anda saat ini relatif rendah, dukungan itu kemungkinan besar akan Anda dapatkan. Tetapi bila pendapatan Anda dinilai sudah cukup besar, Anda mungkin akan mendapatkan kritik atau cibiran. Dan Anda juga harus siap untuk menghadapi penolakan dari orang-orang terdekat Anda seperti anak, istri, suami, orang tua dan bahkan mertua. Biasanya mereka akan menolak keinginan Anda untuk berbisnis dengan berbagai alasan. Namun itu adalah tantangan dan ujian Anda. Yakinkan keluarga Anda bahwa dengana ber-bisnis maka potensi penghasilan tidak terbatas akan bisa didapatkan. Walaupun Andapun juga harus menyampaikan resikonya. “Wah, sulit pak, keluarga saya nggak ngerti-ngerti juga”, Oke kalau itu yang terjadi saya sarankan jangan diberi pengertian dengan ucapan lagi. Ajaklah keluarga Anda berkunjung dan berkenalan dengan para pengusaha sukses, saya yakin tanpa Anda jelaskan pun mereka akan termotivasi. Lebih-lebih jika keluarga Anda bisa bertatap muka langsung dengan pemilik bisnisnya.

Rabu, 19 Desember 2007

Jangan Tinggalkan Promosi


Besar atau kecil usaha Anda jangan tinggalkan Promosi!!!. Untuk mendongkrak penjualan, lakukanlah promosi. Promosi adalah suatu cara untuk mengenalkan usaha kita kepada khalayak ramai. Apapun usaha Anda promosi itu wajib hukumnya. Selain untuk mengenalkan usaha, promosi juga dilakukan agar orang tidak lupa dengan usaha Anda, dan menarik konsumen untuk membeli. Ingat berbisnis tanpa beriklan sama dengan mengedipkan mata pada seorang gadis dalam kegelapan.

Mengingat begitu pentingnya promosi maka biaya promosi perlu Anda masukkan dalam biaya rutin usaha Anda meski besaran jumlahnya tiap bulan bisa fleksibel.

Ada beberapa cara untuk melakukan promosi :


  1. Memasang iklan baris di koran umum, tabloid, atau koran khusus iklan. Saat ini banyak koran yang menawarkan beriklan dengan sistem paket sehingga jauh lebih murah. Pilihlah koran dengan mempertimbangkan luas jangkauannya dan apakah itu sesuai dengan pasar yang Anda tuju.

  2. Memasang iklan di internet. Biaya iklan di internet termasuk murah, malah ada yang gratis, misal http://www.iklanbaris.com/. Cuma perlu diingat bahwa pemakaian internet ini belum meluas sehingga pemakaiannya benar-benar harus disesuaikan dengan segmen pasar usaha Anda. Jika tepat sasaran hasilnya sungguh luar biasa.

  3. Membuat pamflet, brosur, atau spanduk. Meski tergolong promosi klasik, spanduk masih efektif untuk mengenalkan usaha Anda. Begitu juga dengan brosur dan pamflet. Anda bisa lebih detail menjelaskan usaha Anda. Ada cara penyebaran pamflet yang efektif, misalnya menaruh di Apotek, menyebarkan di jalan, mall, perkantoran, sekolah, atau menitipkan pada loper koran di perumahan yang menjadi target usaha Anda, dengan imbalan tertentu. Cara ini cukup efektif apalagi bila usaha Anda berhubungan dengan rumah tangga, seperti jasa katering, laundry, penitipan anak sekolah, penjualan barang elektronik, juga jasa servis elektronik.

  4. Membuat kartu nama. Desainlah kartu nama Anda semenarik mungkin sehingga orang selalu teringat pada bidang usaha Anda. Pilihlah nama usaha Anda yang mudah diingat dan unik. Bawalah selalu kartu nama di dompet sehingga begitu bertemu dengan seseorang, Anda selalu siap sedia mengenalkan diri sekaligus usaha Anda. Kartu nama juga dapat disebarluaskan sebagai pengganti pamflet. Misalnya untuk usaha katering pesta pernikahan, tempatkan kartu nama di meja yang paling strategis sehingga setiap tamu dapat mengambilnya.

  5. Mengikuti pameran. Pameran adalah salah satu promosi yang efektif dan efisien karena pengunjung yang datang ke pameran sudah terseleksi menurut minatnya sehingga Anda dapat mengenalkan produk tepat pada sasaran. Disini Anda juga dapat mengenali konsumen lebih dekat, membuka wawasan mereka tentang produk Anda, mengetahui selera konsumen dengan berinteraksi secara langsung. Pamflet, brosur atau kartu nama dapat disebarkan secara efektif. Berbeda bila menyebarkannya di jalan, akan lebih kecil kemungkinan mereka berminat. Banyak pengusaha yang merasa beruntung mengikuti pameran, sesuai ajang yang digelar, banyak order yang masuk, tidak hanya dalam negeri tetapi juga dari luar negeri. Mengikuti pameran terbukti juga mampu meraup keuntungan yang besar karena penjualan meningkat. Untuk desainer mode dan konveksi selain pameran juga dilakukan dengan menggelar fashion show, yang bisa diselenggarakan sendiri atau bekerjasama dengan orang lain

Selamat mencoba dan selalu berpromosi


Salam Sukses





Selasa, 11 Desember 2007

Gunakan Strategi Memukul Rumput dan Menakuti Ular


Untuk memulai sebuah bisnis baru dan bila Anda masih bingung bisnis apa yang pas dengan kebutuhan pasar dan kemampuan , maka sepatutnya Anda perlu mencoba strategi yang selalu saya gunakan yaitu : "strategi Memukul Rumput dan Menakuti Ular"

Setiap mendapat ide gagasan bisnis baru, yang pertama Anda lakukan adalah memahami kebutuhan, ekspektasi, perilaku konsumen dan seberapa besar peluang di pasar paling tidak untuk memperkecil risiko kegagalan. Hal ini perlu lakukan karena Anda tidak tahu pasti kebutuhan dan kekuatan pasar (ibaratkan Anda menerabas padang rumput yang lebat dan tinggi). Disini Anda perlu mencoba membuat tester, melakukan studi kelayakan usaha, survey lokasi, analisa dan riset pasar. Nah langkah-langkah ini yang disebut dengan strategi "Memukul Rumput". Setelah Anda mengetahui kondisi pasar atau konsumen (gerakan ular) barulah Anda mengambil tindakan (Take Action) atau keputusan strategi apa yang harus Anda lakukan untuk menguasai pasar dan konsumen.

Strategi tersebut saya rasakan efektif dan bisa meminimalkan risiko karena paling tidak saya telah mengantisipasi segala kemungkinan yang bakal terjadi.

Beberapa hal lain yang harus diperhatikan agar produk tidak gagal saat pertama kali diluncurkan ialah dengan :

1. Menetapkan segmentasi, targeting, dan positioning yang tepat
2. Menawarkan produk yang bisa memberikan manfaat, nilai lebih atau ada keseimbangan antara janji dan kenyataan. Tentukan harga yang masuk akal sesuaikan dengan daya beli masyarakat sekitar, distribusi yang merata sehingga mudah dijangkau, dan promosi yang bisa menciptakan awareness dan loyalitas.
3. Harus pintar, cerdik dan tajam melihat tren pasar dan momentum yang tepat. Ingat naluri bisnis sangat penting dalam hal ini.



Kamis, 06 Desember 2007

Mau Sukses Jangan One Man Show!!!


Banyak sekali jenis bisnis yang mengandalkan pada gagasan atau ide. Banyak pula jenis bisnis yang bersifat jaringan/relasi, dimana berkumpul orang-orang yang punya uang tapi tidak punya waktu. Ada juga yang punya waktu luang cukup banyak, tetapi tidak punya gagasan bisnis. Juga banyak orang yang punya waktu serta gagasan, tetapi tidak punya uang.

Kalau mereka bergerak sendiri dengan apa yang ada di dalam diri mereka, sulit bagi mereka untuk berhasil. Yang diperlukan adalah kerjasama dan sinergi. Mereka bersinergi dan membentuk bisnis yang berhasil, memanfaatkan modal yang ada pada diri masing-masing.

Saat ini semakin sedikit pelaku bisnis yang sukses dengan pendekatan One Man Show. Yang lebih berhasil adalah mereka yang bisa mengonsolidasikan sumber-sumber daya untuk mencapai tujuan bisnis tanpa meninggalkan dan melupakan Kepercayaan. Karena bisnis adalah sistem yang dibangun atas dasar Kepercayaan. Tidak ada artinya sinergi yang dibangun dengan susah apabila Kepercayaan sudah dilanggar/dirusak. Ingat Kepercayaan lebih tinggi nilainya daripada uang!!!